Private Wing, Fasilitas Mewah RSMM Untuk Semua Pasien

0
137

 

“Apa yang dilakukan oleh PT Freeport melalui program CSR-nya sungguh luar biasa dan sangat membantu masyarakat Papua dan Mimika khususnya, setelah dioperasikannya fasilitas privat wing Rumah Sakit Mitra Masyarakat”
Layanan Fasilitas Mewah Private Wing RSMM

“Apa yang dilakukan oleh PT Freeport melalui program CSR-nya sungguh luar biasa dan sangat membantu masyarakat Papua dan Mimika khususnya, setelah dioperasikannya fasilitas privat wing Rumah Sakit Mitra Masyarakat”

TIMIKA, TimeX

Fasilitas privat wing (layanan kesehatan berbayar)  Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika milik Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK) sungguh mewah dengan peralatan medis modern dan terlengkap di Papua.
Tentu ini harus diapresiasi, sebab rumah sakit milik LPMAK sebagai lembaga nirlaba yang mengelola dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia (PTFI) memiliki kualitas layanan pasien yang sangat optimal.

Sejak berdiri tahun 1999, RSMM Timika telah melayani pengobatan jutaan warga Papua. Khusus untuk warga Suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan lain, tidak dipungut bayaran alias berobat gratis selama bertahun-tahun semenjak rumah sakit itu berdiri.

“Apa yang dilakukan oleh PT Freeport melalui program CSR-nya sungguh luar biasa dan sangat membantu masyarakat Papua dan Mimika khususnya, setelah dioperasikannya fasilitas privat wing (PW) Rumah Sakit Mitra Masyarakat,”.

Demikian diungkapkan Wakil Direktur RSMM, dr. Nina saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya, Jumat (1/4) lalu.

Setelah 15 tahun berkarya, RSMM diharapkan terus berkembang menjadi rumah sakit mandiri dalam memberikan layanan kesehatan di bumi amungsa.

Ini terbukti, RSMM sebagai  pusat layanan kesehatan terbaik saat di Papua, setelah  berhasil meraih akreditasi tingkat utama dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) pada Pebruari lalu.

Menurut dr. Nina, RSMM merupakan rumah sakit pertama di Papua yang meraih bintang empat atau akreditasi tingkat utama.

Selain karena fasilitas, juga tenaga medis RSMM sangat mumpuni dan tidak perlu diragukan, karena sudah mampu bersaing dengan pusat layanan kesehatan lainnya di luar Papua.

“Saya rasa dengan fasilitas dan tenaga medis yang kita miliki, warga Timika tidak perlu lagi berobat ke luar Papua, karena kita juga sebetulnya sudah mampu tangani sendiri,” katanya.

Sejak diresmikannya fasilitas privat wing April 2015 silam, menambah prestasi RSMM dalam menyediakan ruangan rawat inap berstandar internasional.

Hingga kini, dua unit fasilitas privat wing, masing-masing, Yosef dan Maria, nama ruangan  tersebut, terdiri dari ruangan  perawatan VIP, Kelas 1, Kelas 2A dan 2B. Ruangan perawatan eksklusif berteknologi modern itu per harinya dibandrol dengan harga bervariasi sesuai klaster yang disebutkan diatas.

Ada pun fasilitas privat wing atau layanan kesehatan berbayar di RSMM, kata dr. Ani, bisa diakses oleh pasien mana pun dengan syarat harus membayar sesuai tarif yang ditentukan pengelola rumah sakit serta LPMAK.

Tidak hanya itu, selain memiliki fasilitas berkelas dan mewah, RSMM juga menyiapkan unit rawat jalan, meliputi klinik umum, klinik spesialis anak, spesialis kebidanan dan penyakit kandungan.

Lainnya, klinik spesialis penyakit dalam, bedah, klinik gigi, klinik mata, klinik medical-check up (MCU), klinik VCT, ARV, dan TB (PDP/perawatan dukungan dan pengobatan).

Dan sebagai penunjang klinik, ada pula fasilitas spesialis radiologi dan spesialis patologi yang juga bisa diakses semua pasien.

 

Menurut dr. Nina dengan adanya fasilitas privat wing, ini sekaligus menghapus stigma warga masyarakat Timika, bahwa RSMM juga melayani pasien umum di luar masyarakat tujuh suku.

“Jadi fasilitas ini bisa diakses semua pasien yang berobat ke RSMM,” tambahnya.

Disebutkan, penghasilan dari pungutan tarif akomodasi di privat wing RSMM itu nantinya akan kembali digunakan untuk pengembangan layanan rumah sakit tersebut bagi kepentingan masyarakat tujuh suku di Mimika.
Berdasarkan data RSMM yang dihimpun Timika eXpress, jumlah pengguna fasilitas private wing, terhitung sejak Januari-Maret sebanyak 178 pasien.

Rinciannya, di Bulan Januari 59 pasien, Pebruari, 60 pasien dan Bulan Maret sebanyak 59 pasien.

Masih Rina, rata-rata pengguna fasilitas tersebut dari kalangan keluarga karyawan PT. Freeport, privatisasi dan kontraktor, termasuk ada juga anggota TNI/Polri,” tukasnya. (a9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.