ODP di Mimika Bertambah Enam Orang,Pasien 02 dan 03 Punya Hubungan Erat dengan Peserta Kegiatan di Lembang

0
78
Foto: Echie/TimeX MEMBERI KETERANGAN - Reynold Ubra, Jubir TGTPP saat video confrence melalui aplikasi zoom, dengan didampingi langsung Asisten III Bidang Umum Setda Mimika Nicolaas E Kuahaty di Pos TGTPP, Senin (30/3).

“Kami sedang melakukan investigasi tetapi lebih kurang kami mendapatkan kesimpulan bahwa kasus yang sampai hari ini di Timika masih kasus import case dan pasti akan berkembang”

Foto: Echie/TimeX
MEMBERI KETERANGAN – Reynold Ubra, Jubir TGTPP saat video confrence melalui aplikasi zoom, dengan didampingi langsung Asisten III Bidang Umum Setda Mimika Nicolaas E Kuahaty di Pos TGTPP, Senin (30/3).

TIMIKA,TimeX
Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Mimika bertambah enam orang per 1 April 2020.
Reynold Ubra, Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian (TGTPP) Mimika menyampaikan hari ini (Rabu,red) ditemukan di rumah sakit, Puskesmas dan Klinik, sehingga akumulatif ODP Rabu (1/4) adalah 17 orang, sedangkan ODP masih 16 orang sedangkan OTG sebanyak 47.
Dilaporkan dari 5 pasien yang dirawat, 3 orang dinyatakan positif dan dua negatif.
Reynold menjelaskan, ODP tersebut punya riwayat klinis dan punya riwayat perjalanan dari daerah terjangkit dan terjadi transmisi lokal. Selanjutnya tim gugus tugas melakukan contak tracing terhadap pasien 03, hanya jumlahnya baru akan dirapatkan sehingga hasilnya akan disampaikan besok (hari ini, red).
Dari riwayat perjalanan kasus ini lanjutnya, ternyata pasien 02 dan 03 tracing kontak dan memiliki hubungan erat dengan orang yang meninggal belum lama ini yang kembali dari Lembang, Jawa Timur.
Dijelaskan, ternyata ada satu kematian yang memberi hubungan dengan pasien 03 dan 02, dan ada satu pasien PDP yang memang laporannya belum masuk dan mungkin besok (hari ini), ada di salah satu RS Swasta yang punya hubungan juga dengan pasien 02 dan 03, yakni peserta yang ada di Lembang.
“Kami sedang melakukan investigasi tetapi lebih kurang kami mendapatkan kesimpulan bahwa kasus yang sampai hari ini di Timika masih kasus import case dan pasti akan berkembang,” ungkapnya.
Kata dia, pasien 02 dan 03 dikembangkan menjadi beberapa kelompok besar yaitu kelompok yang ada di rumah, kontak risiko tinggi yang memiliki hubungan erat dengan pasien 02 dan 03, kemudian kelompok erat dari pasien yang sudah terkonfirmasi dan kelompok petugas di RS yang tempat pemulasaran jenazah.
Jadi kelompok pertama meski tidak terkonfirmasi, punya kontak erat risiko tinggi dengan pasien 2 dan 3.
“Besok (hari ini, red) baru akan dilaporkan berapa jumlah tracing kontaknya,” ungkap Reynold.
Menurutnya, satu kasus bisa tracing hingga 30 orang, sehingga dari 2 kasus dan 2 yang diduga kejadian kematian karena memiliki hubungan bisa mencapai 100 orang akan ditracing sehingga dari 100 orang itu, akan dilihat berapa banyak PDP, ODP dan OTG nya.
Apabila besok reagen tes cepat dikirim dari Jayapura dari Dinkes Provinsi Papua, maka akan dilakukan rapid test lebih awal, supaya bisa memastikan apakah PDP dengan kontak erat risiko tinggi yang tinggal serumah maupun tidak, berapa banyak yang positif dan tidak.
Yang belum positif, tentu saja mekanismenya akan dilakukan dua kali tes untuk lima hari, jadi setiap lima hari akan dilakukan tes.
Kemudian dari pola kasus 02 dan 03, masa inkubasi ini akan diperpanjang, bukan lagi 14 hari dari setiap kasus tapi menjadi 28 hari.
“Jadi doubeling time ini kami akan memberlakukan, karena mempelajari dari kasus pertama di Timika 01, telah melewati masa inkubasi dan baru muncul gejala,” katanya.
