Masih Banyak Pejabat Lakukan Praktek Nepotisme

0
141
Foto: Indri/TimeX Eltinus Omaleng

“Banyak pejabat yang masuk angkat honorer saja, ada yang keluarganya yang dorang angkat, terus kasih masuk data ke saya, alasan bilang mereka sudah kerja ada yang 5-10 tahun lah, saya inikan tidak tahu jadi hanya main tanda tanggan saja”

Foto: Indri/TimeX
Eltinus Omaleng

TIMIKA,TimeX
Eltinus Omaleng, Bupati Mimika, mengungkapkan fakta di lingkup Pemerintah Kabupaten Mimika tentang adanya praktek nepotisme di kalangan pejabat.
Pasalnya hampir di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mengangkat keluarganya masuk menjadi tenaga honorer di Pemda, meski sudah dilarang keras oleh bupati untuk merekrut honorer, namun tetap saja mencari celah untuk memasukkan kerabat atau keluarganya sebagai honorer.
Di sela-sela penyerahan DPA yang berlangsung di Pendopo Rumah Negara, SP 3, Senin (13/1), Bupati mengungkapkan, honorer yang telah mengantongi SK Bupati tidak lantas menjadi “harga mati” bahwa yang bersangkutan tidak akan bisa diberhentikan, karena SK tersebut dapat dicabut olehnya sewaktu-waktu. Itu hanyalah kertas.
“Banyak pejabat yang masuk angkat honorer saja, ada yang keluarganya yang dorang angkat, terus kasih masuk data ke saya, alasan bilang mereka sudah kerja ada yang 5-10 tahun lah, saya inikan tidak tahu jadi hanya main tanda tanggan saja,” ujarnya.
Oleh karena itu, bupati menegaskan jika ia bersama anak-anak putra daerah yakni Amungme dan Kamoro (Amor) akan melakukan sweeping di 36 OPD, jika ditemukan ada honorer baru, maka akan ditarik keluar dari kantor.
“Saya tidak mau, hanya gara-gara persoalan honorer, saya didemo, saya tidak mau,” tegas bupati lagi.
Karena kata bupati, sebagian besar pegawai atau honorer yang ada di Pemkab Mimika, adalah yang non OAP, untuk itu, dengan kebijakan yang ia terapkan ini, bermaksud agar memberikan kesempatan kepada anak-anak Amor untuk bisa berkarya.
“Coba kalian lihat, hampir semua pegawai dan honorer orang non OAP, padahal, kasihlah kesempatan untuk mereka, belum tentu di daerah kalian, bisa kasih kesempatan untuk kami OAP, jadi tukang sapu saja belum tentu diberikan,” ucap bupati lagi.
Sehingga saat ini tidak diperbolehkan lagi ada OPD rekrut lagi, meski yang direkrut keluarga pejabat sekalipun.
Karena nepotisme menyebabkan kehilangan motivasi, kepercayaan diri, menyingkirkan orang yang memiliki keterampilan yang tinggi, dan membatasi persaingan dan inovasi.
Konsekuensi dari dampak nepotisme di atas melemahkan fondasi organisasi yang pada akhirnya akan berdampak pada pembangunan ekonomi secara keseluruhan. “Nepotisme menyebabkan banyak dampak pada kinerja organisasi,” katanya. (a30)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.