Kontraktor Pengadaan 15 Ambulance Didenda

0
113
foto: Dok./TimeX Alfred Douw

 TIMIKA,TimeX

Kontraktor pengadaan 15 unit Ambulance dan Puskesmas Keliling (Pusling) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika didenda keterlambatan sebesar Rp 501 juta.

Ilustrasi

Dimana besaran anggaran pengadaan senilai Rp3,5 miliar bersumber dari APBD Mimika tahun anggaran 2018.

Kepala Dinkes Mimika, Alfred Douw saat ditemui Timika eXpress di Pusat Pemerintahan SP3, Kamis (23/5), mengungkapkan, denda Rp501 juta terhadap kontraktor yang menangani proyek pengadaan akses transportasi layanan kesehatan ini  terungkap dari hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

“Dari hasil audit BPK ini jadi temuan, sehingga kontraktornya dituntut untuk kembalikan uang denda keterlambatan ke kas negara. Hanya saja saya lupa nama kontraktornya,” kata Alfred.

Mantan Kepala Dinas Sosial Mimika itu menjelaskan, pengadaan ambulance dan mobil Pusling ini sudah diprogramkan sejak dua tahun lalu, namun baru terealisasi di 2018.

foto: Dok./TimeX
Alfred Douw

Dari total pengadaan 15 unit, delapan unit telah tiba pada Maret 2018 sesuai kontrak yang disepakati kontraktor dan pihak Dinkes.

Sementara sisa tujuh unit mobil lainnya baru tiba di Mimika pada 28 April 2019.

Padahal sesuai kesepakatan, tujuh  mobil operasional tersebut harusnya tiba di Mimika pada November 2018.

Keterlambatan pengiriman jelas Alfred lantaran dari pihak kontraktor salah pengiriman hingga nyasar sampai ke Pontianak, Kalimantan Barat.

Setelah bongkar kontainer didapati mobil ambulance Kabupaten Mimika, maka pihak ekspedisi yang tangani pengiriman kirim balik ke Jakarta, lalu dari Jakarta dikirim kembali ke Makassar, kemudian lanjut ke Timika.

“Dinilai pengadaan tujuh mobil ini melewati  batas waktu kontrak kerja, sehingga terjadi temuan BPK saat dilakukan audit. BPK menyarankan agar pihak kontrakor segera kembalikan uang sebesar lima ratus satu juta sebagai denda keterlambatan,” tegasnya.

Oleh pihak kontraktor, tujuh mobil yang pengirimannya terlambat sementraa diurus plat tanda nomor kendaraan (PA) dan kelengkapan admiistrasi lainnya.

Hingga saat ini biaya 15 unit belum dibayar satu sen pun masih tersimpan di bank. Jika semua kewajiban kontraktor sudah diselesaikan barulah anggaran itu bisa dicairkan sekaligus potong denda keterlambatan. (a30)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.