Sebelum 30 Desember, 130 KK Pasar Damai Diminta ‘Angkat Kaki’

0
60
Foto: Indri/TimeX Willem Naa

“Saya tanya mereka, jadi kalian siap untuk pindah? Mereka bilangnya siap”
TIMIKA,TimeX
Sebanyak 130 Kepala Keluarga (KK) selama ini menempati Pasar Damai diminta sebelum 30 Desember 2019 supaya segera ‘angkat kaki’ (pindah-red) dari lokasi tersebut.

Foto: Indri/TimeX
Willem Naa

“Jadi memang ada 130 KK yang tinggal di situ (Pasar Damai), di luar dari itu ada 16 pedagang, tetapi yang pedagang kita arahkan ke Pasar Sentral saja,” ujar Willem Naa, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, (Kasatpol PP) usai menghadiri upacara bendera di Pusat Pemerintahan, Senin (11/11).
Ia mengatakan 130 KK ini rencananya direlokasi ke SP 4. Namun terkait itu Willem akan koordinasikan kembali dengan Bupati Mimika.
“Akan kami koordinasi lagi. Apa perlu mereka relokasi ke SP 4 sana atau bagaimana. Kalau memang arahan bupati demikian akan kita lakukan,” katanya.
Sebelum rencana relokasi 130 KK ini, ia dan Bernadinus Songbes, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah terlebih dahulu melakukan sosialiasi. Bahkan dalam sosialisasi itu katanya, warga Pasar Damai telah bersedia pindah ke SP 4, setelah ia memperlihatkan lahan yang akan menjadi lokasi baru bagi mereka.
“Saya tanya mereka, jadi kalian siap untuk pindah? Mereka bilangnya siap,” kata Willem menirukan ucapan warga.
Terkait sosialisasi ini direncanakan pada Jumat (15/11) akan undang lagi seluruh KK untuk duduk bersama membahas mengenai rencana relokasi tersebut.
“Saya sudah katakan kepada warga yang sewa di situ jangan bayar lagi uang sewanya, karena dalam waktu dekat kita sudah gusur, dan tanah itu bersertifikat Pemkab,” katanya.

Dapat tanah bersertifikat
Sebelumnya, Haji Syamsuddin, Ketua RT 09 Pasar Damai kepada Timika eXpress, Rabu (6/11) di kediamannya menjelaskan, 130-an KK akan mendapatkan tanah kapling ukuran 10×15 meter persegi bersertifikat yang dijanjikan pemerintah Kabupaten Mimika terletak di Kelurahan Wonosari Jaya SP-4, Distrik Wania
Ia mengatakan tanah tersebut diberikan pemerintah kepada warga tersebut sebagai pengganti atas tempat tinggal warganya yang sebentar lagi akan digusur guna penataan Kota Timika.
“Kami bersyukur karena pemerintah mau perhatikan warganya, meskipun sebenarnya, pemukiman yang ditempati warganya selama ini merupakan tanah milik pemerintah. Kita harus bersyukur karena tempat yang kita tinggal ini sebenarnya punya pemerintah. Kita dipindahkan tapi masih dapat tanah di SP-4,” ujar Syamsuddin.
Namun masyarakat ujarnya, masih berharap selain mendapatkan tanah kalau bisa sekalian dibuatkan rumah atau cukup menyediakan materialnya saja. Hal tersebut diminta berhubung hampir semua kepala keluarga di tempat tersebut kategori kurang mampu.

Foto: Dok./TimeX
Haji Syamsuddin

“Mereka merasa berat untuk membuat rumah baru karena mata pencaharian mereka hanya pendulang, tukang ojek, pedagang kecil dan bahkan ada yang nganggur,” tuturnya.
Syamsuddin juga meminta pemerintah menyediakan kios di Pasar Sentral bagi 28 pedagang yang selama ini berjualan di wilayah Pasar Damai yang sudah terdata oleh Disperindag.
“Ada 28 warga di sini yang punya kios juga didata oleh Disperindag. Mereka dikasih tempat di dalam Pasar Sentral untuk berjualan,” ujar Syamsudin.
>>102 Bangun sudah ditertibkan
Willem juga menyebutkan sejak adanya instruksi bupati meneganai penertiban bangunan liar dan bangun di atas drainase di jalan utama dan arteri di seputaran Kota Timika hingga saat ini sudah tercatat 102 bangunan yang sudah ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja.
Penertiban ini dimulai 10 April dan akan berakhir pada 30 Desember nanti. Penertiban didasari Peraturan Daerah (Perda) Mimika Nomor 8 Tahun 2012. Dalam Perda menerangkan jika bangunan berada di jalan protokol harus berjarak kurang lebih 20 meter dari ruas jalan, sedangkan jalan sekunder 15 meter.
Menurut Willem, selama penertiban berlanjut tidak ada penolakan atau komplain dari pemilik bangunan, karena yang ditertibkan hanya bangunan di atas drainase.
“Kami akan kembali tertibkan bangunan di Jalan Budi Utomo sampai Jalan Hasanuddin, karena kita lihat lokasi jalan itu sudah mulai macet, jadi rencananya jalan akan dibuat dua jalur,” ujar Willem.
Penertiban dan pembongkaran bangunan guna pelebaran ruas Jalan Budi Utomo hingga Hasanuddin sesuai perintah bupati.
Tidak hanya itu saja, penertiban masih akan beranjut hingga di ruas Jalan Cenderawasih hingga di Pasar SP 2 dan surat edaran sudah dibagikan. “Kalau mereka tidak bongkar nanti kami yang bongkar,” tegasnya. (a34/a30)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.