Tim Gugus Tugas Timika Gelar Simulasi Penanganan Covid-19

0
104

TIMIKA, TimeX

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui tim gugug tugas terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam pencegahan hingga penanganan orang terpapar Coronavirus Disease (Covid-19), dengan menggelar simulasi pada Sabtu (28/3).
EVAKUASI-Petugas medis saat menaikan pasien terduga Covid-19 untuk dievakuasi ke RSUD sebagai rumah sakit rujukan.

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui tim g

ugus tugas terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam pencegahan hingga penanganan orang terpapar Coronavirus Disease (Covid-19), dengan menggelar simulasi pada Sabtu (28/3).

 

Simulasi oleh tim gugus tugas bersama tim dokter dan tenaga medis dari Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Mimika, guna mendapatkan model penanganan yang cepat dan tepat terhadap pasien Covid-19 yang sesungguhnya, sekaligus sebagai bahan evaluasi.

Simulasi dilakukan secara berjenjang terhadap penanganan kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) hingga Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Tim terlatih dalam penanganan ODP maupun DPD, dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar penanganan yang mengutamakan keamanan serta keselamatan petugas.

Tim penanganan Covid-19 saat simulasi mempertunjukan langkah pelayanan serta alur penanganan ODP hingga DPD.

Simulasi dimulai dari Puskesmas Timika Jaya, dimana ada pasien yang didata, menyusul dilakukan pemeriksaan awal dikategorikan ODP, maka langsung  diisolasi ke Wisma Atlet-MSC (Mimika Sport Complex) di Jalan Caritas-SP-5.

Sementara kategori PDP berdasar hasil pemeriksaan awal langsung dilarikan ke RSUD Mimika yang adalah rumah sakit rujukan penanganan Covid-19.

Simulasi yang disaksikan langsung Timika eXpress, sebelum OPD maupun PDP dinaikan ke mobil amblance untuk penanganan lebih lanjut, terlebih dahulu disemprot disinfektan.

Kemudian ODP yang ditangani petugas dievakuasi ke Wisma Atlet, sedangan PDP dilarikan ke RSUD untuk diisolasi.

Setibanya di fasilitas layanan lanjut, petugas melaporkan kondisi pasien untuk ditangani lebih intens sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Nicolaas Kuahaty selaku Asisten III Setda Mimika, setelahnya mengatakan simulasi ini tujuannya untuk mendapat satu model penanganan yang efektif sehingga bisa diterapkan bila terjadi kondisi yang sesungguhnya.

Ia menjelaskan simulasi yang digelar meliputi tiga penanganan, yakni pasien kategori ODP yang diisolasi  ke Rumah Susun (Rusun) Wisma Atlet yang merupakan homebase.

Kemudian penanganan PDP yang dievakuasi ke RSUD, serta penanganan satu pasien meninggal oleh Dinas Sosial (Dinsos).

Nicolaas yang akrab disapa Niki menambahkan, standar fasilitas layanan wisma atlet yang dijadikan isolasi dilengkapi fasilitas yang cukup memadai.

“Wisma ini ada 42 kamar. Satu  kamar ada tiga tempat tidur, sehingga asumsi kami di atas 100 orang bisa, tapi kalau kita inginkan satu kamar hanya untuk satu  orang berarti hanya untuk 42 orang saja,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui tim gugug tugas terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam pencegahan hingga penanganan orang terpapar Coronavirus Disease (Covid-19), dengan menggelar simulasi pada Sabtu (28/3).
KETERANGAN-Nicolaas Kuahaty Asisten III Setda Mimika saat memberikan keterangan pers didampingi Yosias Lossu, Ketua Harian Tim Gugus Tugas Mimika.

Kendati demikian, pemerintah setempat sedang mengupayakan standarnisasinya minimal setara hotel bintang tiga.

“Dari simulasi tadi, ada seorang pasien datang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Timika Jaya karena memiliki riwayat baru datang dari luar daerah. Setelah dilakukan perekaman medik sesuai PSC 119, nantinya akan diputuskan apakah orang tersebut masuk kategori ODP atau PDP. Kalau ODP akan di dorong ke wisma atlet karena status ODP itu tidak berarti bahwa orang itu sakit, hanya saja dia dari daerah terjangkit covid-19, sehingga untuk melokalisirnya  diisolasi ke wisma atlet,” katanya.

Kalaupun ODP dari simulasi ini melakukan pemeriksaan di klinik swasta sesuai riwayat dan rekam medic, maka tim kesehatan di klinik akan menghubungi PSC 119.

Sementara, Yosias Lossu Ketua Harian Tim Gugus Tugas, mengatakan simulasi dilakukan agar Mimika memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi dan menangani bila ada kasus positif covid-19.

“Simulasi ini supaya kita tahu apa yang harus disiapkan dan dilakukan. Jadi saat sampel dikirim ke Jayapura dan LItbangkes Jakarta, kita sudah siap tangani bahkan sampai pasiennya meninggal dunia,” jelasnya.

“Kalau ODP ini mengalami gejala batuk, demam, nyeri pada tenggorokan disertai pilek juga nyeri di tulang-tulang dan ada riwayat bepergian dari daerah yang terjangkit virus corona,”ujar seorang petugas saat melaporkan diagnosa awal penanganan.

Untuk diketahui, simulasi di bawah kendali tim gugus tugas, melibatkan BPBD sebagai penanggung jawab, PsC 119, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Dinas Kominfo, Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dengan melibatkan pihak pengaman Satlantas Polres Mimika.

Simulasi dihadiri sejumlah pejabat, yakni Kepala Inspektorat Juliaus Sasarari, Direktur RSUD Mimika Antonius Pasulu, Cherly Lumenta Staf Ahli serta sejumlah pimpinan OPD lainnya. (a32)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.