Renungkan Kasih Tuhan Bagi Kita Yang Berdosa

0
91

Misa Kamis Putih Umat Keuskupan Timika Melalui Live Streaming

TIMIKA, TimeX

Seluruh umat Katolik se-Keuskupan Timika diajak untuk merenungkan kasih Tuhan bagi kita umat yang berdosa.

Suasana hening sejenak pada perayaan ekaristi Misa Kamis Putih di Gereja Katedral Tiga Raja pada Kamis (9/4) secara live streaming, dengan meniadakan ritual pembasuhan kaki oleh imam terhadap umat pilihan, ini terkait  dampak global pandemi Covid-19.

Umat Katolik Keuskupan Timika mengikuti perayaan ekaristi Kamis Putih tahun 2020 melalui saluran live streaming media sosial facebook, juga siaran elektronik yang dipancarluaska

Umat Katolik Keuskupan Timika  mengikuti perayaan ekaristi Kamis Putih tahun 2020 melalui saluran live sreaming media sosial termasuk siaran langsung melalui media elektronik.
PIMPIN-Suasana misa Kamis Putih yang dipimpin RD Tanto dan RD Okto Taena

n melalui suara radio Katedral Tiga Raja pada kanal FM 104 Mhz.

Perayaan misa Kamis Putih di Gereja Katedral dimulai pukul 17.00 WIT, dipimpin oleh RD Tanto dengan didampingi RD Okto Taena selaku pastor selebran.

RD Tanto mengawali perayaan mengatakan, Kamis Putih merupakan  perayaan keselamatan dimana Tuhan Yesus menyerahkan tubuh dan darahnya secara utuh  melalui perjamuan rarakhir dalam wujud roti dan anggur, demi menyelamatkan umat manusia.

“Ini merupakan makna penyerahan diri Yesus secara utuh dengan simbol pembasuhan kaki para muridnya. Juga menunjukan sebuah kerendahan secara total dan seutuhnya dari pribadi Yesus Kristus,” ungkapnya menambahkan sebagaimana pesan penginjil Yohanes dalam bacaan injil dari misa Kamis Putih.

Sementara itu, melalui homili (khotbah), RD Tanto mengatakan,  unifikasi perayaan Kamis Putih kali ini tanpa kehadiran umat karena pandemi Covid-19, salam sekali tidak mengurangi maknanya.

dimana perayaan Kamis Putih adalah bagian dari rangkaian Tri Hari Suci, yaitu Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Kudus.

“Perayaan Kamis Putih bagi umat Katolik merupakan perayaan kenangan perjamuan terakhir Yesus bersama para muridnya, sekaligus merupakan penyerahan diri Yesus seutuhnya sebagai santapan rohani dari simbolisasi tubuh dan darahnya.

Adapun sesudah perayaan ekaristi, dilanjutkan dengan adorasi penghormatan kepada Sakramen Mahakudus oleh umat tanpa melalui prosesi perarakan sesuai tata perayaan seperti biasanya. (ale)

Reporter: Allo Lebuan

Editor:Maurits Sdp

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.