Maknai Sumpah Pemuda ke-90

0
79
Foto: Ist./TimeX BERSIH SAMPAH – KPK Mimika membersihkan sampah di sepanjang saluran Jalan Pattimurah pada Sabtu (20/10).

KPK Gandeng Pelbagai Pihak Bersih Sampah

TIMIKA,TimeX

Memaknai peringatan hari Sumpah Pemuda ke-90 tahun ini yang jatuh pada Minggu (28/10) besok, Komunitas Pemuda Kei (KPK) Kabupaten Mimika menjadwalkan melaksanakan bakti sosial berupa membersihkan sampah pada hari ini Sabtu (27/10).

Lokasi menjadi sasaran di wilayah Kelurahan Koperapoka mulai RT 4, 5, 6, 7, 8 dan RT 12 serta di Jalan Bougenville.

Menyukseskan agenda kemanusiaan ini KPK menggendeng pelbagai pihak yakni Dinas Lingkungan Hidup, Polisi Pamong Praja, Linmas, jajaran Polsek Mimika Baru, Koramil Kota, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, pemerintah Distrik Mimika Baru, Lurah Koprapoka dan RT setempat.

Demikian disampaikan Yoseph Temorubun Ketua KPK Mimika kepada Timika eXpress melalui rilisnya pada Jumat (26/10) malam.

Yoseph mengemukakan aksi ini sengaja dijalankan oleh KPK bertujuan memberikan pemahaman positif guna membangkitkan kesadaran masyarakat daerah ini tentang betapa pentingnya menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Ia menyayangkan rendahkan kesadaran masyarakat membuang sampah di tempat telah disediakan pemerintah. Faktanya dapat dilihat begitu banyaknya ditemukan tumpukan sampah di daerah Koperapoka maupun di beberapa titik dalam kota bahkan dalam selokan mengakibatkan setiap kali musim hujan warga setempat selalu saja terkena dampaknya. Air meluap dari saluran tersumbat mengalir ke badan jalan hingga masuk terendam rumah-rumah warga.

Untuk itu ia berharap Pemerintah Kabupaten Mimika melalui dinas terkait secara intens memberikan sosialisi kepada masyarakat di lingkungan RT supaya hidupkan budaya bersih dan budaya malu membuang sampah pada tempatnya.

Menurutnya jika tidak demikian maka masyarakat tetap saja membuang sampah semaunya padahal sudah ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang sampah.

Ia juga menyoroti tidak efektifnya Peraturan Daerah (Perda) lantas lambannya pemerintah menerapkan sanksi kepada masyarakat sesuai apa yang tertuang dalam Perda tersebut.

“Saya pribadi pesimis karena walaupun sudah ada Perda faktanya masyarakat masih saja buang sampah sembarangan tanpa dibarengi sanksi tegas. Kalau begitu buat apa ada Perda?” kritiknya.

Hubungan dengan ini ia menyarankan pemerintah perlu memikirkan merekrut orang-orang dengan tugas khusus membersihkan selokan-selokan tersumbat sampah maupun tertimbun material biar bersih supaya saat hujan tiba air dapat mengalir lancar.

Sesuai pengamatan lapangan lanjutnya 99 persen banyak parit tidak berfungsi baik akibat tersumbat sampah dan tertimbun matrial pasir dan tanah bercampur lumpur. (tio)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.