Masyarakat Agimuga-Kokonao-Atuka Segera Nikmati Listrik

0
74
Foto: Santi/TimeX Septian Pujianto

TIMIKA,TimeX

Masyarakat Distrik Agimuga, Kokonao Distrik Mimika Barat dan Atuka Distrik Mimika Tengah pada tahun 2019 ini segera menikmati program listrik desa dari managemen PT PLN Induk Wilayah Papua dan Papua Barat.

Mewujudkan program itu PT PLN Induk Wilayah Papua dan Papua Barat akan merelokasi pembangkit diesel dari Atsi ke Timika untuk menunjang program listrik desa.

Foto: Santi/TimeX
Septian Pujianto

Namun tahun 2017 lalu PLN sudah memasang jaringan instalasinya tinggal menunggu pembangkitnya saja.

“Tapi sekarang warga di tiga distrik tersebut belum menikmati penerangan karena letak geografis di daerah tersebut yang membuat mobilisasinya terlambat,” demikian dikatakan Septian Pujianto Asisten Manager PLN Unit Induk Papua dan Papua Barat dalam konferensi pers di Mels Cafe, Kamis (25/7) malam.

Ia menyebutkan akan merelokasi dua mesin yakni satu mesin berkapastas daya 1×100 KW yang akan ditempatkan di Atuka dan 1×100 KW untuk Kokonao. Tetapi khusus Agimuga KW nya lebih besar 1×500 KW dari Kampung Kokonao dan Atuka. Ia beralasan potensi pelanggan saat melakukan pengecekan memang cukup tinggi di Agimuga.

Sejauh ini pihaknya sudah berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan akan mengupayakan tahun ini bisa melistriki tiga distrik tersebut.

Septian mengemukan pengadaan mesin dan pemasangan instalasi berjalan bersamaan. Namun karena adanya pembatasan penggunaan High Speed Diesel (HSD) ke Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk menggunakan potensi yang ada dalam hal penerangan. Tetapi karena tiga distrik tersebut tidak memiliki potensi-potensi tersebut sehingga PLN kembali berinisiatif menggunakan mesin HSD.

“EBT itu yang terbaru tapi karena di sini tidak bisa makanya kita akan kembali menggunakan diesel. Memang persetujuan di sana pun untuk pengadaan mesin diesel sangat sulit, karena keterbatasan tersebut dari pemerintah kita ditekan untuk meminimalisir penggunaan HSD atau mesin diesel,” jelasnya.

Sejak tahun 2018 dan 2019 lanjutnya, PLN Induk Wilayah Papua dan Papua Barat diberikan target 777 desa di Papua dan Papua Barat, dan yang sudah menikmati penerangan sebanyak 252 desa terbanyak berada di Papua Barat.

Khusus Papua jelas Septian, tantangannya sangat besar sehingga program ini masih berada diangka 52 persen. Berbeda dengan Papua Barat sudah 99 persen masyarakat sudah merasakan aliran listrik. “Letak geografis yang ada di Papua ini sangat cukup menantang untuk melistriki sehingga banyak kendala pendistribusian material dan sebagainya menjadi kendala kami untuk melistriki suatu daerah,” ujarnya.

Daerah-daerah yang masih banyak belum dilistriki adalah daerah pegunungan seperti Lani Jaya, Intan Jaya, Memberamo Tengah, Nduga dan sebagainya. “Tapi kami akan terus dan terus berusaha agar masyarakat Papua bisa segera menikmati listrik seperti daerah-daerah lain,” ungkapnya. (san)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.