Natal Pemda dan Masyarakat Dimeriahkan Grup Qasidah Jabal

0
54
Foto: Santi/TimeX ANTUSIAS - Tampak masyarakat antusias memadati Graha Eme Neme Yauware untuk mengikuti natal bersama Pemda, Selasa (17/12).

“Mari kita baku sayang satu sama lain karena kita semua bersaudara.Kasihilah seorang kepada yang lain sebagai satu sama lain sebab kita bersaudara”

Foto: Santi/TimeX
ANTUSIAS – Tampak masyarakat antusias memadati Graha Eme Neme Yauware untuk mengikuti natal bersama Pemda, Selasa (17/12).

TIMIKA,TimeX
Perayaan Natal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika bersama masyarakat, TNI dan Polri Tahun 2019 menghadirkan nuansa keberagaman nusantara sebagai wujud toleransi umat beragama di tanah Amungsa.
Natal yang berlangsung di Graha Eme Neme Yauware, Selasa (17/12) ini dimeriahkan dengan lagu qasidah penampilan Grup Qasidah Jabal Rahman Mapurujaya serta memberi ucapan selamat Natal bagi umat nasrani yang merayakan, sebagai bentuk pluralisme.
Suasana sarat keberagaman, dengan kehadiran umat Muslim, Hindu, termasuk perwakilan dari berbagai denominasi Gereja dan Forkopimda, ASN lingkup Pemkab Mimika, TNI-Polri, BUMN-BUMD, civitas pendidikan serta masyarakat Mimika.
Ada pula puji-pujian yang dibawakan oleh grup dari paduan suara Pesparawi, paduan suara Kodim 1710 Mimika, paduan suara Polres Mimika, Pesparani dan duet Ketua LPPD Johan Ade Matulessy dan Ketua Pesparawi John Rettob.
Perayaan Natal dalam rangka meningkatkan kebersamaan dan toleransi mengusung tema “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang” dan sub tema “Dengan Memaknai Perayaan Natal, Kita Dimampukan Untuk Hidup Saling Mengasihi Dan Bersahabat Dengan Semua Orang Dalam Semangat Eme Neme Yauware”.
Perayaan Natal yang dimulai dengan peniupan triton atau kerang dan penyalaan lilin serta ibadah yang dipimpin oleh Pastor John Bunay, Pr dan proses perayaan dipimpin oleh Pendeta Yance Numberi.
Pastor John Bunay, Pr dalam khotbahnya yang diambil dari Injil 15:9-17 berpesan ada empat kado Natal dimana matahari terbit dari Papua ke Indonesia barat sehingga harus menunjukkan, hidup bersaudara tanpa memandang suku, ras dan agama serta tunjukkanlah kepedulian yang tulus kepada orang lain.
“Mari kita baku sayang satu sama lain karena kita semua bersaudara.Kasihilah seorang kepada yang lain sebagai satu sama lain sebab kita bersaudara,” pesan Pastor John.
Pesan kedua, jadilah teman bicara yang baik antara suami dan istri juga sesama, jangan jadikan HP sebagai teman, lihatlah istri dan anak karena mereka itulah yang lebih penting daripada HP.
Lanjutnya, kegagalanmu adalah tidak mensyukuri apa yang ada. Kerja sama dipikul berat sama dijinjing untuk acara besar di Mimika yakni Pesparawi, PON dan Sidang Sinode Kingmi.
“Dan jangan menuntut kesempurnan dari suami, istri, atasan atau rekan kerja karena nanti kau akan tuai stres. Gereja kecil adalah keluarga. Mimika akan mengalami damai sejahtera,”ungkapnya.
Sementara, John Rettob, Wakil Bupati Mimika dalam sambutan merasa gembira karena perayaan Natal diatur dengan baik dan semua bisa bersahabat dengan sesama tanpa memandang suku dan agama.
“Sekat-sekat antara suku kita harap tidak ada lagi, jika masih ada lagi maka kita tidak bisa hidup sebagai sahabat seperti pesan Yesus,” tutur John.
John mengatakan, tahun depan ada Pesparawi, Kongres Kingmi dan PON jadi Pemda Mimika sedang galakkan tentang sampah agar Kota Timika bebas dari sampah.
Katanya, seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman seringkali makna Natal yang sesungguhnya perlahan demi perlahan mulai terkikis. Bahkan Natal seringkali hanya dijadikan sebagai sesuatu pesta seremonial sekali setahun yang dirayakan secara meriah.
“Namun sebagai umat Kristiani kita harus senantiasa menyadari bahwa Natal merupakan suatu momen yang sangat penting serta mengandung berjuta makna di hati setiap manusia. Kelahiran Yesus Kristus merupakan simbol bukti kasih dan kepedulian Allah kepada manusia dengan membawa perdamaian keselamatan dan sukacita besar bagi seluruh umat manusia,” tutur John.
John mengatakan, sesuai dengan tema kalau ini sangat mendalam karena mengandung keteladanan Tuhan Yesus Kristus yang menjadi sahabat dan juru selamat bagi seluruh umat manusia di dunia. Oleh karena itu, sebagai umat yang percaya kepada-Nya sudah selayaknya untuk mengikuti keteladanan Yesus Kristus yang mengajarkan manusia untuk saling mengasihi satu dengan yang lainnya tanpa menuntut balas.
“Saya harap perayaan natal ini mampu memperbaharui semangat pengharapan di hati masing-masing. Mampu merefleksikan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari serta mampu membangun semangat kebersamaan dan toleransi di antara pemeluk agama yang berbeda sebagai cermin kepatuhan kepada Tuhan,” ungkapnya. (san)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.