Doa Tolak Miras dapat Penolakan dari Agustinus Anggaibak

0
112
Foto: Rina/TimeX DOA BERSAMA - Pengurus FKUB bersama para pihak terkait saat menggelar doa bersama di Gudang PT IJS di Jalan Nenas SP2, Kamis (24/1).
Foto: Rina/TimeX
DOA BERSAMA – Pengurus FKUB bersama para pihak terkait saat menggelar doa bersama di Gudang PT IJS di Jalan Nenas SP2, Kamis (24/1).

TIMIKA,TimeX

Doa bersama penolakan miras dimotori Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika di gudang distributor minuman beralkohol PT Irian Jaya Sehat (IJS) pada Kamis (24/1) sempat mendapat penolakan dari Agustinus Angganibak tokoh Amungme.

Aksi religiusitas dari FKUB di gudang PT IJS di Jalan Nenas Kelurahan Timika Jaya, SP2, merupakan bentuk dukungan setelah dicabutnya rekomendasi ijin penjualan minuman beralkohol PT IJS oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng pada 2018 lalu.

Agustinus dalam argumennya di hadapan para pengurus FKUB mengapresiasi bahwa aksi tersebut menunjukan niat baik memberangus minuman keras (Miras) di tanah Amungsa bumi Kamoro.

Namun, ia menolak dengan alasan apa yang dilakukan tidak adil karena distributor minuman beralkohol di Timika tidak hanya PT IJS, tetapi ada yang lain.

“Saya rasa kurang  tepat kalau doa bersama hanya dilakukan di gudang IJS yang sudah ditutup dan tidak lagi beroperasi sejak tahun lalu, sementara ada PT BB distributor lain yang masih aktif.

Jadi kalau doa hanya di IJS itu lucu dan tidak adil, karena masih banyak tempat. Kalau niatnya menghilangkan miras, mari kita atur waktu dan kumpulkan semua,” tegasnya.

Ia mengusulkan semua pihak mulai bupati, aparat keamanan, penjual miras, distributor minuman beralkohol, Satpol PP dan para tokoh agama dan masyarakat untuk berkumpul di satu tempat misalnya di Lapangan Timika Indah kalau mau nyatakan komitmen apakah miras atau minuman beralkohol ditutup dan dimusnahkan adalah hal yang palng tepat.

“Intinya harus ada komitmen bersama dan tidak main-main,” tegas Agustinus.

Mantan anggota DPRD Mimika 2009-2014 setuju memberantasn miras, sebab sudah banyak generasi muda Amungme Kamoro nyawanya melayang karena barang haram tersebut.

“Kalau mau tutup miras, tutup semua yang jual, jangan penutupan secara sepihak seperti saat ini, dan itu tidak adil,” tegasnya.

Ia menambahkan, terkait pencabutan rekomendasi penjualan miras oleh Bupati Mimika terhadap IJS, hal tersebut tidak mendasar. Ia mensinyalir adanya intervensi dan kepentingan tertentu sehingga mengakibatkan ada pihak lain yang dirugikan, dalam hal ini IJS.

Ia menambahkan, dalam surat rekomendasi bupati, ada poin yang mengharuskan PT IJS membayar retribusi, tetapi setelah membayar tetap saja tidak diijinkan menjual minuman beralkohol.

“Kalau mau betul-betul memberangus miras di Timika, maka semua yang memasok atau menjual  ijinnya harus dicabut, jangan menghentikan salah satu saja,” tandasnya.

Sementara Ketua FKUB Mimika, Ignasius Robert Adii mengatakan, salah satu program yang dilakukan setelah pengurus baru dilantik adalah menyikapi masalah miras.

“Karena sudah ada pencabutan rekomendasi usaha penjualan minuman beralkohol PT IJS, maka langkah awal kami wacanakan berdoa di gudang tempat penyimpanan miras. Tapi kalau langkah yang diambil dianggap tidak adil, maka tidak dilanjutkan,” katanya.

Adii menegaskan kehadiran FKUB di sini murni hanya untuk masalah keamanan sehingga generasi penerus tidak akan mati percuma.

“Dan kami datang bukan untuk bisnis maupun politik. Saya hanya menginginkan daerah ini aman damai dan tidak ingin generasi penerus kita rusak akibat miras,”  tegasnya.

Sedangkan Demianus Katiop Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Mimika mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika berjanji akan menyampaikan hal ini kepada Bupati Mimika untuk mengambil kebijakan selanjutnya mengingat hal ini sangat penting.

“Kami bersama FKUB melakukan doa bersama di tempat ini tidak ada maksud tertentu. Tentu butuh komitmen kita bersama untuk memberantas miras di Mimika,” terangnya.

Dari argumen yang disampaikan dan melalui koordinasi, akhirnya FKUB Mimika lanjutkan doa bersama tepat di gudang milik IJS.

Doa bersama ini dipimpin Pendeta DE Salima, dihadiri Kepala Dinas Satuan Polisi PP Mimika Wilem Naa.

Doa bersama ini dikawal aparat keamanan Polres Mimika, dan berlangsung aman dan tertib. (aro)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.