133 Kampung di Mimika Didorong Berinovasi

0
51
Foto: Indri/TimeX 1. KERAJINAN - Marthen Paiding Penjabat Sekda Mimika didampingi Michael Gomar selaku Kepala DPMK dan Syarial, Kadis Ketahanan Pangan saat menunjukan kerajinan tangan masyarakat kampong.
Foto: Indri/TimeX
KERAJINAN – Marthen Paiding Penjabat Sekda Mimika (kiri) didampingi Michael Gomar selaku Kepala DPMK dan Syarial, Kadis Ketahanan Pangan saat menunjukan kerajinan tangan masyarakat kampong, Selasa (20/8).

TIMIKA,TimeX

Seratus tiga puluh tiga kampung di Kabupaten Mimika didorong untuk berinovasi melalui Dana Desa/Kampung.

Hal ini disampaikan oleh Marthen Paiding Penjabat Sekda Mimika saat membuka kegiatan Bursa Pertukaran Inovasi yang digagas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Mimika di Hotel Horison Ultima, Selasa (20/8).

Peserta dalam kegiatan ini Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam), kepala kampung dan pendaping 133 kampung.

Besaran alokasi anggaran bagi Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) pada 2018 sebesar Rp 1.111.579.104 dan 2019 sebesar Rp 622.763.000. Sedangkan untuk Bursa Inovasi Desa (BID)  tahun 2018 sebesar Rp 111.157.910 dan tahun 2019 sebesar  Rp 93.414.450.

Marthen mengatakan, program inovasi desa merupakan salah satu upaya Kementrian  Desa Pembangunan daerah Tertinggal dan Tramigrasi Republik Indonesia,  dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan di kampung, melalui pemanfaatan DD secara lebih berkualitas dan strategis baik dalam pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan.

Menurutnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), pelayanan sosial dasar maupun infrastruktur kampung serta bertujuan untuk meningkatkan kapasitas desa dalam pengembangan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa yang bersumber  dari DD secara berkualitas melalui pengelolaan  pengetahuan dan inovasi desa.

Inovasi ujarnya, bisa saja dikasih atau diadopsi kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang inovatif, serta dukungan lembaga-lembaga penyedia  peningkatan kapasitas teknis desa, serta penigkatakan pengetahuan dan keterampilan kampung agar memperoleh akses dan kualitas.

Program inovasi desa lanjutnya,  merupakan bursa pertukaran inovasi desa yang diharapkan mampu munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipasi dan merupakan salah satu bentuk dukungan kepada kampung agar lebih efektif dalam penggunaan DD dalam investasi, dalam peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap kepada 133 kepala kampung dan Bamuskan dengan mengikuti kegiatan ini dapat memberikan inovasi baru bagi kampung untuk berpartisipasi dalam proses menggali dan memanfaatkan potensi yang ada di kampung. Dalam pelaksanaan sesuai koridor yang ada dengan membuat perencanaan yang baik, bersinergi antara program pemerintah kabupaten dan pemerintah desa.

“Mungkin kita bertanya inovasi itu apa. Itu adalah perubahan atau pembeharuan sesuatu yang tidak biasa, jadi inovasi itu sesuatu yang dilakukan  daripada yang lain,” katanya.

Ia menegaskan kalau dari dulu sampai sekrang begitu saja berarti kampung itu tidak ada inovasi/tidak ada perubahan.

Misalnya, dahulu kampung atau desa tidak memiliki sawah, tetapi karena adanya inovasi maka dibuatlah sawah  yang digarap oleh warga kampung seperti di Kampung Mulia Kencana. Dengan demikian pengunaan DD ini ikut mendorong peningkatkan ekonomi masyarakat.

Lanjutnya perubahan atau inovasi yang dimaksud juga seperti adanya Badan usaha milik desa yang sering disebut dengan BUMDes, selain itu juga, inovasi juga apabila semua warga dikampung dapat dimasukan dalam BPJS Kesehatan  yang anggaranya ditanggung melalui DD seperti Kampung Mulia Kencana.

“Itu yang namanya inovasi karena ada hal-hal baru yang dilakukan, dan kita harus tiru ini, karena ada perubahan yang terjadi di dalam pemerintahan,” katanya.

Sementara Michael Gomar Kepala DPMK Mimika dalam sambutan menekankan tujuan kegiatan bursa pertukaran inovasi kampung ini untuk melaksanakan bursa pertukaran inovasi untuk mendorong dan memfasilitasi penguatan kapasitas desa dalam pengembangan  ekonomi lokal dan kewirausahaan, peningkatakan kualitas SDM  dan infrastruktur desa.

Selain itu merevitalisasi kinerja pelaku ekonomi P3MD di tingkat kabupaten, distrik dan kampung. (a30)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.