Satpol PP Bongkar Bangunan di Sekitar Bundaran SP 2

0
92
FOTO: Indri/TimeX BONGKAR - Personil Satpol PP saat membongkar salah satu bangunan di sekitar bundaran SP 2, Kamis (16/1).

“Memang ada lurah datang kasih tahu, tetapi saat kita tanya, ia bilang masih lama bongkarnya, eh tahu-tahu hari ini, makanan yang saya masak bagaimana mau jualan warung sudah hancur”

FOTO: Indri/TimeX
BONGKAR – Personil Satpol PP saat membongkar salah satu bangunan di sekitar bundaran SP 2, Kamis (16/1).

TIMIKA,TimeX
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Mimika melakukan pembongkaran dan penertiban terhadap beberapa bangunan yang dianggap menyalahi aturan dan mengganggu estetika bundaran di persimpangan Jalan Cenderawasih dan Jalan Poros Caritas, SP 2, Kamis (16/1).
Pantauan Timika eXpress, sejumlah pedagang dan pemilik bangunan kecewa dan syokh dengan pembongkaran tersebut, lantaran dianggap mendadak dan kurang sosialisasi.
Namun menurut Abner Flassy, Kepala Kelurahan Timika Jaya yang juga ikut memantau jalannya penertiban, sosialisasi telah disampaikan sejak Desember lalu, termasuk surat. Karena itu tidak ada alasan bagi masyarakat untuk menolak.
Sementara itu, Willem Naa, Kasatpol PP mengatakan pembongkaran dilakukan sebagai tindak lanjut atas instruksi bupati, selain itu juga sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2012 tentang bangunan dan gedung.
Menyangkut pemberitahuan kepada masyarakat menurut Willem, sebelumnya pihaknya sudah duduk bersama masyarakat dan sudah disampaikan. Tidak ada alasan bagi masyarakat untuk menghalangi jalannya penertiban ini.
Lanjutnya, sebelumnya bupati juga menyampaikan saat melakukan kunjungan beberapa hari sebelumnya mengenai ketentuan bangunan dari as jalan untuk jalan protokol adalah 20 meter, sedangkan jalan sekunder harus berjarak 15 meter.
Namun di Mimika hampir di semua ruas jalan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Hari ini sekitar 15 bangunan sudah kita bongkar,” tambahnya.
Sementara itu Latief, salah seorang pemilik warung kepada wartawan mengatakan, dirinya berjualan di area tersebut baru sekitar tiga bulan dengan status mengontrak. Di hari pembongkaran dirinya juga mengaku tidak tahu-menahu sebab tidak informasi, sehingga ia menyiapkan masakan yang cukup banyak. Namun karena mendadak dilakukan pembongkaran, sehingga dirinya mengalami kerugian cukup banyak. Selain soal sewa juga soal makanan yang sudah terlanjur disiapkan.
“Kami sudah terlanjur masak banyak untuk dijual, akhirnya makanan mubazir,” ujar Latif.
Sementara itu, Bude nama panggilan salah seorang ibu pemilik warung makan lainnya mengaku sudah mendapat informasi tentang pembongkaran, tetapi tidak ada jadwal mengenai persisnya kapan akan dilakukan.
“Memang ada lurah datang kasih tahu, tetapi saat kita tanya, ia bilang masih lama bongkarnya, eh tahu-tahu hari ini, makanan yang saya masak bagaimana mau jualan warung sudah hancur,” ungkapnya.
Sementara itu Abner Flassy yang dikonfirmasi menuturkan, sosialisasi sudah dilakukan dan penertiban ini pada prinsipnya didukung oleh masyarakat. Apalagi lanjutnya, banyak warga yang melakukan penambahan bangunan sehingga terlalu menjorok ke badan jalan. (a30)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.