Bundaran Puspem jadi Spot Selfie Baru

0
96
Foto: Antonius Djuma/TimeX INDAH – Pemandangan landscape bundaran Puspem SP 3 nampak indah. Foto ini diambil dari atas lantai tiga Gedung A Puspem pada 8 Januari 2020 lalu.
Foto: Antonius Djuma/TimeX
INDAH – Pemandangan landscape bundaran Puspem SP 3 nampak indah. Foto ini diambil dari atas lantai tiga Gedung A Puspem pada 8 Januari 2020 lalu.

TIMIKA,TimeX
Halaman Pusat Pemerintahan di Kelurahan Kuala Kencana Distrik Kuala Kencana SP3 tampak indah. Adanya pembangunan landscape bundaran Puspem menjadi spot selfie baru bagi masyarakat Mimika. Halaman bagian belakang Puspem ini semula tanah kosong penuh ditumbuhi rumput liar, kini sudah disulap oleh tangan terampil menjadi taman yang indah. Polesan warna kuning di setiap akses jalan masuk pada bundaran begitu mencolok seolah manambah kesan cantik dan menarik perhatian setiap warga yang datang.
Taman ini persis diapiti gedung utama Puspem, Mushola, Gereja Ekumene dan Kantor Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Bundaran ini dengan diameter kurang lebih 75 meter dilengkapi taman-taman kecil menyerupai jaring laba-laba. Landscape ini dilengkapi lampu taman.
Frengki Taco, Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengemukakan pengerjaan landscape ini sesuai dengan desain besar pembangunan Pusat Pemerintahan. Pembangunan tahap pertama tahun 2017 lalu, namun pengerjaan tidak selesai hanya mencapai 60-70 persen. Hal ini terjadi mengingat pada tahun itu terjadi devisit anggaran. Frengki juga lupa berapa besar pagu dananya. Masuk pada tahun 2018 juga tidak dianggarkan dan baru dianggarkan lagi dalam APBD tahun 2019 senilai Rp.817.800.000. Proyek ini dengan nomor kontrak 602./621, tanggal kontrak 12 September 2019, penyedia jasa CV. Aurelia, konsultan pengawas, CV. Alyamar Lestari Konsultan.
Proyek ini sudah diserahkan ke PUPR dan masuk tahap perawatan selama enam bulan ke depan.
Kontraktor sekarang hanya bersih-bersih rumput. Apabila selama perawatan ada yang rusak masih menjadi tanggung jawab kontraktor.
Adanya taman ini memang sudah jadi spot selfie baru. Sekarang sudah ada beberapa pegawai yang selfie di taman itu di-upload di facebook.
Taman ini tidak dilengkapi air mancur. Sesuai desain besar Puspem rencananya di halaman depan akan dibangun taman air mancur. Hanya saja sampai saat ini belum ada anggarannya.
Sementara Jonson Pangaribuan, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang ditemui di ruang kerjanya belum lama ini menjelaskan taman itu dipasang empat ukiran patung, mengapiti ukiran khas kamoro dari bahan kayu besi setinggi enam meter. Ukiran kamoro ini berdiri kokoh di atas sumuran yang dibuat coran sedalam satu meter.
Jonson mengakui pengerjaan landscape ini terjadi keterlambatan setelah adanya perubahan desain. Awalnya pada bagian tengah itu rencana dipasang rangka baja namun setelah berbagai pertimbangan menggunakan baja cepat karat dan rusak, kemudian diubah lagi memasang ukiran khas Kamoro dari kayu besi dianggap lebih menunjukan lokalitas, sekaligus menghargai budaya masyarakat lokal khususnya Kamoro dan dinilai lebih bertahan lama.
Sedang empat patung Kamoro itu sudah lebih dulu terpasang sejak dua tahun lalu pada saat pembangunan tahap awal. Ukiran Kamoro ini dipahat oleh tangan terampil masyarakat Kamoro sendiri yang didatangkan oleh kontraktor. Lembaran kayu itu sudah disiapkan oleh kontraktor yang permukaannya sudah dirapikan. Lembaran ukiran kemudian ditempelkan pada beton.
Setiap titik pemasangan patung diberi cat merah putih menunjukan warna merah putih bendera Indonesia. (tio)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.