Polisi Segel Dua Gudang Beras Toko Sinar Sulawesi

0
131
Foto : Rina/TimeX AMANKAN-Polisi mengamankan barang bukti dari gudang beras Toko Sinar Sulawesi ke dalam mobil, Jumat (13/3).

“Jadi sistemnya sama dengan yang dilakukan pegawai Pelni Logistics, yaitu mengoplos beras lama ke karung baru dengan merek baru, ini kurang lebih ada lima jenis, diantaranya Cap 788, beras mawar, beras Sulawesi dan lainnya”

Foto : Rina/TimeX
AMANKAN-Polisi mengamankan barang bukti dari gudang beras Toko Sinar Sulawesi ke dalam mobil, Jumat (13/3).

TIMIKA,TimeX
Dari pengembangan kasus beras oplosan yang ditemukan di gudang Pelni (Mart) Logistics BUMN, yakni anak perusahaan PT Pelni (Persero), Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika kembali melakukan penyegelan terhadap dua gudang beras milik Toko Sinar Sulawesi (SS).
Penyegelan dua gudang beras Tokok SS di Jalan Hasanuddin pada Jumat (13/3) dipimpin AKP M. Yusuf Burhanudin Hanafi, Kasat Reskrim Polres Mimika.
Dari gudang beras Toko SS, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, diantaranya timbangan, karung beras, mesin jahit, plastik dan sampel beras.
Hanafi kepada wartawan di bilangan Hasanuddin, menjelaskan, penyegelan gudang Toko SS merupakan tindaklanjut dari pengembangan kasus beras oplosan yang dilakoni oleh beberapa oknum pegawai Pelni Logistics BUMN yang terletak di Kelurahan Kamoro Jaya SP 1 Distrik Iwaka.
Dugaan beras oplosan di Pelni Logistics BUMN itu terkuak pada Rabu (11/3) sekitar pukul 23:30 WIT berdasarkan laporan warga.
“Dari laporan masyarakat katanya ada beras oplosan di Pelni Logistics. Pekerja di Pelni Logistics ditengarai membersihkan beras yang sudah tidak layak dikonsumsi kemudian diisi ulang ke dalam kemasan karung baru termasuk mereknya,” terang Hanafi.
Atas pengembangan penyelidikan, terungkap kalau karung beras oplosan itu diperoleh atau dibeli pihak Pelni Logistics dari Toko Sinar Sulawesi.
Tindaklanjut pengecekan di gudang Toko SS ternyata benar menyediakan karung beras berbagai merek.
“Jadi sistemnya sama dengan yang dilakukan pegawai Pelni Logistics, yaitu mengoplos beras lama ke karung baru dengan merek baru, ini kurang lebih ada lima jenis, diantaranya Cap 788, beras mawar, beras Sulawesi dan lainnya,” ungkap Hanafi.
Dikatakan pula, beras yang sudah tidak layak dikonsumsi dan dioplos itu ternyata dipasok dari Makassar ke Timika, itu kemasannya diganti sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kalau masyarakat banyak butuh beras A, maka karungnya diganti. Sementara isinya tidak berubah,” terang Hanafi lagi.
Terhadap penyelidikan lebih lanjut, pihaknya akan memanggil pemilik Toko SS, termasuk pegawai Pelni Logistics untuk pastikan sudah berapa lama mengoplos beras.
Termasuk Kepala Pelni Logistic yang baru menjabat empat bulan juga akan dimintai keterangan dengan status sebagai saksi.
“Kita juga akan pastikan jenis beras yang dioplos. Jadi sudah ada tiga saksi yang diperiksa. Dari keterangan sementara mereka mengaku ganti karung kemasan atas perintah atasan. Termasuk harga jualnya juga kita masih dalami. Nanti kita gelar perkara untuk tetapkan tersangkanya,” tambah Hanafi.
Kalau ada yang terbukti bersalah, maka dijerat sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan.
“Untuk kasus ini, kami juga sudah komunikasi dengan Kadisperindag untuk lakukan pendataan beras mana yang terdaftar dan tidak. Karena kemasan bisa mengelabui isi,” tandasnya. (aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.