Ikan di Perairan Mimika Mati Massal

0
168
Foto: Ist/TimeX MATI MASSAL- Ikan mati massal atau ikan munggut kembali terjadi di Perairan Mimika (Pomako) tepatnya di Kampus Biru, Distrik Mimika Timur (Miktim), Selasa (7/2).

Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

Foto: Ist/TimeX
MATI MASSAL- Ikan mati massal atau ikan munggut kembali terjadi di Perairan Mimika (Pomako) tepatnya di Kampus Biru, Distrik Mimika Timur (Miktim), Selasa (7/2).

TIMIKA, TimeX

Fenomena ikan mati massal atau ikan munggut kembali terjadi di Perairan Mimika (Pomako) tepatnya di Kampus Biru, Distrik Mimika Timur (Miktim). Jumlah ikan yang mati diperkirakan mencapai ratusan ekor.

  1. Samori, Kapolsek Kawasan Pelabuhan, kepada Timika eXpress, Selasa (7/2) di Kantor Dinas Lingkuungan Hidup (DLH) menyebut berdasarkan laporan warga pada saat masyarakat yang ada disekitaran pelabuhan merasakan badan gatal-gatal setelah mandi di Perairan Mimika.

Selanjutnya pada hari yang sama warga kembali melaporkan bahwa ada ikan ditemukan mati dalam jumalah ratusan di perairan tersebut.

“Dari pantauan dan informasi dari masyarakat pada Selasa (7/2) sekitar pukul 10.00 WIT ikan mulai mengambang, cuma puncaknya baru sekitar pukul 11.30 WIT,” kata Samori Kapolsek Kawasan Pelabuhan.

Dikatakan, ikan-ikan yang mati itu berukuran beragam. Ikan berukuran besar ada yang setara satu hingga telapak tangan orang dewasa. Jenisnya juga beraneka ragam dan ini bukan kali pertama fenomena tersebut terjadi di Perairan Mimika tersebut.

Menurutnya, ratusan ikan mati tersebut masih dalam penyelidikan dan diduga karena fenomena alam, limbah atau tumpahnya minyak dari kapal tengker yang berlabuh di Pelabuhan Pomako.

Tumpahnya minyak dari kapal-kapal tersebut tersebut diperkirakan mencemari perairan Mimika yang kali ini mengalami penurunan debit, karena memasuki musim kemarau.

Kata Kapolsek Samori, dugaan ini diperkuat dari penelusuran lapangan yang dilakukan pihaknya. Yakni di Kampus Biru, tak ditemui indikasi ikan mati massal. Namun, di kampus Biru itu menemukan terjadi kematian ikan.

Pihaknya telah melaporkan temuannya ke Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan.

Kapolsek berharap ada tindak lanjut dari laporannya, termasuk penindakan terhadap kapal-kapal tengker yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Bahayanya, jika benar ikan ini mati kalau disebabkan oleh pencemaran karena kapal tengker, ketika dikonsumsi manusia, itu yang menyebabkan penyakit,” kata dia. (ale)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.