2019, Penerimaan Bea Keluar dari PTFI Diproyeksi Menurun

0
40

Foto : Shanty/TimeX
FOTO BERSAMA-Faudzi, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KPPBC TMP C Amamapare, foto bersama Tukima, Kepala KPPN Timika (tengah) dan Hery Sumartono, Kepala KPP Pratama Timika.

TIMIKA,TimeX
Pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Amamapare, Kabupaten Mimika memproyeksikan penerimaan bea keluar dari PT Freeport Indonesia (PTFI) pada 2019 mendatang akan mengalami penurunan hingga 60 persen.
Dampak penurunan penerimaan bea keluar dari produksi tambang Freeport, menyusul dihentikannya operasi tambang terbuka (open pit), dan akan transisi ke tambang bawah tanah (underground) pada tahun 2019-2020.
“Tahun 2019 kami pasti mengalami sedikit tekanan karena info dari managemen Freeport produksi mengalami penurunan dari peralihan operasi tambang dari open pit ke underground. Dari proyeksi perhitungan kasar bahwa penerimaan akan menurun 60 persen, kami harap pihak Freeport bisa mensiasati dan mengatasi proses pengalihan operasi tambang sehingga tidak berdampak pada penurunan produksi”.
Demikian diungkapkan Faudzi, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KPPBC TMP C Amamapare saat ditemui Timika eXpress di Kantor KPP Pratama Timika, Selasa (30/10).
Dari proyeksi penurunan produksi, kata Faudzi, pihaknya mengasumsikan penerimaan bea keluar Freeport tahun 2019 mendatang hanya sekitar Rp600 miliar atau 40 persen.
Meski demikian, pihaknya masih optimis bahwa penerimaan bea keluar dari Freeport bisa mencapai target yang akan diberikan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Kita harapkan dari divestasi saham ini dapat berimbas positif pada perekonomian di Indonesia khususnya di Kabupaten Mimika. Karakteristik disini agak unik karena memang importasi dan desportasi sangat bergantung dari sektor tambang produksi, ekspor dan impor mencapai 80-90 persen,” kata Faudzi.
Pasalnya, walau adanya proyeksi penurunan penerimaan bea keluar dari Freeport hingga 60 persen pada 2019 mendatang, pihaknya akan mendorong dari penerimaan vape.
“Walau penerimaannya kecil tetapi sedikit bisa terbantu untuk mendongkrak penerimaan pada 2019 mendatang. Untuk penerimaan tahun 2018, dari target Rp1,5 triliun sudah over target Rp3,9 triliun, dimana penerimaannya lebih meningkat dari tahun sebelumnya,” jelasnya.
Sambung Faudzi, untuk mengatisipasi adanya penurunan pemerimaan bea keluar 2019 nanti, pihaknya sudah memikirkan langkah strategis dengan usaha maksimal capaian penerimaan sesuai target yang diberikan, mengingat Freeport adalah kontributor utama penerimaan negara melalui bea keluar,” tandasnya. (san)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.