Norman Ditubun Gagas Perpustakaan Kampung Nawaripi

0
204
Foto: Allo Lebuan/TimeX BERSAMA SISWA - Norman Ditubun, Kepala Kampung Nawaripi saat bersama-sama siswa-siswi SD di Perpustakaan Kampung Nawaripi, Kamis (13/2).

“Awalnya tempat ini ingin saya jadikan sebagai kios namun kemudian terlintas untuk jadikan sebagai perpustakaan, apa lagi posisinya cukup strategis karena dikelilingi oleh beberapa sekolah”

Foto: Allo Lebuan/TimeX
BERSAMA SISWA – Norman Ditubun, Kepala Kampung Nawaripi saat bersama-sama siswa-siswi SD di Perpustakaan Kampung Nawaripi, Kamis (13/2).

TIMIKA,TimeX
Norman Ditubun, Kepala Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika menggagas berdirinya perpustakaan di Kampung Nawaripi.
Norman ketika ditemui Timika eXpress di Perpustakaan Kampung Nawaripi, Kamis (13/2) mengatakan, ide untuk mendirikan Perpustakaan Kampung ini sudah jauh hari sebelum menjabat sebagai Kepala Kampung Nawaripi definitif pada Januari 2020 lalu. Saat itu ia masih menjabat sebagai Plt Kepala Kampung, karena Kepala Kampung Nawaripi definitif mengundurkan diri.
Upaya untuk mendirikan perpustakaan kampung katanya, berangkat dari keprihatinannya terhadap perkembangan literasi warganya. Sebelum pindah ke tempat sekarang, Norman menggunakan rumahnya sebagai perpustakaan sementara. “Awalnya tempat ini ingin saya jadikan sebagai kios namun kemudian terlintas untuk jadikan sebagai perpustakaan, apa lagi posisinya cukup strategis karena dikelilingi oleh beberapa sekolah,” ujarnya.
Menurut Norman, dengan membaca akan menambah pengetahuan warganya serta dapat membuka wawasan berpikir dan mempengaruhi perilaku warganya.
Norman mengaku buku-buku koleksi perpustakaan saat ini berjumlah 1.500 lebih buku. Buku-buku itu ia peroleh dari sumbangan beberapa pihak termasuk dari Dinas Perpustakaan Kabupaten Mimika. “Kami waktu itu menyurat kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan mereka merespons baik. Mereka membantu kami 500 buku,” katanya.
Norman berharap ke depannya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika bisa membantu untuk memajukan perpustakaan kampung dengan memberikan pelatihan-pelatihan terkait pengelolaan perpustakaan.
Perpustakaan yang berdiri sejak Juli 2019 dan dibuka mulai pukul 08.00 – 18.00 WIT setiap hari Senin-Sabtu ini banyak dikunjungi terutama oleh siswa-siswi SD Nawaripi. Norman mengakui bukan hanya anak-anak tetapi juga orangtua warga Kampung Nawaripi.
“Kami lihat minat baca anak-anak Nawaripi sangat tinggi. Pengunjung rata-rata sebanyak 300 orang setiap hari,” ujarnya.
Perpustakaan ini menggunakan ruangan berukuran kurang lebih 3×5 meter. Beberapa rak buku di tempat mengelilingi ruangan. Hanya ada beberapa meja dan kursi untuk pengunjung. Anak-anak yang tidak kebagian tempat duduk, biasanya berdiri bahkan ada yang duduk lesehan di lantai.
Sementara itu, Berti Temorubun, salah satu guru di SD Nawaripi, mengapresiasi berdirinya perpustakaan kampung. Ia mengakui murid-murinya lebih senang mengunjungi perpustakaan pada waktu istirahat daripada bermain. Kebetulan lokasi perpustakaan hanya kurang lebih berjarak 30 meter dari sekolah.
Hal yang sama juga diungkapkan Anyong, salah satu siswa kelas V SD Nawaripi. Ia senang dengan kehadiran perpustakaan kampung, sebab bisa membaca buku-buku yang tersedia. Ia mengunjungi perpustakaan tidak hanya pada jam istirahat tetapi juga usai jam sekolah. (ale)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.