Pemkab Mimika Isolasi Wilayah Cegah Covid-19

0
68

                                                                                                                               TIMIKA, TimeX

Untuk memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19) di Mimika, Eltinus Omaleng, Bupati Mimika memberlakukan isolasi wilayah. Isolasi wilayah yang diberlakukan pada Distrik Mimika Timur, Distrik Mimika Baru dan Distrik Tembagapura, ini terkait hasil tracing kontak temuan tiga pasien positif Covid-19 yang dilakukan Tim  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Mimika.
REYNOLD UBRA, JUBIR COVID-19 KABUPATEN MIMIKA

Untuk memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19) di Mimika, Eltinus Omaleng, Bupati Mimika memberlakukan isolasi wilayah.

Isolasi wilayah yang diberlakukan pada Distrik Mimika Timur, Distrik Mimika Baru dan Distrik Tembagapura, ini terkait hasil tracing kontak temuan tiga pasien positif Covid-19 yang dilakukan Tim  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Mimika.

Dari hasil tracing kontak diketahui ada beberapa warga di wilayah Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, punya riwayat kontak erat dengan pasien 03 positif Covid-19 yang telah meninggal pada Jumat (3/4) di Rumah Sakit Tembagapura dan telah dimakamkan di TPU Iwaka pada Sabtu (4/4).

Selain itu, dari tracing kontak dan investigasi, juga mengungkap kasus kematian seorang warga di Timika tanggal 16 Maret lalu di Timika, merupakan klaster Lembang, Jawa Barat.

Termasuk satu warga lainnya yang meninggal pada 31 Maret lalu di Mimika, juga merupakan kluster Lembang, dan dipastikan punya kontak erat resiko tinggi  dengan keluarga, maupun sejumlah warga yang melayat hingga mengikuti prosesi pemakaman dari kedua jenazah tersebut.

Ini terbukti, dari lima sampel yang dikirim RSUD Mimika ke Litbangkes Jayapura Jumat (3/4), hasilnya, tiga pasien positif Covid-19 merupakan klaster Lembang.

Sedangkan 2 kasus positif lagi baru bisa dipastikan asal muasalnya setelah dilakukan tracing kontak kembali besok (hari ini-Red).

Demikian dijelaskan Reynold Ubra, Jubir Covid-19 Kabupaten Mimika kepada Timika eXpress tadi malam.

Ia menjelaskan, dari tracing kontak terhadap 173 warga pada akhir pekan kemarin, konsentrasi warga yang diduga terdampak Covid-19 ada di wilayah Mimika Timur, dan sejumlah kelurahan di Distrik Mimika Baru.

“Selain Mapurujaya, kalau di Mimika Baru itu di Kelurahan Kwamki Narama, Pasar Sentral dan beberapa kelurahan lain dalam kota. Termasuk wilayah Tembagapura diisolasi, ini sangat berdampak positif,” ujar Reynold.

Selain di tiga distrik, di Kokonao, Distrik Mimika Barat, Atuka dan belasan distrik lain, ini semua tim gugus jalan, dan bersama unsur Tripidis bergerak melakukan soasialiasi.

“Intinya, isolasi wilayah agar masyarakat dari kampung tidak ke Timika dan sebaliknya,” ungkap Reynold.

Reynold yang juga Plt Kadinkes Mimika menambahkan, penularan ini masih akan bertambah karena masyarakat masih tetap melakukan aktifitas sepeti biasa.

“Mestinya masyarakat harus tetap di rumah. Pemerintah Kabupaten Mimika sangat serius untuk menanggulangi masalah ini, sehingga dibutuhkan kesadaran masyarakat yang tinggi,” paparnya.

Pasalnya, sejak awal pemerintah sudah sampaikan bahwa rumah sakit, Puskesmas, klinik dan tenaga kesehatan tidak cukup untuk merawat pasien COVID 19.

“Hanya dengan tetap di dalam rumah merupakan cara yang paling ampuh untuk menghentikan penularan virus ini,” tegasnya.

Isolasi Mandiri di Mapurujaya

Sementara itu, temuan 2 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari hasil tracing kontak di Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, menunjukan warga setempat pernah memiliki kontak dengan pasien 03 dalam suatu ibadah.

“Besok (hari ini-Red) kami masih melanjutkan tracing kontak di Mapurujaya, melanjutkan tracing kontak dari 5 pasien yang positif dan tracing kontak 4 orang baru lagi,” terang Reynold.

Dari temuan itu, puluhan warga yang merupakan jemaat Pos Pelayanan (Pospel) GBI Mawar Saron di Distrik Mimika Timur, harus menjalani isolasi mandiri di rumah.

30 warga jemaat yang menjalni isolasi mandiri dinyatakan sudah melewati masa inkubasi 14 hari terhitung sejak kontak terakhir dengan pasien 03 pada 22 Maret 2020 lalu.

Namun, mereka masih harus menjalani tambahan isolasi mandiri menjadi 28 hari ke depan.

Meski telah menjalani rapid test dengan hasil negatif, namun puluhan warga jemaat diminta tetap berada di rumah selama 14 hari ke depan guna menghindari hal-hal yang tidak dinginkan.

“Dari penjelasan warga jemaat, tidak ada kontak langsung karena waktu kasih pelayanan di GBI Mawar Saron, Distrik Mimika Timur, itu kondisi pasien o3 kurang sehat, sehingga tidak lama kemudian balik ke Timika,” jelasnya.

Sambung Reynold, selama masa isolasi, kebutuhan makanan warga setempat menjadi tanggung jawab dan perhatian dari Tripidis (Kadistrik, Kapolsek, dan Danramil).

Sementara menyangkut kondisi kesehatan mereka tetap dalam pemantauan petugas medis setempat. (vis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.