Jadilah Saksi Kristus yang Membanggakan

0
147
Foto: Yosefina Dai Dore/TimeX BERARAK MENUJU ALTAR - Sejumlah misdinar bersama Pastor Darius Kuntara, OFM dan prodiakon berarak menuju altar saat Misa Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga di Gereja Santo Stefanus Sempan, Kamis (30/5).

> Perayaan Kenaikan Tuhan Yesus

TIMIKA,TimeX

Umat Katolik diminta menjadi saksi Kristus yang membanggakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan ini disampaikan Pastor Darius Kuntara, OFM, pastor rekan Gereja Santo Stefanus Sempan dalam khotbahnya saat misa hari Kenaikan Yesus Kristus ke surga, di gereja tersebut, Kamis (30/5).

Foto: Yosefina Dai Dore/TimeX
BERARAK MENUJU ALTAR – Sejumlah misdinar bersama Pastor Darius Kuntara, OFM dan prodiakon berarak menuju altar saat Misa Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga di Gereja Santo Stefanus Sempan, Kamis (30/5).

Ia mengatakan  saat Yesus naik ke surga Ia memberkati dan memberi tugas kepada murid-murid-Nya untuk menjadi saksi kabar suka cita. Peristiwa kenaikan Yesus ujarnya merupakan peristiwa iman karena umat Kristiani meyakini bahwa Yesus telah naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa.

“Peristiwa iman yang merupakan bagian dari peristiwa kebangkitan Kristus  ini mendorong kita semua menjadi saksi Kristus seperti murid-murid Kristus, kita harus menjadi saksi Kristus yang membanggakan. Dalam doa dan ekaristi ini kita kumpul bersama bahu-membahu untuk menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari,” kata Darius.

Ia berharap dengan kebangkitan dan kematian Kristus, hati semua umat Kristiani penuh suka cita dan benar-benar mampu mewartakan kasih Kristus.

“Semoga kita semua hidup dalam gereja Kristus dan menjadi gereja Kristus yang hidup untuk selama-lamnya,” katanya.

Pastor Amandus: Jalani Hidup ini Secara Berimbang

Sementara Pastor Paroki Gereja Katedral Tiga Raja Amandus Rahadat, Pr berpesan kepada umat agar dapat menjalani hidup di dunia ini secara berimbang karena apa yang ada di dunia ini hanyalah sementara.

Pesan tersebut disampaikan saat pimpin misa Kenaikan Isa Almasih pada misa kedua di Gereja Katedral Tiga Raja, Kamis (30/5).

Kenaikan Isa Almasih ujarnya adalah peristiwa terjadi 40 hari setelah kebangkitan Yesus ke surga.

Amandus dalam khotbahnya menekankan dalam kenaikan Yesus ini ada penegasan penting yakni Yesus meninggalkan dunia. Artinya dunia hanya tempat singgah sebentar, dunia bukan segala-galanya. Walaupun dunia ini hanya sementara para murid menerima tugas perutusan untuk melanjutkan karya Yesus di dunia sebagai saksi Yesus.

“Kita yang masih ada di dunia ini hanya berziarah untuk menuju ke surga, karena kita adalah warga surga. Makna kenaikan Yesus ke surga bukan hanya simbolis dirayakan melainkan sesungguhnya sebuah proses penyelamatan manusia oleh Allah,” tutur Pastor Amandus.

Pastor Amandus berpesan kepada kaum bapak jangan terlalu mengejar barang duniawi karena di dunia ini manusia hanya berziarah saja. Materi itu perlu tetapi bukan segala-galanya. Jangan lupa nilai keabadian sebagai bekal roh Allah kepada anak-anak yang tidak akan pernah musnah.

“Kenapa pesan itu kepada bapak-bapak karena kebanyakan pada kegiatan ibadah kombas yang hadir hanya ibu-ibu dan anak-anak saja. Bapak-bapak masih sibuk kerja. Jadi mari kita jalani hidup ini secara berimbang, bekerja dan berdoa,” ungkapnya. (san/epy)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.