Pemilik Lahan Palang SDN I Mimika

0
78
Foto: Echie/TimeX PALANG - Pintu masuk salah satu ruang kelas SD Negeri I Mimika dipalang oleh pemilik lahan, Selasa (4/2).

“Namun di tahun ajaran ini tidak cukup ruangan lagi jadi harus ke sini daripada bangunan ini rusak karena tidak ditempati. Yah, kami coba tempati. Dan gedung sekolah ini mulai digunakan Bulan Januari ini”

Foto: Echie/TimeX
PALANG – Pintu masuk salah satu ruang kelas SD Negeri I Mimika dipalang oleh pemilik lahan, Selasa (4/2).

TIMIKA,TimeX
Vander Dessa selaku pemilik lahan bersama anggota keluarganya palang SD Negeri 1 Mimika berlokasi di Jalan Hasanuddin pada Selasa (4/2). Vander memalang salah satu pintu masuk menggunakan beberapa potongan kayu. Selain itu, ia memasang spanduk dekat pintu persis pada jendela bertuliskan ‘bayar dulu harga tanah baru bisa pakai gedung sekolah stop PBM’. Aksi ini berlangsung sekira pukul 10.45 WIT saat jam istirahat.
Ratusan murid bersama guru tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa menyaksikan, berdiri dan duduk di depan kelas. Dampaknya aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terhenti.
Marthen Samma, Kepala SD Negeri 1 Mimika menyampaikan aksi pemalangan itu saat siswa-siswi kelas V dan VI mengikuti KBM siang.
Sekolah ini dibangun menggunakan anggaran tahun 2016 setelah dimekarkan dari SD Sempan Barat tahun 2010 lalu. Ia juga membenarkan lahan tersebut belum dilunasi.
“Namun di tahun ajaran ini tidak cukup ruangan lagi jadi harus ke sini daripada bangunan ini rusak karena tidak ditempati. Yah, kami coba tempati. Dan gedung sekolah ini mulai digunakan Bulan Januari ini,” katanya.
Ia menyebutkan jumlah pelajar sekitar 160 orang, terdiri dari sembilan rombongan belajar (rombel) dan masih menumpang di SD Sempan Barat, sehingga guru yang mengajar harus bolak balik.
Ia harap agar Dinas Pendidikan bisa selesaikan masalah ini biar siswa dan guru-guru boleh melaksanakan KBM dengan aman.
“Dinas Pendidikan memang ada niat menyelesaikan, sehingga harapkan persoalan ini oleh pemerintah daerah dalam hal ini BPN untuk dapat melaksanakan pembayarannya,” katanya.
Sementara Vander Dessa menyampaikan lahan seluas 7.210 meter ini belum ada penyelesaian, maka akan dipalang sampai ada kesepakatan tentang penyelesaian.
Ia juga sebelumnya sudah dianggarkan untuk pembangunan sekolah ini namun belum ada lahan maka dipindahkan ke SD Inauga tahun 2016. Menyikapi hal ini, aparat kepolisian yang tiba di lokasi mengarahkan pemilik dan kepala sekolah dapat menyelesaikan di kantor kepolisian, namun pemilik lahan memilih bertahan di lokasi.
Kemudian Parjono, Anggota DPRD Mimika turut hadir di hadapan pemilik lahan, berjanji akan membantu mendorong penyelesaian tanah ini dapat diajukan dalam APBD Perubahan tahun ini, sehingga bisa diselesaikan. Jika memang tidak ada jalan penyelesaiannya dan hal ini harus dilakukan mengingat anak-anak ini adalah generasi penerus bangsa.
Kemudian Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Mimika didamping beberapa staf menyampaikan akan melaporkan kepada pimpinan untuk menindaklanjuti persoalan ini. (a32)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.