Kerukunan Ngada Nagekeo Adakan Pesta Adat ‘Reba’

0
100
Foto: Eddy/TimeX SEMBELIH – Ritual upacara adat Reba Kerukunan Bajawa Nagekeo Flores NTT, dipimpin Anton Lado selaku Ketua Kerukunan disaksikan John Rettob, Wakil Bupati Mimika selaku sesepuh bersama isteri Ny Susi Rettob, Jumat (17/1) malam.

“Saya percaya warga Ngada tidak ikut buang sampah sembarangan. Saya tidak mau dengar ada warga Ngada kena denda 25 juta hanya buang sampah. Tolong jangang buang sampah di luar jam yang ditentukan”

Foto: Eddy/TimeX
SEMBELIH – Ritual sembelih ayam jago pada upacara adat Reba Kerukunan Bajawa Nagekeo Flores NTT, dipimpin Anton Lado selaku Ketua Kerukunan disaksikan John Rettob, Wakil Bupati Mimika selaku sesepuh bersama isteri Ny Susi Rettob, Jumat (17/1) malam.

TIMIKA,TimeX

Keluarga Besar Kerukunan Ngada Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Mimika mengadakan syukuran pesta adat ‘Reba’ di kediaman Anton Lado, Ketua Kerukunan Ngada Nagekeo, Jalan Cenderawasih-Petrosea, Jumat (17/1) malam.

Ritual adat dipimpin Anton Lado, dihadiri Johanes Rettob Wakil Bupati Mimika yang juga selaku sesepuh Ngada Nagekeo bersama ibu, hadir pula Frans Watu dan Beni Meo tokoh Ngada Nagekeo, serta Pastor Maksi Dora OFM Pastor Paroki Santo Stefanus Sempan. Selanjutnya dibuka dengan doa, menyusul ungkapan adat dalam bahasa Bajawa dan menyembelih 12 ekor ayam jantan.

Semua warga yang hadir terutama orangtua baik laki-laki maupun perempuan mengenakan sarung khas adat Bajawa. Mereka duduk melingkar sambil menikmati minuman anggur yang dituang dalam tempurung. Acara selanjutnya pemberian makan leluhur, sisanya dibagikan kepada semua yang hadir. Acara ini ditutup dengan makan adat malam bersama. Nasi kacang lauk ra’a rete lawar khas Ngada diisi dalam bakul anyaman daun lontar.

Anton menjelaskan upacara pesta ‘reba’ dikenal dengan beberapa istilah yang berhubungan dengan Tuhan, alam dan leluhur. Selama menunggu memberi makan para leluhur ini setiap anak diminta duduk tenang, tidak boleh lari kiri kenan.

Sementara Johanes Rettob selaku sesepuh kesempatan itu mengingatkan warga Ngada Nagekeo untuk sama-sama menjaga kebersihan Kota Timika, buanglah sampah pada tempatnya sesuai waktu yang sudah ditentukan mulai pukul 18.00 -06.00 WIT.

“Saya percaya warga Ngada tidak ikut buang sampah sembarangan. Saya tidak mau dengar ada warga Ngada kena denda 25 juta hanya buang sampah. Tolong jangang buang sampah di luar jam yang ditentukan,” ingatnya.

John juga menyampaikan saat ini pemerintah sudah memasang 12 CCTV di 12 titik untuk memantau seluruh aktivitas dan peristiwa yang terjadi di Kota Timika.

“Kami bisa tahu siapa saja yang buang sampah sembarang. Saya bisa pantau lewat HP. Yang sekarang jambret kami sudah tahu. Siang hari tidak boleh buang sampah harus malam hari,” pesannya.

Ia menegaskan aturan Perda sampah ini tengah disosialitasi dan sudah mulai bagi stiker ke warga. Pada Maret nanti Perda sampah denda Rp25 juta atau penjara tiga bulan ini sudah mulai diterapkan.

“Bulan Maret mulai eksekusi. Sekarang sudah bagi stiker. Kalau lihat ada buang sampah tolong tegur. Ini bentuk kebersamaan kita bangun daerah ini,” katanya.

Di hadapan ratusan warga Ngada Nagekeo John juga menyampaikan tahun ini Mimika siap selenggarakan dua agenda besar yaitu Pesparawi dan PON XX.

“Kalau ada anak muda bisa dilibatkan sebagai penerima tamu dan bagi konsumsi. Ini kesempatan mari kita jalan sama-sama. Kita jadi tuan rumah yang ramah menyambut tamu-tamu kita nanti dengan senyum,” katanya.

Ia juga ucapkan terima kasih atas kebersamaan. “Saya pasti sama saja dari dulu dan sekarang. Tidak pernah berubah. Kapan saja saya bisa duduk ngobrol dan ketemu saya,” katanya.

Selain itu, ia titipkan pesan selama tinggal di tanah ini harus tahu menghargai dan mencintai masyarakat dua suku besar yakni Amungme dan Kamoro. Bahkan ia memperkenalkan ucapan selamat dalam bahasa Amungme dan Kamoro ‘Amolongo dan Nimau Witimi’. “Kita harus cintai daerah ini,” katanya.

Kemudian Beni Meo, selaku senior Ngada Nagekeo mengungkapkan perayaan reba ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2017 lalu. Maka pada momen ini ia menekankan beberapa poin penting, yakni perlu perkuat eko budaya, ekonomi, eko rohani. Ia juga berpesan hidup di tanah rantau harus mempelajari nilai-nilai budaya lain.

Sementara Pastor Maksi Dora OFM, pada kesempatan itu mengajak warga Ngada Nagekeo untuk menghayati hidup Santa Theresa supaya hidup saling mengasihi dan mencintai satu sama lain di dalam keluarga. (antonisdjuma)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.