OKIA Protes Pembukaan Lowongan Kerja YPMAK

0
269
Foto: Echie/TimeX PROTES – Sejumlah masyarakat tergabung dalam OKIA lakukan aksi protes di Gedung MPCC di Jalan Baru, Senin (10/2).

“Batalkan penerimaan karyawan YPMAK yang umum, bikin persyaratan khusus saja. Anak-anak tidak mampu ka? Segala macam gelar sarjana sudah lengkap di sini, hanya membutuhkan 30-40 saja mau terima umum, anak-anak tidak mampu kah”

Foto: Echie/TimeX
PROTES – Sejumlah masyarakat tergabung dalam OKIA lakukan aksi protes di Gedung MPCC di Jalan Baru, Senin (10/2).

TIMIKA,TimeX
Pembukaan lowongan kerja secara umum oleh Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) untuk menduduki beberapa posisi dengan kualifikasi jabatan oleh panitia rekrutmen YPMAK mendapat protes keras dari Organisasi Kaum Intelektual Amungme (OKIA) pada Senin (10/2).
Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam OKIA mendatangi loket penerimaan di Gedung MPCC di Jalan Baru. Mereka menolak kebijakan pihak panitia membuka lowongan tenaga kerja secara umum dan menuntut dibuka khusus untuk Amungme dan Kamoro.
Yohanes Kemong, salah satu kaum intelektual Amugme tiba di loket penerimaan langsung merobek kertas persyaratan formasi jabatan yang ditempelkan pada dinding dengan penuh kesal.
Ia mengomentari sebenarnya tidak perlu lagi dibuka penerimaan secara umum, namun khusus karena sudah banyak anak Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan dibiayai oleh YPMAK menempuh pendidikan hingga sarjana yang sampai sekarang belum mendapatkan pekerjaan.
“Batalkan penerimaan karyawan YPMAK yang umum, bikin persyaratan khusus saja. Anak-anak tidak mampu ka? Segala macam gelar sarjana sudah lengkap di sini, hanya membutuhkan 30-40 saja mau terima umum, anak-anak tidak mampu kah,” ujarnya.
Yohanes bahkan menuding dengan dalil tidak dapat memenuhi formasi jabatan dan lainnya, padahal sudah ada skenario yang diatur karena ada nepotisme dan lainnya.
Sementara Yohanes Kelanangame, Ketua Organisasi Kaum Intelektual Amungsa (OKIA) minta agar dapat bertemu langsung dengan tim 11 dan pihak managemen PT Freeport (SLD), agar adanya audiens sehingga masalah ini tidak melebar eskalasinya dan dapat diminimalisir hal yang tidak diinginkan.
“Tim 11 dibentuk dari beberapa unsur seperti Freeport, juga tim transisi sehingga perlu ada transparansi kepada publik terutama masyarakat Amungme dan Kamoro juga lima suku kekerabatan lainnya, agar anak-anak ini diakomodir, sehingga tidak menjadi pengangguran,” katanya.
Dikatakan, mengingat banyak sarjana yang dibiayai oleh LPMAK, setelah mengikuti pendidikan pulang dan mengganggur maka dengan kesempatan ini bisa diberdayakan.
“Kami datang ke sini karena menilai dengan dibukanya lowongan ini secara tidak langsung menggerus hak-hak dari anak-anak asli sendiri, karena sesuai dengan nama yayasan adalah Yayasan Amungme dan Kamoro, bagaimana anak-anak yang dibiayai dan dihasilkan oleh LPMAK bisa diberdayakan di sini,” katanya.
Ia juga mengkritisi proses pengumuman sangat tertutup sehingga banyak yang tidak mengetahui tentang informasi ini, mungkin sudah lewat media tapi banyak tidak mengetahui informasi ini terutama anak-anak asli.
Khususnya untuk Amungme dan Kamoro serta lima suku lainnya, ia meminta adanya kebijakan dari tim yang sudah dibentuk, baik tim 11, YPMAK dan unsur Freeport lainnya guna memberikan kewenangan penuh kepada Direktur YPMAK terpilih untuk membentuk strukturnya ke bawah.
Dan berharap tim 11 harus review persyaratan dengan prioritas putra-putri Amungme dan Kamoro dan lima suku kekerabatan lainnya.
“Kalau ada bidang-bidang yang lebih khusus silahkan dibuka secara umum, tapi hal-hal yang bisa dikerjakan dan diisi oleh Amungme dan Kamoro dan lima suku kekerabatan harus diprioritaskan,” katanya.
Rekrut karyawan Amor
Terpisah, Marianus Maknaepeku, pengurus Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) meminta YPMAK hanya merekrut karyawan Amungme dan Kamoro (Amor) dalam penerimaan karyawan yang dibuka YPMAK. “Banyak putra-putri Amungme- Kamoro sudah selesai pendidikannya, mereka bisa kerja, jadi beri mereka kesempatan,” kata Marianus kepada Timika eXpress di Bilangan Budi Utomo, Senin (10/2).
Ia mengatakan dengan bekal pendidikan yang sudah diperoleh putra-putri Amor dari berbagai lembaga pendidikan, mereka dipastikan bisa bekerja dengan baik apalagi pekerjaan mereka bersentuhan dengan masyarakat lokal. Jangan lembaga ini hanya mengatasnamakan mereka tapi nantinya memperkerjakan orang-orang dari daerah lain. (a32/epy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.