Security BRI SP 1 Dikeroyok Lima Pemuda

0
130
Foto: Istimewa/TimeX PELAKU – Tiga pelaku saat diamankan  polisi di Polsek Mimika Baru, Minggu (31/3) pagi.

“Saya terus tanya, de siapa punya kunci dalam motor saya. Dia bilang bukan kunci kami om. Saya tanya lagi siapa e…? Karena saya lihat di CCTV ada orang bolak-balik di situ pake baju hijau. Saya memang tidak lihat mukanya tapi lihat komplotannya”

TIMIKA,TimeX

Jemi Tayan (32) Security (Satuan Pengamanan) BRI Kelurahan Kamoro Jaya SP 1 di Jalan Yos Sudarso dikeroyok oleh lima pemuda Anak Baru Gede (ABG).

Foto: Istimewa/TimeX
PELAKU – Tiga pelaku saat diamankan  polisi di Polsek Mimika Baru, Minggu (31/3) pagi.

Kelima pemuda diduga melakukan pengeroyokan terhadap korban pada Minggu (31/3) sekitar pukul 05:00 WIT, dalam kondisi mabuk.

Awal kejadian sebagaimana penuturan korban,  sesuai jadwal piket, ia masuk pada Sabtu (30/3) pagi dan baru lepas piket, Minggu (31/3) sekira pukul 07.00 WIT.

Namun, sebelum waktu lepas piket, korban yang beralamat di Lorong Taruna, Nawaripi ini memilih pulang lebih awal lantaran hendak mengikuti ibadah pagi di Gereja Viadolorosa, Sempan.

Tak pelak, sebelum keluar dari ruangan, korban sempat memantau Closed Circuit Television (CCTV), kalau ada pelaku mondar-mandir dan masuk menarik uang di ATM.

Ironisnya, kartu ATM yang digunakan tidak sesuai. Pelaku yang diduga karyawan salah satu perusahaan kontraktor PT Freeport Indonesia itu diduga mengunakan kartu ATM lain bukan BRI.

Tidak berapa lama kemudian, korban tidak lagi melihat adanya orang mondar-mandir di luar.

Pikir korban kalau orang tersebut sudah pergi. Ia pun langsung keluar menuju lokasi dimana sepeda motornya diparkir. Begitu kagetnya korban saat masukan kunci kontak sepeda motornya, ternyata tidak bisa karena ada kunci yang patah dalam kontak.

“Saya terus tanya, de siapa punya kunci dalam motor saya. Dia bilang bukan kunci kami om. Saya tanya lagi siapa e…? Karena saya lihat di CCTV ada orang bolak-balik di situ pake baju hijau. Saya memang tidak lihat mukanya tapi lihat komplotannya,” jelas korban saat ditemui Timika eXpress di Ruang Cenderawasih RSUD Mimika pada Minggu (31/3) sekira pukul 16.00 WIT.

Setelah itu ujar korban, pelaku kemudian datang lagi sambil membawa sebatang lidi mengorek keluar potongan anak kunci. Ketika potongan kunci dikeluarkan, korban kembali bertanya ini kuncinya siapa? Lantas pelaku langsung menjawab bahwa ini kuncinya.

foto: Ist./TimeX
Jemi Tayan

“Dia tunjuk ke saya, saya tanya ini kuncinya siapa langsung dia bilang ini kunci saya. Waktu pertama kali saya tanya siapa punya dia tidak mengaku. Tapi setelah dikasih keluar saya tanya baru dia mengaku dia punya. Setelah saya cocokan dengan kuncinya memang benar patah,” jelas korban.

Dari situ korban kemudian pamit untuk pulang. Ia juga buru-buru starter sepeda motornya berangkat ke kediamannya karena jam sudah hampir setengah enam untuk ikut ibadah pagi di Gereja Viadolorosa, Sempan.

Baru jalan beberapa meter dari BRI, empat orang pelaku langsung menyerbunya dari belakang. Tiga orang memeluk korban dan satu orang mencekik leher dengan berkata ‘om mau lapor polisi?

