Buntuti Gubernur Papua, Jebakan OTT KPK Gagal

0
100
Foto: google JEBAKAN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga melakukan upaya jebakan OTT terhadap Gubernur Lukas Enembe bersama sejumlah pejabat Papua di Hotel Borobudur, Sabtu (2/2/2018) malam. 

JAKARTA,TimeX

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kali ini benar-benar ‘teciduk’ setelah dua orang petugasnya ditangkap oleh Pejabat Papua di Hotel Borobudur, Sabtu (2/2/2019) malam. Sangat miris, lantaran upaya memata-matai gubernur dalam dugaan skenario jebakan OTT yang akan dilakukan ‘gagal total’.

Bahkan oknum penyidik KPK digelandang ke Polda Metro Jaya setelah tertangkap basah tengah membuntuti Gubernur Papua Lukas Enembe yang sedang melakukan rapat bersama Ketua DPR Papua, Sekda Papua dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di hotel tersebut.

Ketua DPR Papua, Yunus Wonda mengemukakan alasan pria tersebut terpaksa harus diamankan ke Polda Metro Jaya.

“Jadi kami bawa ke Polda semalam, intinya kami ingin memastikan, dia ini betul petugas KPK atau bukan,” kata Yunus Wonda saat dihubungi pers via telepon, Minggu (3/2/2019) siang.

Yunus menduga pria yang diketahui bernama Muhammad Gilang W dengan nomor NPP.000185 (sebagaimana tercantum dalam kartu pengenal penyidik KPK), tengah melakukan pengintaian terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe. Bahkan dugaan kuat KPK tengah berupaya melakukan jebakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Gubernur Papua dua periode itu. Keberadaan Gilang pertama kali diketahui oleh Sekda Papua Hery Dosinaen.

“Jadi kami mencurigai satu orang karena mengambil gambar saat kami sedang cerita di depan lobi hotel, Pak Sekda menghampiri yang bersangkutan dan menanyakan maksud dan tujuannya, awalnya orang ini mengelak. Tapi setelah kami periksa isi tasnya, ternyata ada id card (kartu pengenal) KPK,” ungkap Yunus Wonda.

Tak hanya memeriksa tas, tetapi percakapan whatsapp di telepon selularnya. Dimana terungkap kalau yang bersangkutan juga memberikan laporan semua kegiatan gubernur yang saat itu tengah mengikuti rapat evaluasi bersama Tim Badan Anggaran Eksekutif, Legislatif dan Kemendagri saat itu.

Yunus menjelaskan isi percakapan itu menunjukkan terkesan adanya transaksi yang dilakukan, dimana dalam isi Whatsapp disebutkan bahwasannya Kaban Keuangan masih menggendong tas ransel.

“Jadi di dalam percakapan whatsapp-nya lengkap, pak Lukas sedang turun tangga, Kaban Keuangan masih dengan ransel, dan menyebutkan nama Ketua DPRP, Kadisorda, dan Kadis PU,” bebernya.

Yunus menambahkan saat berada di Polda Metro Jaya, Gilang mengaku bekerja bersama seorang rekannya.

Pada Sabtu (2/2/2019) Gubernur Papua, Lukas Enembe bersama Tim Badan Anggaran Eksekutif dan Legislatif Papua hendak melakukan rapat evaluasi APBD Papua Tahun 2019 bersama Kemendagri di Hotel Borobudur, Jakarta.

Rapat tersebut dilakukan untuk menentukan hasil akhir evaluasi terhadap APBD Papua yang ditetapkan oleh DPR Papua awal Januari lalu.

Dua penyelidik KPK dianiaya saat bertugas

KPK melaporkan pihak yang diduga mengan

Foto: google
JEBAKAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga melakukan upaya jebakan OTT terhadap Gubernur Lukas Enembe bersama sejumlah pejabat Papua di Hotel Borobudur, Sabtu (2/2/2018) malam. 

iaya dua penyelidiknya yang sedang bertugas di salah satu hotel, di Jakarta.

“Sore ini, 3 Februari 2019 pukul 15.30 WIB, KPK melaporkan ke Sentra Pelayanan Terpadu Polda Metro Jaya tentang adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap dua orang pegawai KPK yang sedang bertugas,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Minggu.

Dari proses pelaporan tadi, disampaikan bahwa kasus ini akan ditangani Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

“Kejadian dimulai dari menjelang tengah malam pada Sabtu (2/2) di Hotel Borobudur, Jakarta.

Saat itu Pegawai KPK ditugaskan untuk melakukan pengecekan di lapangan terhadap informasi masyarakat tentang adanya indikasi korupsi,” ungkap Febri.

Kedua pegawai KPK yang bertugas itu mendapat tindakan yang tidak pantas dan dianiaya hingga menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh.

“Meskipun telah diperlihatkan identitas KPK namun pemukulan tetap dilakukan terhadap pegawai KPK,” kata Diansyah.

Untuk memastikan kondisi dan kesehatan pegawai, KPK telah membawa mereka ke RS untuk divisum. “Sekarang tim sedang dirawat dan segera akan dilakukan operasi karena ada retak pada hidung dan luka sobekan pada wajah,” kata dia.

Sementara tim yang ke Polda Metro Jaya menyampaikan beberapa informasi visual untuk investigasi lebih lanjut.

“Apapun alasannya, tidak dibenarkan bagi siapapun untuk melakukan tindakan main hakim sendiri, apalagi ketika ditanya, Pegawai KPK telah menyampaikan bahwa mereka menjalankan tugas resmi,” kata Febri.   Sehingga menurut dia, KPK memandang penganiayaan terhadap dua pegawai KPK dan perampasan barang-barang yang ada pada pegawai itu tindakan serangan terhadap penegak hukum yang sedang menjalankan tugas.

“KPK berkoordinasi dengan Polda (Metro Jaya) dan berharap setelah laporan ini agar segera memproses pelaku penganiayaan tersebut. Agar hal yang sama tidak terjadi pada penegak hukum lain yang bertugas, baik KPK, Kejaksaan ataupun Polri,” kata dia. (ant/wps)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.