Kuliah Umum STKIP Hermon Semester Genap Ditutup, Keluarga Besar STKIP Hermon Harus Bersyukur kepada Tuhan

0
84
Foto: Antonius Djuma/TimeX KULIAH UMUM – Mahasiswa/wi STKIP Hermon mengikuti kuliah umum dengan pembicara H Iwan Anwar, Ketua DPRD Mimika Sementara berlangsung di kampus itu di Jalan Budi Utomo Ujung, Selasa (25/2).

“Semua yang Tuhan kerjakan di dalam kehidupan kita harus disyukuri. Terutama kepada mahasiswa/wi, ketua yayasan, para dosen hingga memasuki semester genap tahun ajaran 2019/2020. Ini semua bukan karena kekuatan kita melainkan karena kekuatan Tuhan”

Foto: Antonius Djuma/TimeX
KULIAH UMUM – (kiri-kanan), Densemina Yunita Wabdaron Ketua STKIP Hermon, Yulian Solossa Ketua Yayasan STKIP Hermon dan H Iwan Anwar Ketua DPRD Mimika Sementara memberikan kuliah umum didampingi Herman Kareth, Pembantu Ketua I Bidang Akademik di kampus itu di Jalan Budi Utomo ujung, Selasa (25/2).

TIMIKA,TimeX
Pelaksanaan kuliah umum mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hermon Timika semester genap tahun ajaran 2019/2020 selama dua hari, Senin-Selasa (24-25/2) resmi ditutup. Acara berlangsung di kampus itu di Jalan Budi Utomo Ujung diakhiri dengan ibadah syukur, dipimpin oleh Pendeta Aleks Isir. Pada kuliah umum ini dihadiri Yulian Solossa, Ketua Yayasan STKIP Hermon, H Iwan Anwar Ketua DPRD Mimika Sementara sebagai pembicara, Herman Kareth, Pembantu Ketua I Bidang Akademik, Densemina Yunita Wabdaron, Ketua STKIP Hermon, Paul Berno, Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Bambang Setiawan, Badan Pekerja Harian (BPH), para dosen dan ratusan mahasiswa-mahasiswi.
Pada kuliah umum ini, H Iwan Anwar membawakan materi dengan judul ‘pentingnya proteksi perwakilan daerah terhadap pendidikan tinggi yang berwawasan kearifan lokal di Tanah Amungsa’.
Dalam makalahnya, Iwan Anwar membagi materi kuliahnya dalam tiga pokok pikiran penting yakni proteksi daerah, pendidikan tinggi dan kearifan lokal.
Menurutnya, tiga unsur ini jika dibeda, menjadi satu kesatuan yang utuh dan tanggung jawab bersama terutama mahasiswa yang ada. Ujungnya naik pada Undang-Undang Otsus.
Dikatakan, mahasiswa STKIP Hermon sebagai calon guru nantinya menjadi suri teladan anak harus memiliki kemampuan mentransfer ilmu kepada anak didik. Ia berharap lewat lembaga pendidikan ini setelah menimba ilmu dapat menjadi bekal ketika terjun ke tengah masyarakat bisa mengaktualisasikan ilmu pengetahuan yang ada bagi anak didik di sekolah.
“Sekarang ini banyak orang pandai berbicara, tetapi tidak bisa menterjemahkan ilmu yang dipelajarinya. Meskipun secara teori habat, tetapi diberikan kesempatan menjelaskan ilmu dimiliki ternyata dia tidak mampu,” katanya.
Ilmu itu selain di bangku pendidikan bisa didapat melalui kegiatan ekstrakurikuler. Seorang mahasiswa harus bergabung dengan organisasi apa saja. Di sana ditempa untuk belajar tentang menyampaikan gagasan, ide maupun argumentasi dan latihan kepemimpinan dalam pengembangan diri. Dengan demikian terjadilah komunikasi timbal balik.

“Jika kita bicara tanpa ada komunikasi timbal balik maka komunikasi ini gagal,” katanya.
Selain itu, ia juga menjelaskan tugas dan fungsi DPRD kabupaten/kota membuat aturan, pengawasan dan budgeting. Di mana proteksi daerah untuk mengontrol minimal kebijakan daerah tidak merugikan perguruan tinggi.
Kemudian, Pdt Aleks Isir dalam pesan firman Tuhan mengajak segenap keluarga besar STKIP Hermon sebagai orang beriman selayaknya dan sepatutnya senantiasa mengucap syukur atas apa yang Tuhan lakukan.
“Semua yang Tuhan kerjakan di dalam kehidupan kita harus disyukuri. Terutama kepada mahasiswa/wi, ketua yayasan, para dosen hingga memasuki semester genap tahun ajaran 2019/2020. Ini semua bukan karena kekuatan kita melainkan karena kekuatan Tuhan,” pesannya.
STKIP Hermon berdiri dan terbentuk di tanah ini katanya, karena nama Tuhan. Tuhan pulalah sekolah ini terus bertumbuh berawal dari SMK Hermon. Karena Tuhan yang menginjakkan kaki-Nya di tempat ini maka Tuhan pula yang menuntun setiap langkah dan perjuangan sekolah ini selamanya.
Mahasiswa setelah selesai lanjutnya, akan turun tinggal dan mengabdi bersama masyarakat dan Negara. Ini semua karena rencana dan berkat Tuhan bukan suatu kebetulan. Oleh sebab itu, ujarnya, Rasul Paulus berkata kepada Jemaat di Efesus supaya mereka selalu mengucap syukur senantiasa akan segala sesuatu dalam nama Tuhan, kecuali dalam hal dosa.
“Baik itu kegagalan, keberhasilan namun yakin dan percaya Tuhan selalu menyertai kita sekalian. Tuhan itu baik,” katanya.
Yulian Solossa, Ketua Yayasan STKIP Hermon dalam sambutan menjelaskan usia lembaga pendidikan itu baru lima tahun. Mahasiswa yang menempuh pendidikan dari Sabang sampai Merauke.
Ia memastikan kampus ini ke depan akan menjadi sekolah luar biasa dan berharap ke depan bisa membangun gedung baru di tempat yang baru di Petrosea. “Tuhan pasti datang berkat. Mahasiswa yang ada saat ini adalah calon-calon pejabat di daerah ini,” katanya.
Menurutnya, mahasiswa STKIP Hermon ke depan menjadi terang Papua di bagian pesisir. Bahkan, ia masih ingat baik ketika dirinya membuka Jurusan Sosial di SMK Tunas Bangsa. Angkatan perdananya semua diangkat menjadi guru. Ada motivasi ini maka dirinya kembali memikirkan membuka STKIP Hermon. “Sekarang masyarakat di pesisir lagi menunggu kita. Kita tetap semangat meskipun banyak kekurangan,” katanya.
Ia menjamin tamatan STKIP memiliki bobot yang berkualitas, sebab semua proses perkuliahan menggunakan kurikulum yang sama dengan sekolah di tempat lain. Dan sekarang kampus sementara menyiapkan diri mengikuti akreditasi, dan angkatan pertama tetap di wisuda. (tio)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.