Harga Telur Masih Mahal

0
58
Foto: Indri/TimeX BERDESAKAN – Warga berdesak-desakan membeli telur di posko penjualan telur di Pasar Sentral, Selasa (31/3).

“Pak mau beli berapa, satu rak Rp90 ribu, kalau mau per butir saya jual 3000”

Foto: Indri/TimeX
BERDESAKAN – Warga berdesak-desakan membeli telur di posko penjualan telur di Pasar Sentral, Selasa (31/3).

TIMIKA,TimeX
Meskipun Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak-Keswan) Kabupaten Mimika dan Himpunan Peternak Kabupaten Mimika (HIPUKAMI) membuka tujuh titik posko penjualan telur di sekitaran Kota Timika, sebagai langkah menjaga keseimbangan harga telur tidak lonjak, namun hal itu belum menjawab persoalan. Sampai saat ini para pelaku usaha justru masih menjual harga telur dengan harga mahal memanfaatkan situasi lockdown COVID-19. Pantauan media ini pelaku usaha kios di Jalan Budi Utomo menjual telur per butir Rp3000 atau Rp90 ribu per rak dan toko sembako menjual Rp70 ribu per rak.
Menurut salah satu pemilik kios dirinya menjual dengan harga begitu, karena ia beli juga sudah mahal, Rp70 ribu per rak.
“Pak mau beli berapa, satu rak Rp90 ribu, kalau mau per butir saya jual 3000,” tutur pemilik kios tersebut.
Terpisah, Agustinus Mandang, Kepala Bidang Bina Usaha Peternakan mengklaim harga telur di pasaran sudah normal kembali sejak beroperasinya posko penjualan telur di tujuh titik selama empat hari terhitung dari Sabtu (28/3). Posko penjualan telur ini akan berlangsung selama dua bulan ke depan.
“Saya katakan agar warga tidak perlu khawatir, karena harga telur tidak akan naik lagi, dan posko akan kami buka selama darurat COVID-19,” ujar Agus saat ditemui di posko penjualan telur di Pasar Sentral, Selasa (31/3).
Agus menyebutkan tujuh titik posko penjualan telur yang dibuka oleh HIPUKAMI binaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak-Keswan) Kabupaten Mimika yakni Posko SP 2 di Base Came, Gorong-gorong, Ruko YJM dan Penjahit Sengkang di Jalan Budi Utomo, Pasar Sentral dan pertigaan SP 1.
“Kemarin itukan sempat warga panik, karena lockdown, warga berpikir sembako akan kosong. Nah di situ dimanfaatkan oleh sejumlah oknum, yang mengambil telur dari peternak dan menjualnya dengan harga yang berkali-kali lipat,” katanya.
Selama posko penjualan telur buka, Disnak-Keswan tetap menerapkan sistem physical distancing bagi penjual, pembeli dan peternak.
“Kami menjual telur ini sasarannya langsung kepada masyarakat, dan selama posko dibuka tidak ada kendala. Masyarakat pun menyambut baik kegiatan ini. Jadi kami sampaikan lagi warga tidak perlu khawatir terhadap stok telur di Mimika, karena sampai saat ini masih aman,” katanya.
Ia memastikan Disnak-Keswan akan terus melakukan pengawasan penjualan telur di pasaran. (a30/tio)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.