1.400 Peserta Beasiswa LPMAK Jangan Bermain dengan Waktu

0
70
Vebian Magal Foto: Rina/TimeX
Vebian Magal
Foto: Rina/TimeX

TIMIKA, TimeX

Menjadi orang sukses ditentukan oleh diri sendiri bukan oleh orang lain. Kunci utama adalah belajar sehingga tidak hanya menjadi pintar, tetapi berkarakter menjalani proses pendidiklan selama berada di dunia pendidikan.

Pesna ini disampaikan Vebian Magal selaku Wakil Sekretaris Eksekutif Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK) Bidang Pendidikan kepada 1.400 peserta beasiswa yang dibiayai oleh lembaga tersebut supaya jangan bermain dengan waktu.

“Kami sudah pesan kepada para siswa dan mahasiswa di seluruh kota studi di Papua dan luar Papua yang merupakan bagian dari program beasiswa pendidikan LPMAK supaya selesaikan studi tepat waktu sesuai jenjang pendidikan,” kata Vebian kepada wartawan di Hotel Serayu usai kegiatan pelatihan Kurikulum 2013, Senin lalu.

Ia berharap 1.400 peserta program beasiswa LPMAK yang baru maupun lanjutan dapat memanfaatkan program pendidikan agar tidak saja pintar akan tetapi harus berkarakter.

Ia menyebutkan, dari 1.400 peserta program beasiswa, sebanyak 930 anak adalah rekrutan baru, dan sisanya mengikuti program lanjutan.

Seribu lebih anak didik yang dibiayai LPMAK sebagai lembaga mitra PT Freeport Indonesia (PTFI) ini mengikuti pendidikan di civitas pendidikan dan akaedmika yang bermitra dengan LPMAK seperti USTJ, SMA Negeri 3 Sentani, Unipa Manokwari, ITB, Unika Semarang, Unika Surabaya, SMK Agnes Surabaya, Sekolah Penerbangan di Cilacap dan di bberapa perguruan tinggi lainnya yang mana peserta beasiswanya di pilih dari kategori peserta umum.

“Untuk sekolah atau perguruan tinggi mitra LPMAK, proses rekrutmennya melalui kerja sama. Sementara peserta beasiswa yang mengenyam pendidikan di Sekolah Taruna Papua dan sekolah pola asrama Solus Populi langsung di bawah naungan Keuskupan Timika,” jelasnya.

Adapun Sekolah Taruna Papua yang dikelola LPMAK kini dibentuk dengan nama tim transisi karena sebelumnya dikelola oleh Yayasan Mitra Citracendekia Abadia (YMCA).

“Dalam perjalanannya dan  berdasarkan evaluasi, akhirnya LPMAK ambil alih karena yang diproyeksikan bukan hanya pintarnya siswa semata, tetapi bagaimana peserta beasiswa dididik menjadi karakter yang bertanggung jawab, mandiri. Jadi antara sisi akademik sosial juga penting sehingga ada keseimbangan hidup demi masa depan mereka ke depannya,” kata Vebian.

Vebian manambahkan, dari 1.400 peserta beasiswa yang lulus tahun 2018 lalu ada 100 an peserta.

Ada juga dari peserta program yang melanjutkan pendidikan, bahkan ada yang masih menunggu panggilan pekerjaan.

“Tahun kemarin banyak yang lulus peserta program beasiswa Strata Satu (S1). Kalau jenjang SMA juga banyak yang lulus, tapi mereka lanjutkan ke perguruan tinggi,” jelasnya menambahkan yang belum disiapkan LPMAK  adalah lapangan kerja.

Untuk itu, diharapkan kepada pemerintah dan juga PTFI bisa mengakomodir peserta beasiswa LPMAK setelah lulus sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di Mimika. (aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.