350 ASN Mimika Siap Dialihkan ke Provinsi

0
30
Paskalis Kirwelakubun
Foto: Dok/TimeX

TIMIKA, TimeX

Sebanyak 350 Aparatur Sipil Negara (ASN) kini siap diserahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika ke Pemerintah Provinsi Papua.

Pengalihan ratusan ASN ini adalah bagian rangkaian penyerahan empat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kabuipaten/kota ke provinsi sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

“Semua pegawai ini berkasnya sebagian besar sudah ditandatangani, selanjutnya tinggal diserahkan ke provinsi,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Mimika, Paskalis Kirwelakubun kepada Timika eXpress di Kantor Sentra Pemerintahan SP3, Senin (18/2).

Lanjut Paskalis, dari jumlah 350 ASN, khusus tenaga pendidik ada 344 ASN, hanya yang SK nya sudah diterbitkan baru 299 ASN. Sedangkan tersisa 35, SK nya belum diterbitkan dna masih dalam proses.  Termasuk 2 ASN dari Dinas ESDM dan 7 dari Dinas Kehutanan yang menuai nasib harus dialihkan ke Jayapura. 344 ASN seluruhnya adalah profesi guru SMA-SMK.

Dikatakan pula, sesuai kebijakan dan regulasi yang berlaku sementara, baru pegawai berstatus ASN yang siap diserahkan datanya ke provinsi.

Sementara data pegawai non ASN yang selama ini mengabdi di bidang urusan yang kini telah dialihkan ke provinsi belum ada kebijakan untuk ditindaklanjuti.

“Provinsi sementara ini belum mengeluarkan kebijakan apa pun soal pegawai non ASN. Karena memang belum ada ketentuan atau instruksi yang mengaturnya sejauh ini dari pusat,” sebutnya.

Menurut mantan Kadistrik Mimika Timur, saat ini Pemkab Mimika menunggu kebijakan lanjutan provinsi mengenai prosedur penyerahannya.

“Karena dalam dokumen P3D, selain pegawai atau personelnya, aset dan berkas dokumen harus sudah siap untuk pelimpahannya. Termasuk nanti kami akan buat tebusan surat ke bagian keuangan terkait nama-nama pegawai yang dialihkan dikeluarkan dari daftar gaji,” tukasnya. (tan) 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.