Keluarga Muhammad Aslam Minta Polisi Proses  Pelaku Pemukulan

0
53
Foto: Tanto/TimeX KETERANGAN - Korban Muhammad Aslam (baju merah) saat memberi keterangan di kantor Sub Denpom, Jumat (1/2).
Foto: Tanto/TimeX
KETERANGAN – Korban Muhammad Aslam (baju merah) saat memberi keterangan di kantor Sub Denpom, Jumat (1/2).

TIMIKA,TimeX

Keluarga Muhammad Aslam korban pemukulan pada Kamis (31/1) malam di dekat Pom Bensin Hasanuddin meminta aparat penyidik Polres Mimika segera memproses hukum terhadap pelaku atas nama Semi.

“Kami sudah laporkan kasus ini ke penyidik reskrim, namun kata penyidik bahwa laporan sudah masuk dan diminta untuk bersabar. Kami minta kasus ini diproses hukum karena korban adalah adik kami yang dipukul babak belur seperti ini,” kata Almuhaimin saudara korban kepada wartawan di Kantor Sub Detasemen Polisi Militer (POM) XVII/C Mimika, Jumat (1/2).

Ia menceritakan kronologis kejadian pelaku menganiaya korban dipicu korban datang hendak mengambil sepeda motor milik Muksin yang sudah lama dicari.

“Padahal kami termasuk korban ini datang baik-baik mau ambil motornya saudara Muksin yang sudah lama kami cari,” tuturnya.

Pada saat kejadian dirinya bersama Muksin pemilik sepeda motor tidak melihat secara jelas.

“Memang kami berdua tidak lihat, tapi dari keterangan korban yang merupakan adik kami, yang pukul adalah pelakunya Semi,” katanya.

Dalam kasus ini Muksin sebagai keluarga korban menyatakan tidak terima dengan kejadian yang menimpa korban.

“Korban bersama dua temannya itukan datang baik-baik dengan minta kunci motor, tapi pelaku yang merupakan selingkuhan istri saya itu bukan ambil kunci melainkan ambil parang,” jelasnya.

Muksin menjelaskan pada saat melihat pelaku ambil parang, kedua rekan korban lari meninggalkan korban sendirian sehingga tinggal korban sendiri.

Ia menyayangkan sikap pelaku yang tidak jujur mengakui perbuatannya sehingga terpaksa kasus ini dilaporkan ke polisi untuk diproses.

Muksin juga membenarkan sepeda motor yang hendak diambil itu adalah miliknya yang selama ini dicari-cari.

“Kami mau ambil karena kami lihat di FB motor ini mau dijual oleh istri saya sama pelaku yang merupakan selingkuhannya,” ungkapnya.

Hubungan Muksin bersama istrinya sekarang lagi bermasalah namun status mereka masih sah.

“Status kami masih sah, tapi saya sudah tidak peduli lagi. Saya hanya mau ambil motor saya untuk mencari dan bayar cicilan di dealer sama kebutuhan anak saya,”  tuturnya.

“Saya memang tidak lihat, karena kami datang mau ambil motor ternyata ada istri saya di situ. Dan pada saat saya tanya motor, dia (istri) ajak untuk bicarakan hal ini di rumah orangtuanya. Jujur saya tidak tahu sama sekali kalau istri saya bersama pelaku, padahal dia sebelumnya saya suruh pulang kampung,”  pungkasnya. (tan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.