RSUD Miliki Alat Operasi Penyakit Dalam Tercanggih di Papua

0
82
TIMIKA, TimeX Untuk meningkatkan status pelayanan kesehatan berstandar akreditasi nasional, bahkan menjadi rumah sakit rujukan regional, managemen RSUD Mimika terus meningkatkan mutu pelayanan. Salah satu indikatornya dengan menambah fasilitas sumber daya peralatan, yakni dengan mendatangkan sebuah alat operasi dan bedah penyakit dalam dengan teknologi canggih terbarukan ‘laporoscopy’. Bahkan, alat laporoscopy ini merupakan satu-satunya di Papua, baru ada di RSUD Mimika.
RSUD- Direktur RSUD dr. Evelyn S.M. Pasaribu, M.MKes bersama Ketua IDI Cabang Timika, dr. Josep Ojong Sp.IP dan dr Putu Ayu Indra Shanti, Sp.B dan Kabag Humas RSUD, Lucky Mahakena saat menjelaskan rencana agenda workshop sekaligus memperkenalkan loporoscopy di RSUD Mimika, Senin (22/8).
TIMIKA, TimeX Untuk meningkatkan status pelayanan kesehatan berstandar akreditasi nasional, bahkan menjadi rumah sakit rujukan regional, managemen RSUD Mimika terus meningkatkan mutu pelayanan. Salah satu indikatornya dengan menambah fasilitas sumber daya peralatan, yakni dengan mendatangkan sebuah alat operasi dan bedah penyakit dalam dengan teknologi canggih terbarukan ‘laporoscopy’. Bahkan, alat laporoscopy ini merupakan satu-satunya di Papua, baru ada di RSUD Mimika.
RSUD- (dari kiri) Direktur RSUD dr. Evelyn S.M. Pasaribu, M.MKes bersama Ketua IDI Cabang Timika, dr. Josep Ojong Sp.IP dan dr Putu Ayu Indra Shanti, Sp.B dan Kabag Humas RSUD, Lucky Mahakena, S.Sos, M.Si, saat menjelaskan rencana agenda workshop sekaligus memperkenalkan loporoscopy di RSUD Mimika, Senin (22/8).

TIMIKA, TimeX

Untuk meningkatkan status pelayanan kesehatan berstandar akreditasi nasional, bahkan menjadi rumah sakit rujukan regional, managemen RSUD Mimika terus meningkatkan mutu pelayanan.

Salah satu indikatornya dengan menambah fasilitas sumber daya peralatan, yakni dengan mendatangkan  sebuah alat operasi dan bedah penyakit dalam dengan teknologi canggih terbarukan ‘laporoscopy’.

Bahkan, alat laporoscopy ini merupakan satu-satunya di Papua, baru ada di RSUD Mimika.

Selain dukungan fasilitas kesehatan, kaitannya dengan kesiapan sumber daya manusia agar warga masyarakat mendapatkan pelayanan prima dari tenaga medis, hari ini juga digelar workshop bertaraf internasional.

Kegiatan bertajuk Workshop On Hemorroidopexy & Intestinal Stapling and Symposium Introduction Minimal Invasive Surgery yang akan dilangsungkan di RSUD Mimika, Selasa (23/8) nantinya mendatangkan dua orang dokter spesialis dari Singapura, yakni Prof.Dr Davide Lumanto dan Dr. Ngoi Sing Sang.

workshop tersebut meliputi symposium, live surgery  and diskusi interaktif (interactive discussion), yang tujuannya untuk memperkenalkan laporoscopy kepada  dokter umum maupun dokter bedah di tanah Papua dan Papua Barat, khususnya di Timika.

Demikian dijelaskan Ketua Panitia kegiatan, dr.Putu Ayu Indra Shanti, SpB kepada wartawan di RSUD Mimika, Senin (22/8).

Waktu itu, dr. Putu didampingi langsung Direktur RSUD Mimika dr.Evelyn.S.M.Pasaribu, M.MKes  serta Ketua IDI Cabang Timika dr.Jozep Ojong, Sp.JP.

Kegiatan  workshop diawal sebelum pengenalan alat operasi dan bedah tercanggih ini akan dihadiri 14 tim dokter merupakan gabungan dokter ahli dari Jakarta, Papua dan Papua Barat.

Tim dokter dari Jayapura dipimpin Dr.Donald A, Sp,B (K) Trauma.

Kegiatan yang nantinya dihadiri oleh Pemda Mimika merupakan hasil kerjasama managemen RSUD Mimika dengan Persatuan Dokter Bedah Umum Indonesia (PABI) Cabang Papua, Perhimpunan Bedah Endo-Laporoskopik Indonesia (PBEI), Endoscopic and Laporoscopic Surgeons of Asia (ELSA) termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Mimika.

Diharapkan, melalui symposium, live surgery dan diskusi interaktif nanti dapat memberi penyegaran bagi para dokter bedah yang bertugas di seluruh wilayah Papua dan Papua Barat, sekaligus menambah wawasan perkembangan ilmu bedah.

“Pembahasannya oleh pembicara dari Singapura seputar bidang minimal invasive, sehingga bagi dokter umum di Papua dan Papua Barat diharapkan dapat menyesuaikan perkembangan ilmu bedah guna memberikan pelayanan kesehatan yang lebih maksimal kepada warga masyarakat.

“Lewat kegiatan berskala internasional ini, saya harapkan kedepanya Pemda Mimika terus mendukung IDI dan RSUD Mimika terhadap peningkatan ilmu pengetahuan dan fasilitas bidang Kesehatan guna meningkatkan pelayanan kesehatan secara optimal dan maksimal,” paparnya.

Selain workshop, akan dilangsungkan live demo laporoscopy dengan sampel dua atau tiga orang pasien.

Menurutnya, dengan teknik laparoskopi, Anda akan dibius total. Setelah itu, ahli bedah akan membuat sayatan kecil sekitar 1-1,5 cm di sekitar tali pusar. Melalui sayatan itu, ahli bedah akan memasukkan alat yang disebut laparoskop, yaitu sebuah tabung kecil yang memiliki kamera dan lampu kecil pada ujungnya. Kamera itu akan memperlihatkan kondisi di dalam rongga perut dan panggul pada sebuah monitor sehingga memudahkan ahli bedah untuk melakukan operasi. Pada saat bersamaan, perut Anda akan diisi oleh gas karbondioksida agar lebih mengembung. Hal ini memudahkan ahli bedah untuk melihat organ-organ Anda secara jelas.

Berikut alasan yang membuat teknik bedah laparoskopi menguntungkan Anda, yakni melalui teknik tersebut, ahli bedah tidak perlu membuat sayatan yang besar sehingga bekas luka yang Anda alami lebih sedikit. Bahkan, rasa sakit juga tidak seperti jika Anda melakukan operasi pada umumnya.

Lanjut dia, kemungkinan dilakukannya transfusi darah juga lebih kecil karena pendarahan yang terjadi juga lebih sedikit.

Bahkan, seusai operasi, Anda bisa langsung pulang. Namun jika rawat inap diperlukan, Anda mungkin hanya perlu bermalam satu hari saja dan proses penyembuhan total lebih cepat. (a19)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.