500 Ribu Pemilih di Papua Terancam Tidak Mencoblos

0
37

Foto : Rina/TimeX

Rahmat Bagja

 

“Apakah ini dibiarkan begitu saja suara penduduk sebanyak ini hilang. Padahal bagi kami satu suara juga kami perjuangkan karena akan menentukan siapa presiden kita lima tahun ke depan”

 

 

TIMIKA, TimeX

Sebanyak 500 ribu pemilih yang adalah masyarakat Papua terancam tida bisa menggunakan hak suara atau tidak bisa mencoblos pada Pemilu 2019 nanti.

Pasalnya 20 persen dari jumlah penduduk Papua ini belum memiliki Elektronik KTP (e-KTP).

“Jumlah penduk Papua ini sekitar dua juta, tapi 20 persen  atau sekitar 500 ribu belum punya e-KTP. Apakah ini dibiarkan begitu saja suara penduduk sebanyak ini hilang. Padahal bagi kami satu suara juga kami perjuangkan karena akan menentukan siapa presiden kita lima tahun ke depan”.

Demikian dikatakan Rahmat Bagja, Anggota Bawaslu RI Divisi Penyelesaian Sengketa kepada wartawan di Timika usai sosialisasi di Hotel Horison Ultima Timika, Sabtu (24/11).

Kata Rahmat, dengan banyaknya peserta pemilih di Papua yang terancam menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019, tentu ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi penyelenggaran Pemilu 2019, KPU Papua dan Mimika, serta Bawaslu Papua  dan Bawaslu Mimika.

 

“Ini harus ada solusi agar semua penduduk Papua bisa berpartisipasi dengan mengantongi e-KTP. Karena sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 sudah jelas dinyatakan yang berhak memilih hanya yang punya KTP elektronik,” jelasnya.

 

Katanya, pada Pemilu 2019 nanti tidak bisa menggunakan Surat Keterangan (Suket) dari Dispencapil, karena banyak pemilih yang tidak jelas.

“Kita tidak bisa kotrol dan awasi pemilih kalau gunakan Suket karena banyak yang tidak jelas,  ini terbukti dari hasil perbaikan daftar pemilih banyak ditemukan data pemilih ganda. Kalau pakai Suket kita khawatir Suketnya digandakan,” tegasnya.

Ia berharap ada solusi tepat, dengan harapan Bulan Maret 2019 sebelum Pemilu masyarakat Papua yang belum memiliki e-KTP sudah diakomodir mengantongi e-KTP.

“Masyarakat Papua harus cerdas dan mereka harus gunakan hak suaranya demi kemajuan Papua,” pungkasnya. (aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.