Pembentukan Panitia Musdatlub Ditolak Pendiri Lemasa

0
125

TIMIKA, TimeX

Pembentukan panitia Musyawarah Adat Luar Biasa (Musdatlub) Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) pada 8 Pebruari lalu, ditolak dengan tegas oleh para Pendiri Lemasa bersama Amungme Naisorei, Komisaris Lemasa, juga Direktur Eksekutif Lemasa.
JUMPA PERS-Yopi Kilangin,Komisaris Lemasa, didampingi Yohanis Kasamol, Badan Pendiri Lemasa dan Stingal Jhonny Beanal, Ditektur Eksekutif Lemasa foto bersama Amungme Naisorei saat gelar jumpa pers, Senin kemarin

Pembentukan panitia Musyawarah Adat Luar Biasa (Musdatlub) Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) pada 8 Pebruari lalu, ditolak dengan tegas oleh para Pendiri Lemasa bersama Amungme Naisorei, Komisaris Lemasa, juga Direktur Eksekutif Lemasa.

Yoseph Yopi Kilangin, didampingi Yohanes Kasamol selaku Pendiri Lemasa dalam konferensi pers di Kuala Oriental Restaurant, Senin (10/2) menegaskan, pembentukan panitia Musdatlub tidak  prosedural.

“Pembentukan panitia Musdatlub tidak memiliki dasar hukum, karena Direktur Eksekutif sebagai Ketua Badan Pengurus yang melaksanakan agenda ini telah diberhentikan oleh Pendiri Lemasa dan Amungme Naisorei melalui rapat istimewa pada 14 November 2019 lalu,” tegas Yopi KIlangin.

Dijelaskan pula, pemberhentian Odizeus ditengarai atas penyalahgunaan kewenangan tugas dan tanggung jawab sebagai Ditektur Eksekutif Lemasa selama massa waktu 2016-2019 berdasarkan surat Keputusan Lemasa Nomor 02/SK.PAN/Lemasa/XI/2019.

Selanjutnya, Pendiri Lemasa dan Komisaris Lemasa mengangkat Stingal Jhonny Beanal sebagai pengganti antara waktu 2019-2021 berdasarkan Surat Keputusan Nomor 03/SK/BP-PAN/Lemasa/XI/2019.

Untuk itu, kepada penerima surat keputusan untuk pelaksanaan Musdatlub Amungme segera mengembalikan surat tersebut kepada Pendiri Lemasa atau pimpinan Lemasa, dan kepada Odizeus tidak diperkenankan menggunakan atribut Lemasa.

Lebih lanjut katanya, musyawarah adalah forum evaluasi dalam pengambilan keputusan tertinggi dan diatur di dalam AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga).

“Kami selaku pendiri bersama Amungme Naisorei  memiliki kewenangan secara umum untuk putuskan pelaksanaan Musdatlub,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Stingal Johnny Beanal menambahkan, pembentukan panitia Musdatlub tidak prosedural karena kepemimpinan pengurus sebelumnya telah diberhentikan Pendiri Lemasa juga Amungme Naisorei.

Selanjutnya, Yohanis Kasamol, SE mengungkapkan, seorang direktur merupakan ketua harian dalam lembaga adat, namun posisi tertinggi dalam sebuah lembaga adat ialah dewan adat.

Dimana seseorang diangkat dan diberhentikan di dalam sebuah organisasi merupakan hal yang wajar, namun berbeda jika diangkat dan diberhentikan dengan tidak hormat karena ditengarai melakukan kesalahan, ini wajar dalam sebuah organisasi.

“Karena sudah diberhentikan sejak 14 November 2019 lalu, maka Odizeus tidak harus melakukan kegiatan yang mengatasnamakan Lemasa, apalagi proses hukum sampai ke Pengadilan negeri (PN) Timika sementara masih berjalan,” serunya. (a32)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.