140 Kilo Daging Babi Ilegal Asal Manado Dimusnahkan

0
55
Foto: Ist./ TimeX MUSNAHKAN – Tasrif, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 (paling ujung kiri) saat musnahkan daging babi ilegal bersama instansi terkait, Senin (11/11).
Foto: Ist./ TimeX
MUSNAHKAN – Tasrif, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 (paling ujung kiri) saat musnahkan daging babi ilegal bersama instansi terkait, Senin (11/11).

TIMIKA,TimeX
Petugas Karantina Pertanian Timika musnahkan media daging babi ilegal seberat 140 kilogram asal Manado. Daging ini digagalkan oleh petugas Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Timika dari KM Tatamailau saat menjalani pengawasan di tempat pemasukan dan pengeluaran di wilayah kerja Pelabuhan Laut Pomako pada 5 November 2019 lalu. Daging celeng ini dikemas dalam bungkusan makanan jenis styrofoam dan mengibuli petugas disembunyikan di tumpukan ikan segar.
Demikiian disampaikan Tasriff, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I saat ditemui di sela- sela coffee morning, kepatuhan perkarantinaan di wilayah pelabuhan dan bandar udara, Stasiun Karantina Pertanian berlangsung di Hotel Horizon Ultima, Selasa (12/11).
Tasrif menjelaskan upaya pemanggilan terhadap pemilik/kuasanya telah ditempuh namun sampai dilakukan tindakan penolakan pun pemilik/kuasanya tidak mempunyai itikad dan kerjasama baik sehingga berakhir pada tindakan pemusnahan.
Pemusnahan daging babi ilegal ini ujarnya, telah berlangsung pada Senin (11/11) di Kantor Stasiun Karantina Pertanian Timika menggunakan Incinerator.
Turut dalam pemusnahan perwakilan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, Bea Cukai serta Kepolisian Sektor Pomako.
Daging celeng tanpa dokumen tersebut memiliki potensi sangat membahayakan bagi kesehatan manusia, karena status kesehatannya tidak jelas sehingga berpotensi mengandung bibit penyakit.
Salah satunya adalah risiko zoonosis, penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia melalui daging babi adalah penyakit sistiserkosis. Penyakit ini disebabkan oleh larva cacing pita berbentuk cyste pada bagian daging celeng yang apabila dikonsumsi dapat bersarang di otak manusia mengakibatkan meningitis serta gangguan otak lainnya atau disebut neurosistiserkosis.
Atas kejadian ini ujarnya, pemilik/kuasanya telah melanggar ketentuan dipersyaratkan dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan (Pasal 6 poin a dan c), Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan (Pasal 3 Poin a dan d), dan merupakan media pembawa yang dilarang pemasukannya kedalam wilayah Kabupaten Mimika berdasarkan surat edaran Pemkab Mimika melalui Dinas Peternakan, Tanaman Pangan dan Perkebunan No. 520.4/27/DPT PP/12 tanggal 1 Februari 2012 tentang kewaspadaan terhadap penyakit hewan menular, dan surat edaran Sekda Kabupaten Mimika No: 524./175, tertanggal 4 Mei 2009, tentang pelarangan memasukkan ternak babi dan produk olahannya dari propinsi/kabupaten kain ke wilayah Kabupaten Mimika, dalam rangka pengendalian penyakit hog cholera pada ternak babi. (a32)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.