Perjumpaan Maria dan Elisabet Melahirkan Keselamatan

0
136
Foto: Yosefina Dai Dore/TimeX RENUNGAN-Pastor Darius Kuntara, OFM saat menyampaikan renungan firman Tuhan pada misa penutupan Bulan Maria di Gereja Santo Stefanus Sempan, Jumat (31/5) malam.
  • Misa Penutupan Bulan Rosario
Foto: Yosefina Dai Dore/TimeX
RENUNGAN-Pastor Darius Kuntara, OFM saat menyampaikan renungan firman Tuhan pada misa penutupan Bulan Maria di Gereja Santo Stefanus Sempan, Jumat (31/5) malam.

TIMIKA, TimeX

Perayaan penutupan Bulan Rosario yang dirayakan kemarin, Jumat (31/5) oleh umat Katolik diseluruh dunia mengangkat tema perjumpaan Maria dan Elisabet.

Pastor Darius Kuntara, OFM dalam renungan firman Tuhan dari Injil Lukas 1:39-56 tentang Maria dan Elisabet, yang disampaikannya saat perayaan misa penutupan Bulan Rosario di Gereja Katolik Santo Stefanus Sempan, Jumat (31/5) malam, mengatakan perjumpaan Santa Maria dan Santa Elisabet melahirkan keselamatan, suka cita, dan masa depan yang penuh iman dan cinta.

“Ketika Elisabet mendengarkan salam dari Maria, buah rahim Elisabet melonjak kegirangan. Ini sebuah mujjizat. Perjumpaan Maria dan Elisabet untuk menceritakan keselamatan yang melahirkan suka cita dan masa depan yang penuh iman dan cinta,” kata Darius.

Ia mengatakan saat pertemuan itu Elisabet penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring, ‘Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai di telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Berbahagialah ia yang percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana’. “Dari sejarah pertemuan  ini lahirlah doa Salam Maria untuk mengenang kembali sejarah keselamatan,” katanya.

Darius mengatakan inti dari kehidup ini yakni perjumpaan manusia dengan Tuhan yang menyelamatkan. Seperti dalam Bulan Rosario yang jatuh pada Bulan Mei dan Oktober setiap hari umat Alla berjumpa untuk berdoa Rosario.

“Perjumpaan dengan Tuhan kita wujudkan dalan kehidupan sehari-hari melalui perjumpaan dengan sesama, saling mendukung dan mendoakan. Di saat kita sakit hati dengan tetangga, dengan sesama maka itu akan menghilangkan berkat,” tuturnya.

Dikatakan perjumpaan dalam sebuah keluarga juga bisa dilakukan di meja makan. Saat makan seluruh keluarga berkumpul, berecerita, saling mendukung dan saling mengingkakat. “Saat itu sebuah keluarga menjadi gereja yang hidup,” pesannya.

Misa perayaan Bulan Maria kemarin malam dihadiri banyak  umat dan dimeriahkan paduan suara dari Sekolah Santa Maria. Saat perarakan persembahan ke Altar, diiringi dengan tarian tor-tor yang dibawakan oleh guru-guru dan murid-murid Santa Maria yang menggunakan aksesoris khas Suku Batak.

Sebelum dilaksanakan misa penutupan Bulan Maria, dilakukan Novena Roh Kudus hari pertama.

Sementara  itu Pastor Amandus Rahadat, Pr dalam renungan firman Tuhan yang disampaikan saat misa penutupan Bulan Rosario di Gereja Katedral Tiga Raja mengatakan Berdoa Rosario pada setiap bulan Maria di bulan Mei dan Oktober, dapat membebaskan manusia dari malapetaka. Sehingga ia mengingatkan umat katolik untuk selalu berdoa Rosario dimanapun berada.

“Malam ini kita boleh menutup doa rosario dari rumah ke rumah tetapi secara pribadi dan keluarga jangan pernah berhenti berdoa Rosario, karena Bunda Maria sudah menjanjikan barang siapa yang berdoa rosario dia akan bebas dari mala petaka,”ungkapnya.

Menurutnya Bunda Maria mempunyai tempat yang sangat istimewa dan pemahaman ini sudah ditanam dalam diri orang katolik sejak kecil.

“Maria merupakan  mama dan bunda kita semua dan untuk mengenangnya selama satu bulan penuh kita telah lewati doa Rosario bersama dengan berdoa Salam Maria,”kata Amandus.

Dikatakan, Maria merupakan seorang perempuan sederhana, dalam kalimat doa Salam Maria Penuh Rahmat. Doa ini  merupakan kata-kata dari malaikat karena Maria adalah satu-satunya manusia di dunia yang memperoleh sapaan penuh rahmat.

“Saat Maria masih di dunia, utusan Allah turun dan menyapa Maria sehingga menjadi rahmat bagi semua orang,” tuturnya.

Dikatakan saat Maria mengunjungi Elisabeth saudaranya, Elisabeth dipenuhi roh kudus dan merasakan Tuhan sedang mengunjunginya, sehingga keluar kalimat dari mulutnya ‘terpujilah engkau diantara semua wanita dan terpujilah yang  buah rahim mu’.

“Roh Kudus yang memberikan inspirasi pada Elisabeth sehingga ia bisa mengandung, karena sebelumnya dalam dunia orang Yahudi Elisabet dianggap orang berdosa karena mandul” katanya.(epy/san)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.