Ayah dan Anak Tewas Dipanah OTK di Kebunnya

0
61
Seorang lelaki yang diketahui bernama H. Hairil Lenang (60) meninggal dunia setelah terkena panah di dadanya, Minggu (5/4) sekitar Pukul 10.30 WIT di Jalan hasanuddin Ujung, Irigasi. Selain itu anaknya, Haryati (30) juga terkena panah di sekitar bokongnya dan dilarikan ke rumah sakit namun sudah tidak tertolong.
Foto: Ist/TimeX
TEWAS-Korban ketika ditemukan tewas di kebunnya, Minggu (5/4).

TIMIKA, TimeX

Seorang lelaki yang diketahui bernama H. Hairil Lenang (60) meninggal dunia setelah terkena panah di dadanya, Minggu (5/4) sekitar Pukul 10.30 WIT di Jalan hasanuddin Ujung, Irigasi. Selain itu anaknya, Haryati (30) juga terkena panah di sekitar bokongnya dan dilarikan ke rumah sakit namun sudah tidak tertolong.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Timika eXpress peristiwa naas tersebut bermula saat Hairil Lenang bersama isteri dan anaknya sedang berkebun dan siangnya ketiganya berisitirahat untuk makan siang di tenda kebunnya.

Sesaat kemudian Hairil mendengar ada suara semacam lemparan. Ia pun bermaksud mengecek dan dikejutkan dengan lima sosok yang diketahui adalah oknum Orang Asli Papua (OAP) yang membawa panah.

Kasat Reskrim Polres Mimika melalui Iptu Andi Suhidin kepada Timika eXpress, Minggu (5/4) menjelaskan, informasi ini diketahui pertama kali saat Tahir Chairil mendapat telepon dari saudar laki-laki yang sementara ada di lahan yang mengatakan bahwa Hairil Lenang sudah meninggal dunia.

Lanjutnya, saat korban sedang berbicara dengan pelaku, isteri korban dan anaknya kemudian melarikan diri namun anaknya sempat terkena panah sedangkan Hairil Lenang meninggal di tempat setelah dipanah.

Tahir Chairil yang pertam melihat korban kemudian melaporkan masalah ini ke Kantor Pelayanan Polres Mimika guna proses lebih lanjut.

Sementara itu, berdasarkan keterangan istri korban yakni H. Saong (60), dirinya bersama korban dan anaknya saat itu sedang mencari kayu bakar.  Setelah itu, mereka beristirihat dan makan di pondok. Tiba-tiba datang sekitar 10 orang yang tidak dikenal (OAP) membawa panah dan langsung menyerang mereka.

Dirinya kemudian berhasil meloloskan diri dan mencari bantuan ke arah jalan raya. Namun korban berlari terpisah dengan saksi dan ternyata korban dipanah dan meninggal dunia.

Kasat Reskrim melalui Iptu Andi Suhidin, KBO Polres Mimika mengatakan pihaknya tengah menyelidiki kasus ini.

“Kami masih menyelidiki kasus ini,” ujarnya.

Sementara itu, Luki Mahakena selaku Humas RSUD Mimika membenarkan adanya kedua jenazah tersebut.

“Memang betul keduanya (bapak dan anak) sempat di bawa ke RSUD Mimika namun sekitar pukul 18.00 WIT pihak keluarga telah membawa jenazahnya untuk dimakamkan,” pungkasnya. (aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.