Pelni Logistik Diduga Edar Beras Oplosan

0
96
Foto: Allo Lebuan/TimeX SEGEL- Pintu gudang Pelni Logistik di Kampung Kamoro Jaya (SP1) Kilometer 5, Distrik Wania digerebek aparat Kampung Nawaripi dan Kepolisian Resor Mimika, Rabu (11/3) malam sekitar pukul 23:30 WIT. Tampak pintu gudang disegel.

“Para oknum karyawan Pelni Logistik menggunakan saringan untuk membersihkan beras yang sudah tidak layak dikonsumsi lagi. Selanjutnya para oknum karyawan Pelni Logistik mencampur beras tersebut dengan sebagian beras yang baru dan dikemas dalam karung yang baru dari berbagai merek berukuran 25 Kg”

Foto: Allo Lebuan/TimeX
SEGEL- Pintu gudang Pelni Logistik di Kampung Kamoro Jaya (SP1) Kilometer 5, Distrik Wania digerebek aparat Kampung Nawaripi dan Kepolisian Resor Mimika, Rabu (11/3) malam sekitar pukul 23:30 WIT. Tampak pintu gudang disegel.

TIMIKA, TimeX

Salah satu gudang penyimpan dan penyuplai beras di Timika yang dikelola oleh salah satu anak perusahaan PT. (Persero) Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) yaitu Pelni Logistik yang beralamat di Kampung Kamoro Jaya (SP1) tepatnya di Jalan Supoyono, Kilometer 5,Distrik Wania digerebek aparat Kampung Nawaripi dan Kepolisian Resor Mimika, Rabu (11/3) malam sekitar pukul 23:30 WIT.
Penggerebekan dilakukan karena ada dugaan diedarkanya beras oplosan oleh oknum pegawai Pelni Logistik.
Informasi yang dihimpun Timika eXpress, dugaan beras oplosan yang diedarkan diperkirakan mencapai 40 ton dan merupakan bahan pokok dari Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau program sembako yang dikelola oleh Pelni Logistik.
Bahan pangan yang dulunya dikenal beras subsidi tersebut bermerek Dua Hati, C4 Raja, Mentik Wangi dan Tawon.
Abdul Manaf mantan karyawan Pelni Logistik didampingi Norbertus Ditubun, Kepala Kampung Nawaripi kepada Timika eXpress mengatakan, sekitar tahun 2017 yang lalu, beras berkisar lebih dari 40 Ton didatangkan dari luar Timika untuk dijual oleh Pelni Logistik.
Dikatakan, beras tersebut dibiarkan saja di lantai dan karena penyimpanan terlalu lama, maka beras tersebut sudah berkutu dan bercampur kotoran tikus.
“Para oknum karyawan Pelni Logistik menggunakan saringan untuk membersihkan beras yang sudah tidak layak dikonsumsi lagi. Selanjutnya para oknum karyawan Pelni Logistik mencampur beras tersebut dengan sebagian beras yang baru dan dikemas dalam karung yang baru dari berbagai merek berukuran 25 Kg,” katanya.
Menurutnya, setelah dikemas, beras yang diduga oplosan tersebut secara fisik terlihat seolah-olah menjadi beras premium dan kemudian dijual ke pelaku usaha selanjutnya diedarkan ke masyarakat dengan harga mahal.
Dijelaskan, barang bukti sudah diamankan polisi pasca penggerebekan. Barang bukti yang diamankan itu antara lain, alat jahit karung beras, timbangan, terpal, kipas angin, karung beras yang baru serta beras yang baru dan beras lama.
“Untuk barang bukti lainnya masih tersimpan di gudang Pelni Logistik dan sudah dipasang garis polisi oleh Kepolisian,” ungkapnya. (ale)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.