Gereja Doakan Virus Corona Segera Berlalu

0
171

Ibadah Jumat Agung GKI Ebenhaizer Live Streaming

TIMIKA, TimeX

Perayaan Kematian Kristus atau Jumat Agung  yang diperingati Jumat (10/4) berbeda dengan peringatan sebelumnya.  Umat Kristiani di semua Gereja tidak lagi berbondong-bondong datang ke Gereja untuk mengikuti ibadah, tetapi mengikuti Ibadah melalui live streaming yang digelar Gereja masibg-masing Hal ini di karenakan adanya pembatasan sosial dan menghindari kerumunan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
IBADAH-Suasana ibadah Jumat Agung GKI Ebenhaezer

Perayaan Kematian Kristus atau Jumat Agung yang diperingati Jumat (10/4) berbeda dengan peringatan sebelumnya.

Umat Kristiani di semua Gereja tidak lagi berbondong-bondong datang ke Gereja untuk mengikuti ibadah, tetapi mengikuti Ibadah melalui live streaming yang digelar Gereja masibg-masing
Hal ini di karenakan adanya pembatasan sosial dan menghindari kerumunan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Ibadah live streaming ini juga dilaksanakan Jemaat GKI Ebenhaizer sekitar Pukul 09.00WIT yang dipimpin Pdt.Merry Tanamal, S.Th dengan megutip Injil Matius 27: 45-56 dengan Judul “Yesus mati” di bawah sorotan tema Kematian Yesus mengalahkan kuasa dosa dan maut.

Dakam khotbahnya, ia menyampaikan di tengah ketakutan umat manusia di seluruh dunia dengan adanya Covid-19, patutlah umat Tuhan tetap bersyukur karena masih di mungkinkan untuk ada dalam memperingati peristiwa yang paling penting bagi umat kristiani yaitu Jumat Agung.

Peristiwa tentang kematian Yesus Kristus setelah sebelumnya mengalami masa-masa kesengsaraan mulai Minggu pertama hingga ke tujuh.

“Yesus mati untuk kita semua manusia,” katanya.
Disebut sebagai Jumat agung karena hari di mana umat kristiani di seluruh dunia memperingati sebagai hari kematian dan penyaliban Yesus Kristus.

Dikatakan, pada ayat 45, tentang keterangan waktu sekaligus peristiwa dan tempat yang benar-benar terjadi ketika Yesus di salibkan. Sementara Ayat 46-50 mengungkapkan apa yang dikatakan Yesus dan beberapa peristiwa yang Yesus alami atau dilakukan terhadap yesus walaupun dia adalah anak Allah tetapi Ia menyatakan dirinya sebagai manusia dan turut merasakan penderitaan.

Tanpa jalan seperti itu karya keselamatan Allah tidak akan nyata di dunia ini.
Hal ini menegaskan bahwa Allah berkuasa menyatakan kuasa dan kehendaknya melalui peristiwa alam gempa bumi, itu merupakan cara Allah menyadarkan manusia tentang otoritas dan kuasanya manusia sangat rapuh dan tak berdaya di hadapan kekudusanNya, sebagaumana termuat dalam ayat 55 dan 56 sekaligus menegaskan bahwa perempuan memegang peran penting dalam karya penyelamatan Allah.

Dari pembacaan Alkitab hari ini, beberapa hal penting dalam peristiwa jumaat agung itu yang perlu direnungkan dalam menjalani hidup ini, pertama Yesus adalah anak Allah yang rela mati karna dosa manusia karna dosa kita semua tanpa kecuali, kedua peristiwa Jumat Agung atau peristiwa kematian Yesus Kristus bukanlah tanda kekalahan melainkan tanda kemenangan di mana peristiwa Jumaat agung itu sangat fenomenal merupakan tanda tanda kemenangan Kristus, yang ke tiga lewat peristiwa jumat agung hendak memberikan pesan bagi kita semua untuk percaya dan bersaksi tentang fakta Kematian Yesus Kristus melalui hidup pribadi keluarga dan jemaat.

Terutama di tengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia yang menakutkan yang mematikan hal ini dikondisikan supaya rumah-rumah ibadah sepi tetapi di rumah rumah jemaat menjadi rumah doa kepada Tuhan untuk beribadah kepada Tuhan untuk membangun persekutuan dengan Tuhan mungkin selama ini sebagai ayah menjalankan tugas yang harus berdiri sebagai imam dalam keluarga untuk memimpin keluarga, sebagai ibu yang melayani suami mendidik anak anak dan sebagai anak yang harus ada selalu bersama sama di rumah.

“Virus Corona ini membuat kita bisa berkumpul sebagai keluarga tetapi juga ada yang terpisah karna pekerjaan. Masing-masing beribadah di bilik-bilik mereka Tuhan mendengar setiap anak anak Tuhan yang berseru sebagimana ketika Yesus disalib Ia berseru dengan suara nyaring “Eloi Eloi lamasabakhtani Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Bagaimana dengan kami disaat ini,” tuturnya.

Mengahadapi virus corona Tuhan kiranya mendengar seruan umat agar virus ini bisa dihalaukan menurut kuasa dan kehedankNYA. Karena pada dasarnya manusia adalah kecil dan rapuh dan tidak berdaya, “Kami menangis gelisah hilang akal dan kami tidak tahu apa yang harus kami perbuat hanya kami berdoa kepada Tuhan supaya Tuhan dengan kekuatan kuasanya bisa menghalau kan semua itu,’ serunya.

Ia juga berharap Tuhan memakai para medis untuk menyelamatkan orang yang menghadapi virus Corona supaya mereka mengalami kesembuhan.

” Kami percaya ketika kami ada di Jumaat Agung ini kami dikuatkan oleh Tuhan kendatipun kami dihadapakan dengan virus yang sedang melanda dan mematikan, hanya pertolongan dan perlindungan Allah sajalah yang akan bisa menolong kami dari segala penderitaan, hanya engkau Yesus Kristus yang sanggup menolong dan memberikan jalan keluar lewat pemerintah lewat gereja untuk gmengarahkan kami semua sebagai umat untuk melakukan anjuran terkait Covid-19.

“Kita tetap berdoa dan memohon pada Tuhan supaya Tuhan tetap menolong dan menyelamatkan kita manusia yang berdosa, sehingga ketika kita menghadapi penderitaan ada perubahan dan pertobatan diri, menyesallah selama ini mungkin kita banyak melakukan kejahatan dan dosa agar kita mendapatkan belas kasihan Tuhan, pesannya.

Selain di jemaat GKI Ebenhaizer, ibadah live streaming juga berlangsung di GKP Jemaat Timika, Jemaat Kalvari Tembagapura, Viadolorosa Ridge Camp, Betlehem Kuala Kencana, Maranatha SP, 3, Diaspora Timika Jaya, Pniel Timika, Ebenhaizer Timika, Syalom Amungsa, Marten Luther Timika, Viadolorosa Sempan Timika, Sola Gratia Nawari, Lahai-Roi Kamoro Jaya dan Elroy Wonosari Jaya.

Sementara jemaat yang terkendala akses karena belum memiliki fasilitas android yang memadai juga gangguan signal, langsung menggunakan teks tata ibadah dan bahan khotbah yang sudah dikirim dari Klasis ke masing-masing Jemaat.(*).

Reporter: Echie

Editot: Linda Bubun Langi’

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.