Kesadaran Masyarakat Masih Rendah, Robby: Warga yang Masih ‘Bandel’ Ditangkap

0
92
Foto: Dok./TimeX Robby Omaleng

“Berbagai langkah dan upaya sudah sangat maksimal dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian COVID-19 Mimika bersama berbagai lembaga seperti Kepolisian, TNI, Ormas-ormas dan kelompok-kelompok untuk mengimbau warga. Namun fakta di lapangan menunjukan bahwa kesadaran warga baru 30 persen”

Foto: Dok./TimeX
Robby Omaleng

TIMIKA,TimeX
Meskipun penyebaran corona di wilayah Kabupaten Mimika sudah hampir dua minggu atau hari ke-16 dengan sudah ada yang jatuh korban, sayangnya hingga saat ini tingkat kesadaran masyarakat rupanya masih rendah. Ini bisa dilihat masih saja banyak yang belum mematuhi imbauan dari pemerintah menjaga jarak (social distancing atau physical distancing) dan jangan berada di tempat kerumunan massa seperti di pasar dan toko.
Menyikapi sikap ‘bandel’ sebagian warga Mimika, Robby Omaleng, Ketua DPRD Kabupaten Mimika menyarankan perlu diambil langkah-langkah tegas dengan menangkap warga yang masih ditemukan berkeliaran di jam yang sudah ditentukan.
“Berbagai langkah dan upaya sudah sangat maksimal dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian COVID-19 Mimika bersama berbagai lembaga seperti Kepolisian, TNI, Ormas-ormas dan kelompok-kelompok untuk mengimbau warga. Namun fakta di lapangan menunjukan bahwa kesadaran warga baru 30 persen,” ujar Robby saat berada di ruang kerjanya, Senin (6/4).
Politisi Golkar ini menilai warga masih memiliki sifat cuek dengan instruksi dikeluarkan oleh Pemkab setempat. Hal seperti ini justru membuat penyebaran COVID-19 terus melonjak.
Pemkab ujarnya, sudah mengeluarkan imbauan melalui tim gugus tugas dan kelompok-kelompok paguyuban maupun lewat media cetak, elektronik serta online dan memasang spanduk imbauan di titik-titik strategis di dalam kota, tapi kalau masih minimnya kesadaran warga maka percuma juga. Saat ini orang positif corona telah mencapai delapan orang. Jumlah yang ada bisa saja terus bertambah, jika masyarakat Mimika masih belum sadar. Belum lagi jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga cukup banyak.
Ini karena adanya kontak dengan orang yang diduga terinfeksi COVID-19, maka harus cepat dicegah agar tidak meluas.
Untuk itu, semua masyarakat diminta kesadarannya, membantu pemerintah dalam memutus matarantai penularan virus ini dengan tetap di rumah.
Menurutnya, jika ada warga yang tetap malas tahu dengan imbauan dan terus beraktifitas dengan urusan tidak jelas dan berkumpul di luar jam-jam sudah ditentukan, ia menyarankan untuk dibubarkan bila perlu ditangkap oleh aparat keamanan dengan menjebloskan ke dalam sel.
Pemberlakuan jam buka tutup semua tempat usaha sudah diatur mulai pukul 06.00 hingga 14.00 WIT, selebihnya bekerja di rumah. Tidak hanya di kota saja namun dapat diterapkan hingga di tingkat distrik.
“Saya melihat warga di Pomako masih beraktifitas berlangsung di atas jam 2 siang. Ini karena warga masih malas tahu, maka saya minta Satpol PP tertibkan warga yang masih bandel, tidak hanya di kota tetapi sampai di Pomako,” harapnya.
Sementara Reynold Ubra, Jubir Gugus Tugas Percepatan Pengendalian COVID-19 Mimika kepada Timika eXpress, Senin (6/4) menyampaikan, sudah ada rapat dengan Bupati Eltinus Omaleng akan meningkatkan pengawasan terhadap warga. Apabila masih menemukan kebiasaan warga yang beraktivitas tanpa ada hal yang penting akan diambil tindakan tegas oleh aparat keamanan.
Reynold juga sayangkan masih ada sebagian warga Mimika yang tidak mengikuti instruksi pemerintah dalam melawan COVID-19. Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian COVID-19 Mimika menilai perilaku kurang patuh masyarakat akan membuat penularan virus corona baru atau COVID-19 kian bertambah.
“Penularan ini masih akan bertambah karena masyarakat masih tetap beraktifitas di luar rumah tanpa mengikuti instruksi pemerintah untuk tetap di rumah,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Mimika ujarnya, sangat serius menanggulangi penyebaran virus corona yang sedang mendunia sehingga dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga diri masing-masing. Karena Ketersediaan Rumah Sakit, Puskesmas, klinik dan tenaga medis tidak cukup untuk merawat pasien. Hanya dengan tetap di dalam rumah, menjaga jarak fisik, menjaga kebersihan, serta tidak ada di kerumuman, merupakan cara yang paling ampuh menghentikan penularan virus ini.
Pemerintah lanjutnya, tidak pernah melarang siapapun berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Apabila warga tetap tidak bijak, tentu saja akan berdampak serius, terutama jika sampai virus masuk ke lingkungan masyarakat adat Papua yang hidup secara komunal di perkampungan.
Reynold berharap agar warga tetap mematuhi instruksi pemerintah dan senantiasa memberikan dukungan melalui doa atas kesembuhan para pasien COVID-19 yang tengah menjalani perawatan.
Tim Gugus Tugas COVID-19 Mimika juga mencatat 61 orang dalam pemantauan (ODP), 85 orang tanpa gejala (OTG), dan 46 pasien dalam pengawasan (PDP). (ale/a30)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.