Diskop dan UKM Beli Hasil Bumi Warga Kampung Nawaripi

0
81
Foto: Allo Lebuan/TimeX DI LOKASI - Ida Wahyuni, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika saat berada di lokasi kegiatan di Kampung Nawaripi untuk membeli hasil bumi masyarakat asli Suku Kamoro, Senin (30/3).

“Jadi saya mohon kepada mama-mama, bahwa tidak semua hasil bumi diambil oleh koperasi. Yang diambil misalnya sayuran yang bisa dijual kembali”

Foto: Allo Lebuan/TimeX
DI LOKASI – Ida Wahyuni, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika saat berada di lokasi kegiatan di Kampung Nawaripi untuk membeli hasil bumi masyarakat asli Suku Kamoro, Senin (30/3).

TIMIKA,TimeX
Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan UKM membeli hasil bumi pedagang warga asli Papua di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Senin (30/3).
Ida Wahyuni, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika kepada Timika eXpress di lokasi kegiatan mengatakan, kegiatan ini berdasarkan instruksi langsung Eltinus Omaleng, Bupati Mimika. Hal ini dikarenakan akses transportasi warga asli Kamoro di Nawaripi ke kebun yang tersebar di Tanggul Barat area tailing Freeport sementara dihentikan sejak Rabu (25/3).
Ida menjelaskan, Dinas Koperasi dan UKM melalui koperasi binaan ditunjuk untuk membeli hasil pertanian warga dengan harga yang wajar dan akan dijual kembali.
“Jadi saya mohon kepada mama-mama, bahwa tidak semua hasil bumi diambil oleh koperasi. Yang diambil misalnya sayuran yang bisa dijual kembali,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ida menjelaskan kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan di Kampung Nawaripi saja tetapi juga di beberapa tempat maka tidak dapat dilaksanakan setiap hari.
Untuk Kampung Nawaripi sendiri dijadwalkan kembali hari Rabu pekan depan.
Lebih lanjut Ida mengatakan tujuan lain kegiatan ini yaitu dalam rangka karantina wilayah, yang mana warga Nawaripi diharapkan tidak berjualan di Pasar Sentral sehingga meminimalisir penyebaran virus Corona.
Sementara itu, Norbertus Ditubun, Kepala Kampung Nawaripi merespons baik atas kegiatan ini dengan mengumpulkan warganya untuk membawa barang-barang dagangan mereka sehingga dapat dibeli oleh Dinas Koperasi dan UKM melalui koperasi binaan.
“Kami juga baru dapat informasi pada Sabtu (28/3) dari kepala distrik untuk kegiatan ini, dan saya nilai kegiatan ini sangat bagus dan sangat membantu masyarakat kami di Nawaripi,” ujarnya.

Norbertus menjelaskan kebijakan ini lebih ditujukan kepada masyarakat asli Papua, Suku Kamoro yang ada di Nawaripi, lantaran akses transportasi ke kebun mereka sudah ditutup namun atas pertimbangannya, semua warga Nawaripi yang orang asli Papua diperbolehkan untuk membawa hasil kebun mereka untuk dijual. (ale)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.