Bupati – DPRD Mimika Stop ‘Perang’

0
47
TIMIKA,TimeX Kondisi Kabupaten Mimika saat ini semakin tidak menentu arah pembangunannya. Hal ini lantaran APBD Mimika Tahun 2017
praktisi hukum di Kabupaten Mimika, Eus Berkasa, SH
TIMIKA,TimeX Kondisi Kabupaten Mimika saat ini semakin tidak menentu arah pembangunannya. Hal ini lantaran APBD Mimika Tahun 2017
praktisi hukum di Kabupaten Mimika, Eus Berkasa, SH

TIMIKA,TimeX

Kondisi Kabupaten Mimika saat ini semakin tidak menentu arah pembangunannya. Hal ini lantaran APBD Mimika Tahun 2017 belum ditetapkan, karena diduga bos eksekutif dan legislatif  Kabupaten Mimika terlibat ‘perang’ saraf terkait sejumlah persoalan, termasuk salah satunya adalah soal penetapan APBD Mimika 2017. Kisruh dua pucuk pimpinan yakni Bupati Mimika, Eltinus Omaleng  dan Ketua DPRD Mimika, Elminus B. Mom bersama sejumlah anggota parlemen Mimika ini membuat masyarakat dihantui rasa kecemasan.

Menurut salah satu praktisi hukum di Kabupaten Mimika, Eus Berkasa, SH, kunci keberhasilan daerah ini berada di tangan Bupati Mimika dan Ketua DPRD Mimika.

Kepada Timika eXpress via ponsel, Jumat (7/4) kemarin, Eus menjelaskan, kedua belah pihak yang sedang perang dingin tersebut harusnya menanggalkan sikap ego masing-masing.

“Ini demi kebaikan daerah ini. Harus bisa duduk bersama  dan sepakat bekerjasama untuk membawa perubahan bagi Kabupaten Mimika,” katanya.

Menurut Eus, sejauh pengamatannya selama ini, ia melihat kedua belah pihak tersebut masing-masing mengedepankan egoisme sehingga tidak ada pihak yang mau mengalah.

“Mereka yang bertikai saling perang urat syaraf, sehingga yang korban adalah masyarakat yang seharusnya menikmati program pembangunan,” tegasnya.

Karena itu, kata Eus, pihaknya berharap agar tarik menarik kepentingan segera dihentikan antar kedua belah pihak, agar proses pembangunan bisa berjalan dengan lancar, sehingga program-program prioritas pemerintah daerah dalam sektor pendidikan, kesehatan serta sektor pembangunan lainnya bisa terwujud.

“Kalau APBD Mimika 2017 belum ditetapkan, pastinya akan membatasi ruang gerak untuk bekerja, karena semua pekerjaan membutuhkan anggaran. Hal inilah yang harus jadi bahan pertimbangan untuk segera mengakhiri kisruh yang ada,” ungkapnya.

Dimata Eus, pihak eksekutif dan legislatif masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan  yang harusnya dijadikan sebuah kekuatan untuk bersatu membawa perubahan bagi Timika.

“Seharusnya mereka duduk bersama dengan kepala dingin untuk membahas mengenai program-program apa yang harus dilakukan ke depan, termasuk pembahasan dan penetapan APBD tahun anggaran 2017 dan yang lainnya,” ujarnya. (zuk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.