Korban kemudian menjawab tidak. Sementara satu orang lagi datang langsung memukul kepala korban dengan besi bekas kaki meja pondok pinang.

Pelaku hantam pertama kena di kepala bagian belakang. Untungnya masih mengenai helm. Pelaku pukul kali kedua helmnya jatuh sehingga kena langsung di kepala bagian atas.

“Saya memang tidak bisa berbuat banyak. Saya masih di atas motor dan mereka banyak tiga orang peluk. Saya matikan motor. Pada saat saya hampir tumbang dia pukul lagi kena di rahang kiri,” jelasnya.

Ia menjelaskan pelaku tidak membawa barang tajam hanya setelah mereka lihat dirinya sudah sempoyongan dua pelaku kembali memukulnya kena persis di rahang kiri.

Korban berusaha berdiri lepaskan sepeda motornya pergi meminta bantuan teman Security Bank Papua untuk hubungi polisi mereka juga masih kejar.

“Saya tidak bisa telpon karena HP saya sudah jatuh. Untungnya ketika saya balik dari panggil teman security ada satu bapak pilih lalu kasih kembali. Sementara tiga pelaku sudah diamankan warga dan dua lainnya kabur dengan sepeda motor,” jelasnya.

Selang beberapa menit kemudian polisi datang langsung membekuk tiga orang pelaku yang sudah diamankan warga termasuk sepeda motor pelaku. Pelaku utama kata korban sudah kerja di PT Trakindo. Pelaku diduga anak-anak dari SP 4 jalur 7.

Korban tugas menjaga di BRI SP 1 hampir setahun lebih sebelumnya jaga malam di BRI SP 2.

“Di situ saya sendiri. Jadi kalau sudah jaga malam ya tugasnya jaga malam terus. Yang siang, siang terus. Hanya dua orang saja. Jaganya 12 jam dari jam tujuh pagi sampai besoknya jam tujuh pagi,” tuturnya.

Ia mengatakan dari lokasi kejadian sekira pukul 06.00 WIT pagi dirinya dievakuasi oleh warga menggunakan sepeda motor menuju UGD RSUD.

Istri korban yang minta namanya jangan dikorankan bahwa kasus ini ia telah laporkan ke Polsek Mimika Baru. Ia harap pelaku diberi hukuman setimpal dengan perbuatan agar ada efek jerah.

“Kami dari keluarga minta pelakunya dihukum biar ada efek jerahnya,” katanya.

Akibat pengeroyokan ini ia mengalami luka pada bagian belakang kepala dan memar di rahang kiri.

Sementara AKP Pilomina Ida Waymramra Kapolsek Mimika Baru melalui Ipda Andi Suhidin Kanit Reskrim Polsek Miru saat dikonfirmasi Timika eXpress via telepon membenarkan adanya kasus pengeroyokan.

Ia menyebutkan tiga pelaku sudah diamankan. Masing-masing berinisial FK, RR dan OW sebagai pelaku utama.

Andi menjelaskan dirinya mendapat laporan dari pelapor pada saat kejadian. Bahwa korban dipukul oleh orang mabuk. Merespons itu polisi langsung turun ke TKP. Di TKP melihat korban sudah berlumuran darah mengalami luka robek pada bibir bagian atas dan kepala bagian belakang.

Kasus ini ditangani Polsek Mimika Baru dengan Laporan Polisi Nomor:146/III/2019/Papua /Res Mimika/Sek. Mimika Baru yang dilaporkan pada Sabtu (30/3).

Pelaku utama saat beraksi mengenakan sandal jepit warna hijau, celana jeans biru pendek dan baju kaos hitam, rambu lurus berkulit putih.

Sementara dua temannya FK dan RR, satunya mengenakan baju kaos hitam dipadukan celana panjang jeans biru dan sweater abu-abu. Dan satunya lagi mengenakan topi, baju kaos hitam berkerak, celana pendek, sandal serta gelang karet di tangan kiri. (tio/tan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.