Selamatkan Diri dan Orang Lain

0
74

Pesan Paskah Administrator Keuskupan Timika

“Saya mengajak umat beriman untuk merangkul misteri Paskah, misteri sengsara, kematian, dan kebangkitan Yesus sebagai dasar pertobatan untuk menyelamatkan diri dan orang lain”

 

“Saya mengajak umat beriman untuk merangkul misteri Paskah, misteri sengsara, kematian, dan kebangkitan Yesus sebagai dasar pertobatan untuk menyelamatkan diri dan orang lain”
Foto: Dok./TimeX
RD Marthen Ekowaibi Kuayo

 DEMIKIAN pesan religi dari RD Marthen Ekowaibi Kuayo selaku  Administrator Keuskupan Timika, menyikapi situasi pandemi global virus corona (Covid-19) yang juga dirasakan oleh masyarakat Mimika.

Ia pun menyerukan agar seluruh masyarakat Mimika tidak perlu takut dan  malu menghadapi Covid-19.

“Tetapi secara sadar kita harus waspada dengan mengikuti anjuran dari pemerintah, karena dengan keyakinan iman, pastinya menggerakan semangat hati kita melalui peristiwa kebangkitan Yesus, kita selamatkan diri dan orang lain, dan pasti situasi ini bisa kita atasi,” ungkapnya saat menghubungi Timika eXpress via ponselnya, Selasa kemarin.

Pesannya lagi, masyarakat Mimika harus pula hadapi situasi ini dengan tenang dan tidak perlu panik, karena siklus masa inkubasinya pendek.

“Makanya saya ingatkan untuk setiap kita dengan kerelaan bila mengeluhkan sakit yang menunjukan gejala  Covid-19, segeralah memeriksakan kesehatan diri ke fasilitas kesehatan,” serunya.

Ia menambahkan, Keuskupan Timika memutuskan Perayaan  Pekan Suci 2020,  termasuk Paskah dilaksanakan tanpa kehadiran umat.

Keputusan ini disampaikan melalui surat Uskup Keuskupan Timika  bahwa Pekan Suci yang meliputi Minggu Palma pada 4 April 2020 dan Kamis Putih, Jumat Agung, Malam Paskah serta Minggu Paskah pada 9-12 April 2020 diadakan melalui live streaming dari masing-masing gereja.

Administrator Keuskupan Timika mengatakan, keputusan ini diambil mendukung pemerintah dalam upaya pencegahan dan meluasnya penularan virus corona di Mimika.

Sebelumnya selama dua pekan, Keuskupan Timika  telah meniadakan misa mingguan yang diganti dengan misa online.

“Keputusan ini, agar umat Katolik se-Keuskupan Mimika dapat mengikuti misa dari rumah masing-masing supaya jangan ada yang berkumpul untuk menghindari kemungkinan penularan Covid-19),” ujar RD Marthen.

Meski untuk pertama kalinya Pekan Suci diadakan tanpa kehadiran umat, RD Marthen menilai tidak akan mengurangi kekhidmatan ibadah Pekan Suci termasuk Paskah.

“Karena ibadah Paskah bukan soal tempat, tapi hati yang selamtakan peristiwa Paskah,” ujarnya.

Umat diminta berkumpul bersama keluarga di rumah masing-masing, membuat altar sederhana dengan lilin dan salib.

Sembari meminta umat tetap khusyuk berdoa, di masa wabah Covid-19 yang membawa penyakit, RD Marthen pun menyelipkan pesan moral kepada umat Katolik Mimika.

“Pertama, umat Katolik harus mendukung pemerintah dalam upaya mencegah penularan (Covid-19). Kedua, umat Katolik diminta untuk membuka diri, buka mata dan hati sehingga saling mendukung satu sama lain,” tandasnya. (maurits sadipun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.