Kemenhub Alokasikan 145 Unit Bus untuk Mimika

0
56
Foto: Ist./TimeX RAKOR - Eltinus Omaleng, Bupati Mimika dan Johanes Rettob, Wakil Bupati Mimika saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) pembangunan infrastruktur transportasi Provinsi Papua di Ruang Rapat Rajawali, Kantor Kementerian Perhubungan RI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (13/10).

“Kami sudah anggarkan Rp150 miliar untuk dikerjakan tahun 2019 namun banyak alasan dari Kementerian Perhubungan yang menghambat proses pembangunan terminal. Padahal target kami terminal dapat digunakan untuk hajatan PON 2020″

Foto: Ist./TimeX
RAKOR – Eltinus Omaleng, Bupati Mimika dan Johanes Rettob, Wakil Bupati Mimika saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) pembangunan infrastruktur transportasi Provinsi Papua di Ruang Rapat Rajawali, Kantor Kementerian Perhubungan RI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (13/10).

TIMIKA,TimeX
Kementerian Perhubungan RI, akan pengadaan 600 unit bus untuk Provinsi Papua, dan Kabupaten Mimika mendapat bantuan sebanyak 145 unit yang dipergunakan untuk melancarkan operasional PON 2020, termasuk dipergunakan untuk penjemputan anak sekolah.
Hal itu diungkapkan Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pembangunan infrastruktur transportasi Provinsi Papua, di Ruang Rapat Rajawali, Kantor Kementerian Perhubungan RI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (13/10), yang dihadiri oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE.,MH.
Dalam sambutan Menhub, ia mengatakan apa yang dilakukan pihaknya sebenarnya adalah instruksi Presiden untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur bisa berjalan lebih baik dan dipergunakan dengan baik.
Lanjutnya, pihaknya tidak ingin membangun tetapi tidak ada fungsinya, oleh karena itu pemerintah ingin memastikan anggaran 2020 itu memang sesuai dengan rencana atau ada hal-hal lain yang perlu diperbaiki, sehingga pihaknya bertemu dan dengar langsung dari para walikota dan bupati.
“Dari apa yang kita rencanakan dalam pembahasan tetapi bisa berkembang dengan apa yang ada di lapangan nanti. Secara umum malam ini akan ada serah terima pengelolaan Bandara Sentani dari Kementerian Perhubungan kepada Avec I, kemudian kita akan bangun Bandara Nabire, Bandara Oksibil, Bandara Ilaga, Bandara Kepi di Mappi,” tuturnya.
Sedangkan pembangunan pelabuhan di Depapre, Nabire dan Pomako Timika. Semua kegiatan pembangunan ini dianggarkan di tahun 2020 untuk menunjang pelaksanaan PON 2020 di Papua.
Sementara Bupati Mimika dalam laporannya mengatakan Bandara Udara Mozes Kilangin sementara dibangun dua bangunan terminal yang sumber dananya APBN dikerjakan pemerintah pusat, sedangkan APBD dibangun Pemkab Mimika. Bangunan terminal yang dikerjakan Pemerintah Pusat sudah mencapai sekitar 90 persen, sementara yang dibangun Pemkab Mimika masih 50 persen padahal harusnya diselesaikan bersamaan.
“Kami sudah anggarkan Rp150 miliar untuk dikerjakan tahun 2019 namun banyak alasan dari Kementerian Perhubungan yang menghambat proses pembangunan terminal. Padahal target kami terminal dapat digunakan untuk hajatan PON 2020,” kata Bupati Mimika.
Menurutnya, untuk saat ini apron perlu ditambah karena banyak pesawat yang masuk ke Timika dan perlu diatur dan tertibkan dengan baik, sehingga meminta dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat.
Kemudian Pelabuhan Pomako sebagian bangunannya sudah ambruk, karena itu menunggu kepastian bantuan dari Pemerintah Pusat.
“Ini ada kaitan dengan pelaksanaan PON 2020. Kalau infrastruktur jalan sementara kami kerjakan dengan baik, tinggal bandara dan pelabuhan yang harus dikerjakan penyelesaian secepatnya,” ungkap bupati.
Sebelum menutup Rakor, Menteri Perhubungan meminta bupati/walikota untuk koordinasi dengan Dirjen terkait di Kementerian Perhubungan guna mendapat petunjuk teknis terkait percepatan pembangunan infrastruktur transportasi di Papua.
Dalam Rakor, para bupati menyampaikan seluruh persoalan yang terjadi di masing-masing kabupaten. Harapan para bupati agar Kementerian Perhubungan RI serius membantu serta mendorong percepatan pembangunan infrastruktur transportasi di kabupaten/kota di Provinsi Papua, terutama lebih prioritaskan kabupaten/kota yang menjadi tuan rumah pelaksanaan PON 2020.
Rapat koordinasi dihadiri Kementerian PUPR, Bappenas, Wakil Bupati Mimika, Walikota Jayapura, Bupati Nabire, Puncak, Pegunungan Bintang, Asmat, Yahukimo, Mappi, Jayawijaya, Merauke dan Bupati Bovendigoel. (ozy)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.