Seorang Siswa SD di Miyoko Tertular Sipilis

0
105
TIMIKA, TimeX Tim kesehatan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Mimika mengidentifikasi tujuh warga di Kampung Miyoko tertulat penyakit kelamin sipilis.
Ilustrasi.
TIMIKA, TimeX Tim kesehatan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Mimika mengidentifikasi tujuh warga di Kampung Miyoko tertulat penyakit kelamin sipilis.
Ilustrasi.

TIMIKA, TimeX

Tim kesehatan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Mimika mengidentifikasi tujuh warga di Kampung Miyoko tertulat penyakit kelamin sipilis.

Ironsinya, salah satu dari tujuh warga pengidap sipilis adalah siswa kelas VI SD.

Temuan kasus penyakit tersebut saat tim kesehatan KPA Mimika melakukan pemeriksaan kasus penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV, sekaligus konseling dan penyuluhan ke kampung-kampung guna menemukan kasus baru serta memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat.
Hanya saja, sinyalemen temuan kasus tersebut belum dipastikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika melalui petugasnya.

Namun, Sekretaris Dinkes Mimika, Reynold Ubra saat dikonfirmasi Timika eXpress tadi malam via ponselnya, menuturkan, dirinya pernah mendapat informasi adanya temuan kasus itu di Miyoko.

“Memang saya dengar informasi ada temuan kasus. Cuman belum dilaporkan resmi oleh  tim kesehatan kami dari KPA. Saya belum pastikan, apakah ini karena prambusia antibodi, karena memang di Miyoko itu endemis penyakit itu,” jelasnya.

Untuk lebih memastikan informasi, ia akan menghadirkan tim kesehatan KPA guna menjelaskan temuan kasus serta hasil pemeriksaan yang dilakukan di Kampung Miyoko, Jumat pekan lalu.

Sementara itu, Penanggung Jawab Program HIV pada Dinas Kesehatan Mimika Hasmawati secara terpisah mengatakan, kasus sipilis yang teridentifikasi dari tujuh warga itu ditemukan saat dilakukan pemeriksaan terhadap 96 orang warga, yang diantaranya adalah 19 siswa sekolah dasar di kampung setempat.
“Semuanya negatif HIV, tapi yang positif sipilis tujuh orang,” jelas Hasmawati kepada Antara, Senin kemarin.
Dari temuan kasus itu, lanjut Hasmawati, petugas KPA tidak langsung melakukan pengobatan kepada warga yang terinfeksi penyakit kelamin tersebut.
“Kami harapkan petugas Puskemas Pembantu Miyoko segera kembali ke sana untuk melakukan pengobatan warga yang terinfeksi. Tetapi, kalau tidak, kami akan kembali ke Miyoko untuk melakukan pengobatan,” jelasnya.
Selain melakukan konseling dan pemeriksaan IMS (Infeksi Menular Seksual) serta HIV pada warga Mioko, pada kesempatan itu petugas KPA Mimika juga melakukan sosialisasi kepada puluhan siswa SD YPPK Miyoko waktu itu.
Materi sosialisasi yaitu tentang kesehatan remaja, perkembangan organ reproduksi pada manusia serta informasi dasar tentang infeksi HIV-AIDS.
Demikian pula katanya, hingga kini, jumlah warga yang terjangkau dengan program ‘toki Pintu’ tersebut sebanyak 2.022 orang.
Program ini digelar KPA Mimika mulai tahun ini dan ditargetkan selesai pada 2019 dengan target cakupan sebanyak 42 ribu warga Mimika,” tandasnya. (a13/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.