Warga Diingatkan Taati Instruksi Pemerintah Physical Distancing

0
143
Foto: Antonius Djuma/TimeX PAKAI MASKER – Bernadus Charlestio Joudi Songa dan Oktovianus Aditia Putra Songa mengenakan masker saat berangkat sekolah pada 18 Maret lalu.

“Marilah sama-sama patuh dalam beraktivitas di Mimika. Batasi diri. Semua bertujuan demi kepentingan cegah mata rantai COVID-19 yang sangat produktif menyerang warga”

Foto: Antonius Djuma/TimeX
PAKAI MASKER – Bernadus Charlestio Joudi Songa dan Oktovianus Aditia Putra Songa mengenakan masker saat berangkat sekolah pada 18 Maret lalu.

TIMIKA,TimeX
Luky Mahakena, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Mimika mengingatkan warga dari semua kalangan supaya taati instruksi dikeluarkan pemerintah yakni Gubernur Papua Lukas Enembe dan Bupati Mimika dalam hal physical distancing (menjaga jarak) selama 14 hari, rutin mencuci tangan, jangan berada di tempat kerumunan massa dan gunakan masker. Sebab peringatan ini adalah untuk kepentingan bersama di tengah menghadapi pendemi corona virus.
“Aktivitas warga dalam Kota Timika secara khususnya dengan jumlah warga sangat banyak bisa saja berindikasi potensi dampak negatif, dan bisa saja tertular jika masih melawan tidak turuti instruksi ini. Karena kita tidak tahu orang yang kita temui, apakah ia dengan suspeck atau tidak,” tulis Luky dalam press release yang diterima Timika eXpress, Kamis (26/3) malam.
Ia juga berharap sesuai surat instruksi bupati semua warga khusus pelaku usaha, baik itu jasa barang, sembako maupun pedagang kaki lima sekalipun harus patuh atas instruksi ini.
“Marilah sama-sama patuh dalam beraktivitas di Mimika. Batasi diri. Semua bertujuan demi kepentingan cegah mata rantai COVID-19 yang sangat produktif menyerang warga,” ajaknya.
Kepada pelaku usaha dinilai ‘bandel’ masih membuka usahanya tidak mentaati keputusan pemerintah perlu diproses secara hukum.
“Hemat saya juga demi kepentingan semua kehidupan warga yang berpijak di Kabupaten Mimika dibutuhkan class action bagi pelaku usaha yang ‘bandel’, tidak patuh harus ditindak dengan proses hukum peradilan terbuka di tempat,” tulisnya.
Perlu diketahui untuk Mimika lockdown sudah mulai berlaku pada Kamis 26 Maret hingga 9 April mendatang.
Sesuai instruksi bupati juga aktivitas warga dibatasi. Pagi mulai pukul 06.00-pukul 14.00.00 WIT. Setelahnya semua toko, pasar dan tempat-tempat keramaian apapun ditutup sebagai langkah membubarkan orang berkumpul dalam jumlah banyak. Namun pantauan Timika eXpress, di hari pertama masih saja ada beberapa toko sembako dan kios perkakas dapur tetap buka. Selain itu ada beberapa warga tetap duduk berkumpul, meskipun dalam dua sampai lima orang. (tio)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.