Pencaker di Mimika Capai 22.029

0
63
Foto: Dok/TimeX Ronny Marjen
Foto: Dok/TimeX
Ronny Marjen

TIMIKA, TimeX

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Mimika mencatat, jumlah pencari kerja (Pencaker) hingga akhir Tahun 2019 mencapai 22.029 orang. Jumlah ini sesuai dengan pengurusan Kartu Pencari Kerja (Kartu kuning) di Dinaskertrans.

Ronny Marjen, Kepala Disnakertrans saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan, Jumat (10/1) mengatakan, untuk pengurusan kartu kuning selama ini masih dilakukan secara manual.

Seharusnya lanjut dia, pengurusan kartu kuning ini bisa tersistem atau berbasis aplikasi. Kartu Kuning sendiri berfungsi sebagai bukti diri seorang pelamar pekerjaan dalam melakukan pelamaran ke suatu instansi atau perusahaan.

Jika sudah berbasis aplikasi maka dapat mememudahkan perusahaan mencari tenaga kerja yang dibutuhkan sesuai kualifikasi.

Selain itu, dengan aplikasi dapat mememudahkan perusahaan mencari tenaga kerja yang dibutuhkan sesuai kualifikasi.

Data-data yang telah diisi untuk pembuatan kartu kuning nantinya akan terintegrasi dengan kebutuhan perusahaan untuk mencari calon pekerja yang memenuhi persyaratan dan keterampilan.

Sedangkan bagi pencari kerja, aplikasi tersebut dapat menyinergikan kebutuhan perusahaan dengan kemampuan kualifikasi yang dimiliki pelamar.

Sistem seperti ini juga sesuai dengan program Presiden Joko Widodo.

Oleh karena itu, ia berharap agar program dari Bupati dan Wakil Bupati dapat menyesuaikan dengan program Presiden RI, sehingga Pancaker bisa terkonek dengan semua perusahaan di Indonesia.

Dengan demikian, seperti yang dicanangkan pemerintah pusat mengenai kartu pra kerja artinya semua pencaker yang akan memasuki dunia kerja. akan dibiyayai oleh Pemerintah Pusat. Pembiyaan yang dimaksud ialah, hanya pekerja yang ingin mengikuti kursus keahlian  yang akan dibiyayai sesuai ketrampilan yang diambil Pencaker.

Misalnya, ingin kursus menjahit atau kursus alat berat, nanti pemerintah yang akan biayai kursus mereka, program pra kerja ini dapat dilakukan apabila data aplikasi pencaker sudah berbasis digital.

“Ini perlu supaya tidak terjadi pendobelan data milsanya ada pekerja yang mencari kerja tidak hanya di Mimika saja tetapi di daerah lain, agar tidak terjadi pendobelan, maka semuanya harus bisa terkonek langsung,” katanya lagi.

Menyangkut Kartu Pra Kerja, seperti dikuttip dari Antara, Jokowi menyebutkan, para pemilik kartu pra-kerja nantinya bisa memilih langsung pelatihan atau kursus yang diminati melalui platform digital yang telah disiapkan pemerintah. Akan ada berbagai jenis pelatihan yang disiapkan.

“Mereka bisa memilih pelatihan yang diminati  misalnya barista kopi, animasi, desain grafis, bahasa Inggris, komputer, teknisi programming dan coding,” ujar dia.

Untuk itu, Jokowi juga meminta menterinya mencari perusahaan swasta dan BUMN yang bisa memberi berbagai jenis pelatihan tersebut. Selain itu, Balai Latihan Kerja (BLK) yang sudah ada juga bisa dilibatkan dalam memberi pelatihan ini.

“Selain para pencari kerja, korban PHK juga perlu diberikan (pelatihan) bagi yang ingin meningkatkan keterampilannya,” katanya.

Jokowi juga membeberkan data bahwa 58 persen tenaga kerja di Indonesia merupakan lulusan SMP. Oleh karena itu, reformasi harus dimulai dari hulu, yaitu pembenahan dalam sistem pelatihan dan vokasi. “Itu urusan Mendikbud yang kita harapkan disambungkan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” ujarnya. (a30/ozy/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.