Hidup Itu Seni Jika Hargai Perbedaan

0
79
Foto: Kristina/TimeX RP Maximilanus Dora, OFM

TIMIKA,TimeX

Reverendus Pater (RP) Maximilanus Dora OFM Pastor Paroki Santo Stefanus Sempan mengungkapkan hidup itu menjadi seni jika hargai perbedaan diantara sesama umat beragama.

Foto: Kristina/TimeX
RP Maximilanus Dora, OFM

“Biasanya hari raya ditandai dengan tanggal merah yang mau mengatakan bahwa kita semua harus saling menghargai, dan menghormati satu dengan lainnya, dan kita umat yang beragama lain juga tentu turut merayakannya,” kata RP Maxi saat ditemui Timika eXpress di pastoran pada Senin (3/6).

Selaku gembala umat Katolik ia menghendaki umat yang ada di Mimika juga bisa menciptakan suasana toleransi.

“Selain adanya imbauan yang menjadi penting juga adalah masyarakat juga harus menciptakan suasana yang kondusif, aman dan damai serta tidak membuat keributan dan keonaran di berbagai tempat,” harapnya.

Ia berharap melalui momen Idul Fitri bisa menghangantar sama saudara umat muslim meraih kemenangan dengan sukacita.

“Semoga dengan momen lebaran ini bisa menambah nilai ibadah bagi umat muslim. Kemudian bisa selalu melaksanakan kegiatan sosial serta dengan hari raya ini menyadarkan umat muslim agar bisa lebih menciptakan toleransi dan kita umat katolik juga harus bersama mereka,” katanya.

Pastor asal Bajawa NTT ini mengungkapkan disetiap   khotbahnya selalu menyeruhkan sikap toleransi kepada umat Katolik.

“Bulan Mei umat Katolik menjalankan ibadah rosario sebagai bulan Maria, kemudian memasuki bulan Juni umat muslim merayakan hari raya Idul Fitri, sehingga saya selalu serukan kepada umat bahwa kita juga harus ikut merayakan dan ambil bagian dalam menyeruhkan sikap toleransi antarumat beragama,” ujarnya.

Ia berterimakasih kepada pemerintah Kabupaten Mimika, tokoh agama, baik dari Islam, Kristen maupun Katolik yang sudah banyak memberikan seruan serta imbauan dan pesan-pesan kemanusiaan selama ini.

“Memang seruan-seruan atau imbauan dari tokoh agama atau adat sangat penting supaya menciptakan suasana yang aman, damai di Mimika,” katanya.

Ia mengatakan akhir-akhir ini banyak perdebatan opini yang luar biasa saat Pemilu terkait perbedaan pilihan, sehingga seruan dari seluruh stakeholder menjadi sangat penting mendorong masyarakat tidak digiring oleh opini-opini yang berpihak kepada satu kelompok saja.

Tetapi lebih dari itu masyarakat bisa disadarkan menciptakan suasana perdamaian dan persatuan.

“Kita umat Katolik juga harus menghargai keberadaan dan hari raya mereka dan tentunya kita sama-sama merayakan,” ungkapnya.

Masyarakat Tingkatkan Toleransi Antarumat Beragama

Sementara Donald Salima Ketua Klasis GBI Papua mengajak umat kristiani meningkatkan sikap toleransi  antarumat beragama. Hal ini bisa dilakukan dengan cara ikut serta mengamankan jalannya sholat Idul Fitri.

“Kita sebagai umat beragama harus menjaga wilayah Kota Timika untuk tetap aman, apalagi saudara kita merayakan Hari Raya Idul Fitri, maka seluruh masyarakat Kabupaten Mimika harus menjaga keamanan agar pelaksanaan sholat ini dapat berjalan sukses,” katanya.

Sebagai sesama umat beragama ia berpesan baiknya semuanya dapat menghilangkan rasa benci dan sakit hati akibat Pilpres. Berbeda pilihan itu sesuatu yang wajar namun tidak mengorbankan persaudaraan sebagai anak bangsa.

“Kami hanya berharap masyarakat Timika mampu menjaga keseimbangan antarkelompok dan turut dalam membantu mensukseskan hari raya Idul Fitri ini,” ujarnya. (aro/a33)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.