Tujuh Bupati Sepakati Pembentukan Provinsi Papua Tengah

0
120
Foto: Santi/TimeX SEPAKAT - Tujuh Bupati di wilayah adat Mee Pago sepakat mendukung sepenuhnya pembentukan Provinsi Papua Tengah, dengan menandatangani kesepakatan di Hotel Grand Mozza, Jumat (1/11).

“Para bupati berkumpul di sini bukan untuk mengintervensi, tapi berdiskusi yang akan kita bawa ke Pemerintah Pusat, untuk penentuan nasib Papua Tengah. Walaupun pertama kali, tetapi pertemuan ini sudah diatur oleh Tuhan, sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang terbaik untuk masyarakat. Kami harus bergerak cepat, untuk pembentukan Provinsi Papua Tengah. Karena kapan lagi, dan ini demi anak-anak kita kedepannya”

Foto: Santi/TimeX
SEPAKAT – Tujuh Bupati di wilayah adat Mee Pago sepakat mendukung sepenuhnya pembentukan Provinsi Papua Tengah, dengan menandatangani kesepakatan di Hotel Grand Mozza, Jumat (1/11).

TIMIKA,TimeX
Sebanyak tujuh bupati yang tergabung dalam wilayah adat Mee Pago sepakat mendukung pembentukan Provinsi Papua Tengah (PPT), dengan direncanakan Mimika menjadi Ibukotanya.
Kesepakatan dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan dukungan pembentukan Provinsi Papua Tengah, pembentukan tim untuk pemekaran PPT diketuai oleh Bupati Nabire, Isaias Douw, Wakil Ketua, Bupati Mimika Eltinus Omaleng dilaksanakan dalam rapat koordinasi pembentukan Provinsi Papua Tengah berlangsung di Hotel Grand Mozza, Jumat (1/11).
Tujuh bupati yang mendukung pemekaran tersebut diantaranya, Eltinus Omaleng Bupati Mimika, Isaias Douw Bupati Nabire, Bupati Paniai diwakili Oktofianus Gobay Wakil Bupati, Wilem Wandik, Bupati Puncak, Natalis Tabuni, Bupati Intan Jaya, Yakobus Dugama, Bupati Dogiyai, dan Bupati Deyai diwakili Hengky Pigai Wakil Bupati Deyai.
Eltinus Omaleng, Bupati Mimika dalam sambutan mengatakan, pertemuan ini sebagai upaya untuk membicarakan nasib anak-anak Mee Pago kedepannya yang mana merupakan pertama kali para bupati berkumpul guna membahas pembentukan Provinsi Papua Tengah.
“Para bupati berkumpul di sini bukan untuk mengintervensi, tapi berdiskusi yang akan kita bawa ke Pemerintah Pusat, untuk penentuan nasib Papua Tengah. Walaupun pertama kali, tetapi pertemuan ini sudah diatur oleh Tuhan, sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang terbaik untuk masyarakat. Kami harus bergerak cepat, untuk pembentukan Provinsi Papua Tengah. Karena kapan lagi, dan ini demi anak-anak kita kedepannya,” tutur Eltinus.
Selanjutnya dilaksanakan pembahasan kesepakatan persetujuan pembentukan Provinsi Papua Tengah disusul tandatangan kesepakatan oleh tuju bupati yang isi surat tersebut menyatakan, mendukung sepenuhnya Provinsi Papua Tengah sebagaimana tercantum dalam Undang-undang nomor 45 tahun 1999, tentang Pembentukan Propinsi Irian Jaya Tengah, Propinsi Irian Jaya Barat, Kabupaten Paniai, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak Jaya, dan Kota Sorong. Menyetujui Ibukota Papua Tengah berkedudukan di Mimika, sebagaimana pasal 14 ayat (1) Undang-undang nomor 45 tahun 1999, tentang Pembentukan Propinsi Irian Jaya Tengah, Propinsi Irian Jaya Barat, Kabupaten Paniai, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak Jaya, dan Kota Sorong.
Lainnya, wilayah adat Mee Pago telah sepakat calon Provinsi Papua Tengah terdiri dari Kabupaten Mimika, Nabire, Paniai, Deyai, Dogiyai, Intan Jaya, dan Puncak dan dengan ditandatanganinya berita acara kesepakatan ini Provinsi Papua Tengah dinyatakan secara resmi dideklarasikan.
Isaias Douw, Bupati Nabire usai pertemuan kepada wartawan, Jumat (1/11) malam mengatakan, Papua Tengah sudah lama ada tetapi karena kondisi dan situasi dan selama ini pihaknya tidak tinggal diam untuk memperjuangkan Papua Tengah ini. Hingga akhirnya Presiden RI menyetujui di Papua dua provinsi termasuk Papua Selatan dan Papua Tengah.
“Itu sudah lama kami perjuangkan dan saya juga Bupati Nabire bahkan sebelum saya jadi bupati. Jadi perjuangan Papua Tengah ini sudah 20 tahun, kenapa berjuang lama karena kami tidak punya orang yang berkedudukan di Jakarta sehingga tidak ada yang membantu,” tutur Isaias.
Isaias mengatakan, dukungan-dukungan semua itu telah diserahkan kepada Jokowi Presiden RI pada tahun 2017 dan selama ini dimana ada pertemuan selalu disampaikan masalah pemekaran Papua Tengah. Wilayah Mee Pago ini juga merupakan bagian dari NKRI yang selalu memperhatikan empat pilar.
Dikatakan, bahwa terkait Papua Tengah banyak orang yang berpikir bahwa antar bupati di wilayah ini tidak bersatu, jadi sekarang para bupati berkumpul untuk menyamakan persepsi dan membentuk tim untuk memperjuangkan pembentukan Papua Tengah.
“Papua Tengah bukan barang baru karena ini sudah ada, jadi sekarang kami hanya minta untuk diaktifkan kembali saja karena kami bagian dari NKRI,” kata Isaias.
Menurutnya, yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah Pusat adalah, pembentukan Provinsi Papua Tengah ini jangan dilihat karena adanya kerusuhan, sehingga pemerintah hanya selalu memberikan janji-janji saja melainkan dapat diberikan dengan ketulusan hati, sehingga masyarakat Papua merasa diperhatikan.
Dalam waktu dekat katanya, tim akan bertemu Presiden RI dan DPR RI untuk membawa aspirasi ini. Namun sebelumnya akan dibahas bersama dulu dengan para dosen dari UGM Jogja.
Sedangkan, Wilem Wandik Bupati Puncak mengatakan, pembentukan Papua Tengah ini bukan baru tetapi sudah lama, maka sekarang para bupati ini meminta untuk dipercepat, apalagi sudah masuk dalam undang- undang dan moratorium sudah dicabut.
“Sekarang ini mau tidak mau Provinsi Papua Tengah harus segera diaktifkan kembali. Karena hal ini sudah diminta dan diperjuangkan oleh masyarakat, bukan sekarang-sekarang ini saja ini saja diperjuangkan,” tuturnya.
Diakui, bahwa tidak bergabung dengan Provinsi Papua Tengah karena cukup jauh dari wilayah Laa Pago, oleh sebab itu bupati yang ada di sini tidak bergabung dengan wilayah Laa Pago, yakni Provinsi Pegunungan Tengah yang terdiri Kabupaten Puncak Jaya, Lani Jaya, Tolikara, Jayawiya, Pegunungan Bintang, Yahukimo dan Maberamo Tengah.
“Kami tidak bergabung dengan mereka karena jarak yang jauh. Kenapa kami minta ini karena sesuai dengan adat istiadat, kultural dan lain sebagainya,” ungkapnya. (san)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.