Ini menunjukkan bahwa memang masing-masing individu memiliki karakteristik imunitas yang berbeda dan dari kasus 02, 03, 04, dan 05 jika dihubungkan dengan satu peserta yang hadir di Lembang dan meninggal, ini memiliki hubungan kontak erat risiko tinggi dan 4 orang ini rata-rata sakitnya adalah dihitung secara epidemologi adalah lima hari setelah mulai riwayat datang ke layanan sampai muncul gejala dan mencari layanan kesehatan dan riwayat kontak.
Lanjutnya, riwayat kontak ini, terpapar pada saat jenazah peserta kegiatan dari Lembang disemayamkan.
Dirinya mengklarifikasi, informasi di lapangan masih terus berkembang sehingga awalnya pihaknya tidak menduga bahwa peserta dari Lembang yang meninggal ini.
“Kami mengklarifikasi karena sesuai dengan riwayat rekam medis dari pihak RS. Tapi setelah berkembang hari ke 13 ini, yang dilaporkan positif 3 orang, kita coba lakukan penelusuran informasi dan mengundang orang-orang terdekat, ternyata pasien 02 dan 03 dan yang meninggal kemarin malam dengan karakteristik yang sama dan mereka dalam satu lokasi ketika peserta kegiatan di Lembang meninggal,” terangnya.
Rata-rata hari mulai terpapar sampai muncul gejala adalah sembilan hari, jadi waktunya sedikit lebih panjang. Dikatakan yang meninggal kemarin masuk sebagai PDP karena dilihat dari faktor risiko, ini ada hubungannya.
“Jadi saya pikir kondisi seperti ini, kita harus lebih banyak terbuka untuk memberikan informasi kepada tim gugus tugas supaya dengan informasi yang lebih jelas dan pengakuan, itu bisa sangat membantu mencari siapa tracing kontak. Karena kalo kita lihat yang paling berisiko adalah bagian pemulasaran jenazah.
Kasus 02 dan kasus 03 dan dugaan yang meninggal kemarin memilki hubungan semua,” paparnya.
Untuk menghindari, meskipun tidak terkonfirmasi secara laboratorium tetapi dari riwayat mulai sakit dan riwayat kontak dengan orang yang sakit itu ada dan ini mirip. Sehingga diduga ini menjadi pintu masuk dari yang sakit, dari meninggal untuk mencari tracing berikutnya.
Dikatakan dua minggu lalu pihaknya memastikan bahwa kejadian kematian orang dari kegiatan di Lembang ini tidak punya hubungan karena dari catatan rekam medis, namun setelah ditelusuri bahwa ternyata peserta yang meninggal di Timika itu hanya selang dua hari sebelum meninggal, salah satu peserta yang ikut dalam kegiatan yang sama di Bandung itu juga meninggal. Dan mereka punya kontak erat.
“Dari kasus Bandung itulah kami telusuri dan menerapkan pasien positif 02, 03, 04 dan 05,” katanya.
Yang hasil negatif adalah pasien yang sedang dirawat di RSUD yang sudah keluar dari ruang isolasi.
Dijelaskan, YL (pasien 02) dan DL (pasien 03) awalnya seakan-akan berdiri sendiri namun YL tidak punya riwayat dan datang pada tanggal 14 di Jayapura sehat. Selanjutnya almarhum tiba di Timika 11 Maret, istrinya juga lanjut pada tanggal yang sama dan tanggal 14 pulang ke Timika. Kemudian tanggal 16 meninggal dan pada tanggal 16-19 tutup peti dan di situlah puncaknya.
“Jadi kami hitung mereka kontak pertama dengan jenazah ini, tanggal
16 Maret, di mana YT, DL, MG dan SY (salah satu PDP) ada. Mereka yang sentuh jenazah peluk dan cium,” terangnya.
Katanya, MG punya kerabat sementara dirujuk sehingga tim juga akan tracing 16 orang.
“Pasti mereka ada yang sakit dan jika tidak maka kami akan tunggu pada hari ke 9 dan pasti ada yang sakit,” katanya.
Ia menambahkan bersama tim gugus tugas melakukan rekonstruksi ulang kasus ini .
Sementara itu, terkait dengan PDP semua akan diprioritaskan untuk dites sampai lima hari berikutnya untuk mengetahui statusnya, sedangkan OTG dilakukan tes VCR. (a32)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.