Petugas Kebersihan Mogok Angkat Sampah

0
161
Foto: Ist./TimeX ARAHAN – Kapolsek Mimika Baru memberikan arahan kepada petugas kebersihan sampah disaksikan Limi Mokodompi, Kepala DLH Mimika serta sejumlah stafnya di Kantor DLH, Senin (10/2).

“Jadi mereka itu kan kalau tidak masuk dua atau tiga hari, ada tenaga pengganti dan upahnya dikasih ke pengganti itu. Mereka maunya tetap dibayar full meskipun ada ijin atau sakit satu dua hari. Maunya mereka punya gaji pokok, seperti pegawai begitu”

Foto: Ist./TimeX
ARAHAN – Kapolsek Mimika Baru memberikan arahan kepada petugas kebersihan sampah disaksikan Limi Mokodompi, Kepala DLH Mimika serta sejumlah stafnya di Kantor DLH, Senin (10/2).

TIMIKA,TimeX
Ratusan petugas kebersihan di Kabupaten Mimika melakukan aksi mogok angkat sampah dan menyampaikan aspirasi dengan tuntutan kesejahteran di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Senin (10/2) pagi. Sebelum ke DLH mereka berkumpul di Jalan Belibis depan Graha Eme Neme Yauware.
Aksi mogok tuntut kesejahteraan ini walau hanya beberapa jam ini berujung sampah-sampah tidak terangkut dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Iwaka. Tumpukan sampah ini baru diangkut sekira pukul 13.00 WIT setelah peretemuan dengan Limi Mokodompit Kepala DLH.
Wilson, koordinator aksi mengatakan aksi para petugas kebersihan ini dilakukan oleh 149 pekerja. Para petugas kebersihan menuntut kesejahteraan, peningkatan gaji dan makan siang diuangkan.
Wilson beralasan makanan yang diberikan untuk petugas tidak sesuai. Selain itu petugas kebersihan minta transparansi dalam pengupahan.
Sementara Limi Mokodompit, Kepala DLH Mimika kepada Timika eXpress usai bertemu perwakilan dari petugas kebersihan mengatakan aksi yang dilakukan para petugas kebersihan adalah hal yang wajar.
Limi mengatakan setelah melakukan pertemuan dengan petugas pengangkut sampah, mereka kemudian menyebar ke seluruh kota untuk mengangkut sampah.
Aksi mogok yang dilakukan karena petugas pengangkut sampah meminta peningkatan kesejahteraan dalam hal ini kenaikan gaji.
“Jadi mereka itu minta gajinya dinaikan. Jatah makan mereka juga mereka minta untuk diuangkan,” katanya.
Limi tegaskan aksi itu bukan karena gaji dari para petugas terlambat dibayar, karena selama ini gaji petugas kebersihan selalu dibayarkan tepat waktu. Selama ini upah petugas kebersihan dibayar sesuai jam kerja masing-masing. Namun, mereka meminta agar mereka dibayarkan seperti pegawai.
“Jadi mereka itu kan kalau tidak masuk dua atau tiga hari, ada tenaga pengganti dan upahnya dikasih ke pengganti itu. Mereka maunya tetap dibayar full meskipun ada ijin atau sakit satu dua hari. Maunya mereka punya gaji pokok, seperti pegawai begitu,” paparnya.
Selain itu, pembayaran gaji mekanik dan security yang sedikit lebih banyak dari petugas kebersihan juga menjadi alasan dilakukan aksi mogok itu.
“Jadi mereka mau gajinya sama dengan teknisi, tapi kan tidak bisa. Teknisi itu mereka punya skill yang beda,” ungkap Limi.
Lebih lanjut, Limi mengungkapkan selain gaji dan jatah makan, para petugas kebersihan ini juga telah didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.
Dinas Lingkungan Hidup sendiri, katanya, telah mengajukan kenaikan upah bagi petugas kebersihan akan tetapi belum diterima. Sedangkan jatah makan yang diminta untuk diuangkan, Limi menyebutkan akan segera diakomodir.
Perhatikan Kesejahteraan Petugas Kebersihan
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) wajib perhatikan secara serius kesejahteraan petugas kebersihan kota dan petugas pengangkut sampah agar Mimika bisa bersih dan rapi tanpa adanya aksi mogok.
Demikian disampaikan Karel Gwijangge, Ketua Fraksi PDIP DPRD Mimika, menanggapi aksi mogok angkut sampah oleh puluhan petugas kebersihan pada Senin (10/2).
Karel mengungkapkan, kesejahteraan petugas kebersihan dan pengangkut sampah wajib terakomodir melalui APBD dan pembayaran upahnya disesuaikan dengan UMK yang telah ditetapkan oleh pemerintah provinsi. Sebab UMK itu ditetapkan oleh pemerintah, sehingga penerapannya juga harus dimulai dari dalam lingkup pemerintah itu sendiri.
“Kalau gaji petugas kebersihan kota itu masih di bawah UMK, menurut saya Pemkab Mimika sedang melanggar aturan. Untuk apa pemerintah tetapkan UMK Rp3,9 juga kalau tidak diterapkan. Itu makanya petugas kebersihan lakukan aksi mogok dan sampah-sampah tidak terurus. Jangan memandang sebelah mata petugas pengangkut sampah,” tutur Karel.
Saat ini Mimika sedang mempersiapkan diri hadapi perhelatan PON dan Pesparawi, maka jangan abaikan keberadaan para petugas kebersihan kota.
“Saya kira bupati harus bijak untuk memikirkan persoalan gaji yang terendah. APBD kita sangat tinggi. Apalagi soal petugas kebersihan dan pengangkut sampah, karena mereka juga butuh biaya untuk menghidupkan keluarga. Tanpa mereka, kota ini tidak mungkin bisa bersih,” jelasnya.
Sementara Imam Parjono, Anggota DPRD Mimika sesalkan aksi mogok dilakukan petugas kebersihan dan seharusnya hal itu tidak terjadi lantaran para petugas kebersihan dengan pekerjaan mereka inilah yang mengangkat citra Kabupaten Mimika. Namun ia harap pemerintah juga perhatikan masalah kesejahteraan mereka.
“Tanpa petugas kebersihan Mimika ini kotor dengan sampah yang menumpuk di mana-mana. Mana mungkin masyarakat langsung buang sampah ke TPA Iwaka. Makanya kesejahteraan petugas kebersihan dan pengangkut sampah itu harus dipikirkan,” kata Parjono.
Ia mendorong pemerintah berikan upah sesuai UMK yang sudah ditetapkan, tidak boleh tertunda lantaran gaji itu untuk penuhi kebutuhan keluarga dalam kondisi kebutuhan ekonomi semakin mahal.
“Saya sering dengar kalau gaji petugas kebersihan kota itu sering terlambat. Makanya saya setuju dengan yang disampaikan Pak Karel, bahwa gaji mereka itu seharusnya sesuai UMK, karena UMK itu yang buat adalah pemerintah,” jelasnya.
Bahkan, ia ingatkan agar kontraktor yang menangani persoalan kebersihan kota tidak main-main untuk membayar gaji para pekerjanya. (a32/ale)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.