Tersisa 15 KK dari Tembagapura di Camp Evakuasi Mile 32

0
58

TIMIKA, TimeX

Lebih dari 1500 warga asal empat kampung dari Distrik Tembagapura yang dievakuasi ke Timika pascateror Kelompok Kriminalitas Bersenjata (KKB) di wilayah setempat, kini masih tersisa 15 Kepala Keluarga (KK) yang ditampung di camp evakuasi di lapangan Mile 32.

Lebih dari 1500 warga asal empat kampung dari Distrik Tembagapura yang dievakuasi ke Timika pascateror Kelompok Kriminalitas Bersenjata (KKB) di wilayah setempat, kini masih tersisa 15 Kepala Keluarga (KK) yang ditampung di camp evakuasi di lapangan Mile 32.
EVAKUASI-Aparat keamanan saat mengevakuasi warga dari Tembagapura dengan akomodasi bus dari PT Freeport Indonesia.

Sementara, seribuan lebih warga lainnya yang dievakuasi secara estafet ke Timika, itu tersebar di rumah-rumah keluarga mereka, yakni di Jalan Jeruk Kelurahan Timika Jaya SP-2, Djayanti, Kampung Bhintuka SP-13, Utikini SP-12 Distrik Kuala Kencana, Kampung Limau Asri SP-5, dan beberapa wilayah di Distrik Mimika Baru.

Kini, ribuan warga dari empat kampung, yaitu Opitawak, Banti I dan II dan Kampung Kimbeli menunggu jaminan dari aparat keamanan terkait kondusifitas situasi agar mereka bisa kembali ke kampung halamannya masing-masing setelah ditinggal kosong kurang lebih sebulan lebih pascaevakuasi.

Yanes Natkime, tokoh masyarakat Amungme ketika ditemui Timika eXpress di RSUD Mimika, Jumat (27/3)  menambahkan, penanganan terhadap ribuan pengungsi selama itu berjalan aman dan lancar berkat dukungan semua pihak, baik Pemkab Mimika,  TNI-Polri maupun PT Freeport Indonesia dan pihak terkait lainnya yang telah memberikan bantuan Sembako.

“Kalau bantuan sembako yang pertama dari pemerintah, itu sudah kita bagikan kepada seluruh warga pengungsi. Yang masih ada di posko, itu bantuan sembako dari Himpunan Peduli Kasih Tionghoa (HPKT) Mimika. Bantuan yang ada nanti kita bagikan merata kesemua warga pengungsi,” jelas Yanes selaku koordinator warga empat kampung.

Yanes yang juga mantan anggota DPRD Mimika periode 2014-2019 lalu berharap, situasi heroik yang mengancam keamanan warga Distrik Tembagapura segera berakhir, agar ribuan warga yang meninggalkan matapencahariannya bisa kembali beraktivitas.

“Kasihan masyarakat petani, peternak, mereka harus tinggalkan semuanya. semoga situasi segera pulih dengan jamiman keamanan dari TNI-Polri, sehingga masyarakat bisa kembali dan memulai aktivitas mereka masing-masing seperti sebelumnya,” ungkap Yanes.

Untuk diketahui, warga asal empat kampung dari distrik tersebut meminta dievakuasi lanaran trauma dengan aksi KKB atas aksi penyerangan di Tembagapura pada akhir Pebruari lalu hingga menewaskan soerang anggota Brimob, menyusul seorang prajurit Kodim 1710 Mimika.

“Masyarakat juga trauma atas kejadian 2017 lalu,” tukas Yanes. (vis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.